Anda Perlu Tidur Nyenyak Agar Sukses Sebagai Pengusaha

0
115

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Selama ini banyak orang yang melupakan hubungan antara tidur nyenyak dan kesuksesan. Padahal sebuah studi mengungkapkan hubungan antara tidur dan keterampilan kognitif yang diperlukan seorang pengusaha untuk menelurkan ide-ide cemerlang dan mengevaluasinya.

“Semua orang membutuhkan tidur malam yang nyenyak, tetapi ini sangat penting bagi pengusaha,” kata penulis utama studi Jeff Gish, asisten profesor bisnis di University of Central Florida seperti dikutip Science Daily

Studi itu dipublikasikan dalam Journal of Business Venturing pada akhir Juli dengan judul Sleep and entrepreneurs’ abilities to imagine and form initial beliefs about new venture ideas, seperti dilansir laman Science Daily, Senin (5/8).

Studi ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sebelumnya sudah ada beberapa studi yang menghubungkan antara tidur nyenyak dengan peningkatan keterampilan belajar dan pemecahan masalah.

Tetapi studi ini memang lebih fokus pada hubungan antara tidur nyenyak dan entrepreneur.

Hasil studi ini memberikan contoh pengusaha-pengusaha yang memanfaatkan tidur nyenyak mereka.

Misalnya, bos Amazon Jeff Bezos dan pendiri Huffington Post, Arianna Huffington. Dalam berbagai wawancara, kedua pengusaha sukses itu mengindikasikan bahwa mereka banyak tidur.

Tak heran, di Amerika banyak pengusaha yang menyewa “Sleep Doctor” untuk mempelajari cara meningkatkan kualitas tidur mereka. Salah satunya kita mengenal nama Dr. Michael Breus yang merupakan angggota dari American Academy of Sleep Medicine, Penasihat Klinis untuk Dr. Oz Show dan memiliki menjadi ahli tidur untuk WebMD selama lebih dari 14 tahun.

Hasil Studi ini berangkat dari survey terhadap lebih dari 700 pengusaha dari seluruh dunia tentang pola, jam, dan jenis tidur.

Lalu dibuatlah rancangan presentasi bisnis. Ada panel independen yang meninjaunya serta memberi peringkat mana presentasi yang paling potensial, potensial sedang, dan yang tidak potensial untuk sukses.

Kemudian para partisipan dalam studi tersebut meninjau tiga presentasi bisnis itu pada hari yang sama. Mereka yang kurang tidur tidak konsisten memilih presentasi bisnis terbaik.

Pada bagian kedua penelitian, sekelompok kecil peserta mengevaluasi presentasi bisnis selama beberapa minggu sambil memetakan pola tidur mereka.

Para peserta yang memiliki setidaknya tujuh jam tidur setiap malam secara konsisten memilih presentasi bisnis terbaik yang diidentifikasi oleh panel ahli. Mereka yang kurang tidur atau tidur gelisah tidak konsisten memilih yang terbaik.

“Bukti menunjukkan bahwa kurang tidur menyebabkan keyakinan yang kurang akurat tentang potensi komersial dari ide usaha baru,” kata Gish.

“Karena kami membandingkan kinerja individu selama beberapa hari, kami dapat mengatakan bahwa hasil ini konsisten bahkan untuk pengusaha yang lama tidurnya tidak sebanyak rata-rata populasi pada umumnya.”

Studi ini diselesaikan di University of Oregon, di mana Gish mendapatkan gelar doktor dalam bidang filsafat manajemen. Gish juga memegang gelar master dalam bidang teknik dan manajemen teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here