10 Tokoh Penting Sumpah Pemuda

0
2447

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Di balik pelaksanaan Kongres Pemuda II 1928 yang menjadi momentum Sumpah Pemuda, terdapat tokoh-tokoh bangsa berperan penting. Beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Lalu siapa sajakah tokoh penting Sumpah Pemuda? Tentu ada banyak tokoh yang terlibat, tetapi artikel ini hanya akan menuliskan beberapa tokoh penting Sumpah Pemuda 1928.

Seperti diketahui, Pada kepanitiaan Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Djojopuspito dari PPPI (ketua), Djoko Marsaid dari Jong Java (wakil ketua), Mohammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond (sekretaris) dan Amir Sjarifudin dari Jong Batak (bendahara).

Lalu ada, Pembantu I: Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond). Pembantu II: R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia). Pembantu III: Senduk (Jong Celebes). Pembantu IV: Johanes Leimena (Jong Ambon). Pembantu V: Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi).

1. WR Supratman

Wage Rudolf Supratman atau WR Supratman merupakan salah satu tokoh yang terlibat dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Walau tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan Kongres Pemuda II, tetapi lagu ciptaannya diperdengarkan di Kongres Pemuda II.

Terinspirasi pidato Sukarno di Bandung, WR Supratman mengirimkan lagunya ke engurus Gedung Perhimpunan Indonesia di Kramat, Jakarta pada 22 Desember 1928. Ia meminta diberi kesempatan agar bisa memperdengarkan lagunya.

Akhirnya, Lagu Indonesia pertama kali diperdengarkan dihadapan para pemuda pada 28 Oktober 2018.

2. Soegondo Djojopoespito

Ia merupakan aktivis muda yang aktif berdiskusi. Ia merupakan Ketua dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Soegondo lahir di Tuban, Jawa Timur 22 Februari 1904 atau berusia 24 tahun saat Kongres Pemuda II 1928.

Sugondo terpilih menjadi Ketua Konggres, karena ia adalah anggota PPI (Persatuan Pemuda Indonesia – wadah pemuda independen pada waktu itu dan bukan berdasarkan kesukuan.

Sudah banyak pelaku sejarah setelah 1928 yang mendapat pengakuan Pahlawan Nasional, tetapi ia hingga kini belum mendapat pengakuan Pahlawan Nasional, mengingat setiap tahun peristiwa Sumpah Pemuda 1928 selalu diperingati secara resmi. Namun pihak Kemenpora sejak Juli 2012 mengusulkannya menjadi Pahlawan Nasional.

Namanya diabadikan menjadi gedungdi kawasan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga (PPON) Cibubur.

3. Djoko Marsaid

Ia merupakan Wakil Ketua di Kongres Pemuda II. Ia merupakan pemuda yang berasal dari Jong Java.

4. Muhammad Yamin

Namanya dikenal sebagai penyair yang merintis gaya puisi modern di Indonesia. Ia ikut serta merumuskan Sumpah Pemuda dan merupakan Ketua Jong Sumatranen Bond.

Pria kelahiran Minangkabau 23 Agustus 1903 ini merupakan salah satu tokoh yang mendorong Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam perumusan Sumpah Pemuda.

“Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa bahasa Melayu lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan dan bahasa persatuan yang ditentukan untuk orang Indonesia. Dan kebudayaan Indonesia masa depan akan mendapatkan pengungkapannya dalam bahasa itu,” demikian pidato Yamin, dikutip dari buku Cendekiawan dan kekuasaan dalam negara Orde Baru (2003).

5. Amir Syarifudin

Amir Syarifuddin merupakan bendahara saat Kongres Pemuda II. Ia mewakili organisasi Jong Batak yang diketuainya. Jong batak dibentuk oleh pemuda Batak yang sebelumnya tergabung dalam Jong Sumatranen Bond (JSB). Organisasi ini diinisiasi oleh Amir Syarifuddin dan Sanusi Pane.

Amir Syarifuddin lahir di Tapanuli Selatan 27 April 1907.

6. Djohan Mohammad Tjai

Djohan Mohammad Tjai ikut meneken Sumpah Pemuda 1928 karena tercatat sebagai Pembantu I di kepanitiaan Kongres. Ia merupakan perwakilan dari Jong Islamieten Bond .

Sejarawan UI Rushdy Hoesein seperti dilansir Detik, menyebut Mohammad Tjai adalah salah satu peranakan Tionghoa yang terlibat aktif di Kongres Pemuda.

Menurut Rushdy, Djohan Mohammad Tjai ikut meneken rumusan Kongres Pemuda II kala itu. Namun memang namanya seakan tak terdengar lagi, setidaknya tidak seperti Mohammad Yamin sang Sekretaris Kongres Pemuda II.

7. R Katja Soengkana

R Katja Soengkana menjadi Pembantu II di kepanitian Kongres Pemuda II. Ia merupakan perwakilan dari organisasi Pemoeda Indonesia.

Ia lahir di Pamekasan Madura, 24 Oktober 1908. Pendidikannya ditempuh di Rechts Hooge School di Belanda. Ia merupakan pendiri Pendiri Jong Indonesia di Bandung.

8. RCL Senduk

Ia ikut menjadi Pembantu III di Kongkres Pemuda II. Dokter Rumondor Cornelis Lefrand (RCL) Senduk merupakan anggota dari Jong Celebes.

Lahir di Minahasa pada tahun 1904, namanya banyak dikenal sebagai dokter yang berjuang pada kesehatan dibandingkan politik praktis.

Selain menjadi tokoh penting Sumpah Pemuda, ia juga menjadi salah satu penggagas lahirnya Palang Merah Indonesia (PMI).

9. Johannes Leimena

Lahir di Maluku pada tahun 1905. Ia merupakan ketua Jong Ambon, organisasi yang aktif di Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda sebagai Pembantu IV.

Sebagai penghargaan kepada jasa-jasanya, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No 52 TK/2010 pada tahun 2010 memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Dr. Leimena.

10. Mohammad Rochjani Soe’oed

Pemoeda Kaoem Betawi atau dalam ejaan barunya Pemuda Kaum Betawi adalah wadah organisasi kepemudaan khususnya untuk para pemuda Betawi yang didirikan pada awal tahun 1927 yang diketuai oleh Mohamad Tabrani.

Kendati organisasi menyandang nama yang menyangkut Betawi, tetapi banyak anggota dan pengurusnya yang bukan orang Betawi asli.

Di antara sedikit orang Betawi asli itu adalah Mohammad Rochjani Soe’oed, ketua organisasi kepemudaan ini pada tahun 1928 yang menjadi utusan dalam Kongres Pemuda Indonesia Kedua.

Ia lahir di Jakarta, 1 November 1906.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here