5 Fakta Patung Yuri Gagarin di Taman Mataram

0
97

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Warga Jakarta kini berbahagia karena baru saja mendapatkan persembahan dari Pemerintah Rusia berupa patung Yuri Gagarin dalam rangka 70 tahun persahabatan Indonesia-Rusia dan juga kerja sama Jakarta – Moskow.

Yuri Gagarin yang merupakan kosmonot pertama yang berhasil ke luar angkasa pada tahun 1961 dengan menunggangi wahana penjelajah Vostok I. Di Rusia sendiri, dibangun Monumen Yuri Gagarin setinggi 42,5 meter sejak tahun tahun 1980 saat Olimpiade 1980.

Kini bisa dibilang Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki patung Yuri Gagarin selain Rusia, Bulgaria, Heraklion Yunani, Amerika Serikat, Serbia, China, El; Salvador, Venuzuela, Kuba, Prancis, India, Jerman, Italia, dan Inggris di Royal Museums Greenwich.

Persembahan tersebut diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan diserahkan oleh perwakilan Rusia, yakni Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, bersama Wakil Menlu Mahendra Siregar, dan Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, pada Rabu (10/3/2021).

Baca Juga : Anies Baswedan Terima Patung Yuri Gagarin Persembahan Pemerintah Rusia

Lalu apa saja yang menarik dari Patung Yuri Gagarin tersebut?

1. Pembuat Patung Yuri Gagarin

Pembuat patung Yuri Gagarin yang ada di Jakarta adalah Alexei Dmitrievitch Leonov. Ia adalah pematung Rusia yang juga mengerjakan patung Yuri Gagarin untuk The National Air and Space Museum Amerika Serikat yang juga dipersembahkan Pemerintah Rusia menandai 55 tahun penjelajahan Yuri Gagarin ke luar angkasa.

2. Ukuran Patung Yuri Gagarin

Patung Yuri Gagarin memiliki tinggi 282 cm, lebar antar lengan 225 cm, lebar dasar 145 x 175 cm, berat 500 kg. Patung Yuri Gagarin terletak di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Patung ini berdiri tegap dengan posisi tangan terbuka.

3. Yuri Gagarin Peraih Bintang Mahaputera Adipradana.

Presiden Soekarno pada tahun 1961 menganugerahi Yuri Gagarin dengan salah satu penghargaan tertinggi Indonesia yaitu Bintang Mahaputera Adipradana.

Tak hanya itu, Presiden Soekarno juga menganugerahi Yuri Gagarin sebuah wisma di Kota Bogor yang kini menjadi milik Kedutaan Besar Rusia.

Sejarawan LIPI Asvi Warman menyebut bahwa ide pembangunan patung Dirgantara Pancoran terinspirasi dari Yuri Gagarin. Walau kemudian diputuskan patung yang dibuat adalah patung Gatot Kaca yang lebih Indonesia.

4. Belum Pernah ke Indonesia

Walau Yuri Gagarin belum pernah mengunjungi Indonesia, tetapi kosmonot Rusia lainnya pernah mengunjungi Indonesia yaitu Gherman Titov (Kosmonot kedua Rusia mengunjungi Indonesia tahun 1962), Andrian Nikolayev (bersama istirinya Valentina Tereskhova datang ke Indonesia tahun 1963), Valentina Tereshkova (perempuan pertama yang keluar angkasa tahun 1963), dan Valeriy Bikovskiy.

Mereka mengunjungi Indonesia atas undangan Presiden Soekarno. Historia.id mengutip dokumen “Daily Report: Foreign Radio Broadcast” tertanggal 5 Desember 1963 menyebutkan jika pemerintah RI sampai menghelat parade untuk menyambut Nikolayev, Tereshkova, dan Bykovsky di Stadion Senayan. Sukarno, lanjut laporan itu, meminta generasi muda Indonesia mencontoh ketiga kosmonot Soviet itu yang berani mengambil risiko untuk terbang ke luar angkasa untuk mencapai ilmu pengetahuan itu.

5. Memiliki Banyak Arti

Hadirnya patung Yuri Gagarin di Jakarta yang ditempatkan di ruang terbuka selain menandai keeratan warga Jakarta dengan Rusia, khususnya dalam mendukung sejarah 70 tahun hubungan kedua negara serta menciptakan ruang terbuka hijau yang sejuk dan nyaman bagi publik Jakarta.

Deputi Walikota Moskow, Sergey Cheremin memaknai hadirnya patung tersebut sebagai interaksi yang kuat dalam kerjasama kebudayaan antara Jakarta dan Moskow meski di tengah pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here