4 Desa Wisata Indonesia yang Masuk Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia

0
981

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Global Green Destinations Days (GGDD) mencatatkan empat desa wisata Indonesia masuk dalam daftar Top 100 Destinasi Berkelanjutan di Dunia.

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100 adalah program tahunan Green Destinations Foundation yang bertujuan memamerkan cerita sukses dan praktik pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia.

Dilansir dari laman resminya sustainabletop100.org mencatatkan masing masing dua desa di Bali dan dua desa di Yogyakarta dalam daftar mereka. Desa tersebut adalah Desa Pemuteran Bali, Desa Penglipuran Bali, Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta dan Desa Pentingsari Yogyakarta.

Desa Pumeteran Bali

Sumber : sustainabletop100.org

Desa Pemuteran adalah desa nelayan di Bali. Desa ini dianggap contoh baik melakukan proses restorasi pembibitan terumbu karang terbesar di bumi. Desa ini menjadi model global untuk konservasi laut dan ketahanan masyarakat.

Desa Wisata Penglipuran Bali

Sumber : sustainabletop100.org

Global Green Destinations Days (GGDD) mencatatkan nama desa ini karena keistimewaannya, diantaranya campuran budaya dan adat istiadat yang unik, arsitektur tradisional dan alam yang subur berkat iklim yang sejuk, sungai, dan mata air.

Desa wisata ini (berdasarkan konsep Tri Mandala) menyajikan bangunan-bangunan tradisional yang terpelihara dengan baik, dengan jalan utama yang bebas dari mobil dan dilapisi oleh pepohonan dan bunga-bunga indah. Di dekatnya, hutan bambu seluas 45 ha yang seharusnya tidak dikonversi menjadi fungsi eksploitatif.

Di Penglipuran, budaya tradisional dan kearifan lokal terwujud dalam perkembangan non-fisik dan fisik, menghadirkan seluruh bentuk pengetahuan, kepercayaan, pemahaman atau wawasan dan kebiasaan yang memimpin perilaku warga. Kearifan lokal seperti itu dikelola dengan bijaksana. Desa wisata dikembangkan tanpa merusak kesucian tempat dan warisan adat nenek moyang.

Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta

Sumber : sustainabletop100.org

Berjarak 22 km dari Kota Yogyakarta. Desa ini menjadi tempat “Gunung Api Purba”. Sebelum menjadi desa wisata, desa ini tidak memiliki kegiatan pariwisata dan hanya dikenal sebagai desa yang gersang.

Di tahun 1990an, organisasi pemuda yang mengelola kegiatan hutan melakukan penanaman pohon dan tanaman lokal di 48 hektare area lokasi gunung purba.

Gempa bumi di tahun 2006, merusak desa ini, tetapi justru warga masyarakat bahu membahu membangun desanya. Di tahun 2007 mereka pun membangun desa wisata dengan kegiatan utama wisata konservasi. Tak heran, jika desa wisata ini menjadi model Pariwisata Berbasis Masyarakat.

Desa Pentingsari Yogyakarta

Terletak di lereng Merapi yang menjadi salah satu unung paling aktif di dunia, desa terpencil ini dihuni oleh 390 jiwa. Mereka hidup dengan semangat merawat alam, dan kearifan lokal yang diajarkan dan dijalankan oleh generasi sebelumnya.

Desa ini pada tahun 2008 mulai membangun pariwisata di desa mereka. Penduduk lokal sebagai aktor utama dan petani menjadi penyedia layanan pariwisata.

Melalui program pengembangan mitra meningkatkan fasilitas kamp, ‚Äč‚Äčinfrastruktur dan bantuan untuk memfasilitasi pelatihan SDM, jumlah pengunjung telah meningkat dari 1000 menjadi lebih dari 25.000.

Masyarakat telah memperoleh penghasilan tambahan dan meningkatkan perekonomian tanpa meninggalkan desa, tanpa harus merusak lingkungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here