<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kolom Archives - Analisa Indonesia</title>
	<atom:link href="https://analisa.id/category/kolom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://analisa.id/category/kolom/</link>
	<description>Mengabarkan Indonesia Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Feb 2026 03:14:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://analisa.id/wp-content/uploads/2019/10/fav.png</url>
	<title>Kolom Archives - Analisa Indonesia</title>
	<link>https://analisa.id/category/kolom/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lokomotif As’adiyah Gerbong Cakkeware, Kajuara-Cenrana</title>
		<link>https://analisa.id/lokomotif-asadiyah-gerbong-cakkeware-kajuara-cenrana/</link>
					<comments>https://analisa.id/lokomotif-asadiyah-gerbong-cakkeware-kajuara-cenrana/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 15:57:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=10646</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah Obituari : Mengenang Berpulangnya H. Mustafa H. Taggala Oleh: Mustadin Taggala “Abba, ini Kitab</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/lokomotif-asadiyah-gerbong-cakkeware-kajuara-cenrana/">Lokomotif As’adiyah Gerbong Cakkeware, Kajuara-Cenrana</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><em>Sebuah Obituari : Mengenang Berpulangnya H. Mustafa H. Taggala</em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Mustadin Taggala</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">“A<em>bba, ini Kitab Tanwirul Qulub, Fathul Mu’in, Kifayatul Akhyar saya lihat ada semua, kitab Tafsir Jalalain di mana kok Abba gak punya</em>?”</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Oh .. napakei Abu Nawas mappangaji.. </em>(dipakai Abu Nawas mengajar).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitu Abba menjawab sekenanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abu Nawas yang Abba sampaikan ini ialah Kepala Madrasah Aliyah, seorang Kyai Ponpes As’adiyah yang sangat disegani murid-muridnya dan diperhitungkan oleh kyai-kyai seangkatannya saat itu. Di sisi lain AG KH Abunawas Bintang sebenarnya keponakan Abba sendiri karena Alm. H. Bintang sepupu Abba dari keturunan Unra-Kajuara Awangpone.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya tentu melongo mendengar jawaban itu, karena saya tahu betul orang yang dimaksud, beliau setiap minggu menyampaikan kajian tafsir dan kitab lainnya di hadapan para santri yang setia mendengar dan mencatat setiap ucapan dari sang kyai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Siapa ya beliau ini? Kok sampai sekelas Kyai Haji Abunawas Bintang meminjam kitabnya?”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa perasaan apapun saya melanjutkan bertanya, “kenapa Pak Abunawas minjam kitab milik Abba? Kan bisa beli, besok diminta aja ya Ba, kan saya mau pakai juga.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Iyaa sudah saya minta tapi beliau bilang “nanti Puang Aji, saya masih pakai”</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Lho </em>kenapa masih pakai?&#8221; timpal saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Iya karena kitab saya lengkap catatan pinggirnya saat belajar dulu dengan gurutta Yunus Maratang.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Catatan pinggir di sini dalam tradisi mengaji kitab menjadi catatan yang sangat penting karena catatan tersebut berisi penjelasan detail akan makna-makna yang terkandung dalam tulisan kitab yang dibahas setiap kata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh yaa?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya kata itu yang keluar dari mulut saya tapi dalam hati sungguh banyak pertanyaan yang segera ingin disampaikan tapi masih ragu bertanya mulai dari mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai dari pertanyaan, seberapa detil catatan Abba dalam kitab itu? Dulu Abba belajarnya di As’adiyah seperti apa? Sampai pertanyaan siapa Abba ini sebenarnya kok sampai kitabnya saja digunakan oleh seorang kyai pesantren yang cukup disegani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ah sudahlah nanti juga terurai,&#8221; batinku</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan itu saya lontarkan kepada Abba saat awal-awal menapaki hari-hari di pondok pesantren As’adiyah. Selanjutnya menjadi seri-seri mendengarkan cerita bagaimana Abba dulu di pondok pesantren As’adiyah saat beliau mengenyam pendidikan saat-saat masa transisi dari AG Kyai Haji Muh As’ad ke AG Kyai Haji Yunus Maratang pada tahun 40-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abba pada sekitar tahun 1940-an menapaki jalan belajar pada seorang guru di kampung bernama H. Beddu Safa di Cakkeware Kecamatan Cenrana. H. Beddu Safa ini ialah sepupu Abba sendiri dan banyak dikenal di Sulsel. H. Beddu Safa sendiri memiliki beberapa anak diantaranya Ustadz Harisa (Pendiri dan Pimpinan Pondok Annahdlah Makassar), termasuk Prof Badruddin Ketua PWNU Sulsel saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Ustadz Beddu Safa inilah Abba pertama kali belajar ilmu alat (nahwu dan shorof) termasuk belajar fikih dasar menggunakan Kitab Safinatunnajah dan berbagai ilmu pesantren lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abba sehari-hari menjadi <em>pattetteng </em>(orang yang mengurusi semua hal terkait kebutuhan sang kyai) kalau dalam istilah yang dikenal masyarakat Jawa disebut <em>khodim dalem</em> saat belajar di rumah Ustadz Beddu Safa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelak Abba pertama kali menikah dengan Alm. Hj. Buheriah keponakan Ustadz H. Beddu Safa sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sudah hampir lebih 2 tahun ikut dengan Ustad Beddu Safa, Abba meminta izin untuk melanjutkan sekolah ke As’adiyah sengkang. Akan tetapi keinginan tersebut ditolak oleh sang ustadz dengan alasan “toh yang dipelajari di Sengkang sama saja yang dipelajari di Cakkeware tersebut.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena keinginan yang kuat untuk melanjutkan belajar ke As’adiyah Sengkang, Abba mencoba “berbohong” bahwa Abba diminta pamannya di kampung yang sama (Cakkeware) untuk tinggal bersamanya, hal itu dilakukan agar Abba tidak lagi tinggal bersama Ustad Beddu Safa, walaupun saat tidak tinggal bersama itu Abba sehari-hari tetap ikut belajar, dengan begitu kelak jika waktunya sudah pas Abba bisa dengan leluasa berangkat ke As’adiyah Sengkang untuk melanjutkan sekolahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada hari yang tepat, akhirnya Abba ke Sengkang untuk melanjutkan sekolahnya. Pada saat itu sistem penerimaan santri di Sengkang menggunakan sistem seleksi kemampuan dasar-dasar agama, salah satu tesnya yakni meng-i’rab kata atau kalimat yang disodorkan oleh penguji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sudah belajar dengan baik dari Ustadz Beddu Safa, Abba dengan sangat mudah menjawab soal-soal yang diberikan. Dan karena kemampuannya tersebut Abba tidak perlu memulai dari kelas 3 ibtidaiyyah (sederajat SD) akan tetapi langsung kelas 5 di mana teman-teman yag lainnya harus mulai dari kelas 3.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat meniti jalan sekolah tersebut menjadi tidak hanya berhenti pada Abba sendiri tetapi juga diikuti langsung generasi dari Cakkeware, Kajuara, Cenrana dan sekitarnya untuk sekolah di As’adiyah, sepupu dan ponakannya yang ikut antara lain Alm. H. Muh Nur (lebih dikenal Ustadz ma’ Nurung; pernah menjadi kepala sekolah ibtidaiyyah mesjid jami sengkang), Alm. H. Amiruddin HT, Ustadz Harisa (pendiri Pondok Pesantren Annahdlah Makassar) serta beberapa yang lainnya baik sepupu atau yang keluarga jauh lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya membuka jalan ini menjadi wasilah penerang junior-juniornya yang juga masih keluarga dekatnya seperti alm. AG K.H Abunawas Bintang, Alm. AG. Jamal, Alm. Ustadz Kanna (Cakkeware) dan banyak lagi generasi-generasi se-zamannya yang meniti jalan ilmu ke As’adiyah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menjadi Guru Di Ponpes As’adiyah Pusat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah lulus Tsanawiyah, Abba kemudian diminta oleh AG Yunus Maratan untuk tetap menjadi guru di As’adiyah, kebetulan mata pelajaran yang diajarkan tidak begitu terang jenisnya, akan tetapi saya sebagai murid dari teman seangkatan Abba yakni alm. AG. Abdul Gani sering menyampaikan kepada saya bahwa “kami dulu diajari Abbamu nahwu-sarof” dan selalu diikuti “kamu pasti pintar nahwu-shorof karena Abbamu dulu yang mengajarkan kami nahwu-shorof”. Dengan dasar ini, saya meyakini Abba mengajar nahwu-sharof tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat mengajar, Abba kemudian juga melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah di Ponpes yang sama. Akan tetapi Abba harus bolak balik ke Desa Taa Kecamatan Cenrana karena harus mengajar Agama di sana. Abba sebenarya menolak karena ingin konsentrasi menyelesaikan sekolah Aliyah dan tetap mengajar di pondok As’adiyah. Akan tetapi karena perintah AG Yunus Maratang membuat Abba tidak bisa menolak permintaan menjadi PNS di Desa Taa tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kuliah Ke Jogja yang Tak Terwujud</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Saya pernah berpikir, kenapa saya sampai kuliah ke Jogja? Ternyata di belakang hari saya mendapat cerita bahwa Abba pernah akan kuliah ke Jogja tapi diurungkan karena merasa tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa Indonesianya yang terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa jadi karena wasilah tersebut akhirnya saya merampungkan kuliah S1-S3 di Yogyakarta. Bisa jadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu hari sahabat sekelas Abba yang bernama AG Sagena (Ketua Umum PP As’adiyah tahun 2018-2022) mengajak Abba bersama-sama berangkat ke Jogja untuk kuliah, karena beberapa orang teman angkatan mendapatkan tawaran kuliah ke Yogyakarta saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi saat itu memang Abba menolak, selain karena sudah mendapatkan perintah dari AG. Yunus Maratang untuk mengajar dengan status PNS, lagi-lagi Abba tidak cukup percaya diri dengan kemampuan bahasanya. Saat itu Abba menjawab ajakan AG. Sagena dengan kalimat “<em>dee wissengngi mabbahasa Indonesia, Bahasa Ugi na bahasa Ara’ bawang uwisseng, ikona bawang lokka</em>’: saya tidak bisa bahasa Indonesia, hanya bahasa Bugis dan Arab yang saya tahu, kamu sajalah yang pergi”.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menghabiskan Hidup untuk As’adiyah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Abba selain menjadi Guru Agama Islam di Kecamatan Cenrana, Abba setiap sore tetap mengajar sekolah Arab (sekolah Ibtidaiyyah, yang setara dengan SD akan tetapi berbahasa Arab). Abba menghabiskan sisa waktunya sebagai PNS dengan mengajar di Madrasah As’adiyah 3 Cabang Cenrana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sekolah ini saya sering berpikir sewaktu masih kecil, bagaimana cara Abba bisa bahasa Arab ya? Pertanyaan ini kemudian terjawab dengan informasi rangkaian cerita panjang di atas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena beliau sangat mencintai Ilmu Agama, sebagai anaknya tentu mendapatkan <em>pressure </em>yang tidak ringan, Abba hampir setiap hari berbahasa Arab kepada saya, dan memaksa saya untuk membaca, memahami dan menghafal Matan Al-Jurumiyyah (Matan Al-Jurumiyyah adalah kitab dasar tata bahasa Arab (ilmu nahwu) karya Imam Ash-Shanhaji yang memuat teori-teori pokok gramatika, mencakup pembahasan kalam (kalimat), <em>i&#8217;rab </em>(perubahan akhir kata),<em> fi&#8217;il </em>(kata kerja), hingga <em>isim-isim</em> yang <em>marfu</em>&#8216;, <em>manshub</em>, dan <em>makhfudh</em>. Kitab ini populer di pesantren sebagai panduan awal membaca kitab kuning).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu Abba meminta saya untuk menghafal dal Kitab al-Barazanji (Kitab al-Barzanji atau Mawlid al-Barzanji adalah salah satu karya sastra keagamaan paling populer di dunia Islam yang berisi doa-doa, puji-pujian, dan narasi sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya merasa Abba menempatkan Kitab Al-Barzanji ini seperti kitab kedua setelah Al-Qur’an yang harus selalu dibaca dan dianjurkan untuk dihapalkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tradisi-tradisi keilmuan sungguh terasa sekali bagi saya, Abba menempatkan seluruh urusan apapun di bawah urusan menuntut ilmu, Abba selalu mengajarkan bahwa sekolah tidak boleh dikalahkan oleh urusan apapun, mau itu urusan pernikahan saudara, urusan saudara meninggal dan berbagai urusan yang mungkin menurut orang lain lebih penting dari sekedar berangkat sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Abba, sekolah itu urusan nomor satu dari semua urusan. Beberapa kali saya merasakan kecewa karena ingin turut hadir di pesta pernikahan saudara baik dari keluarga Abba maupun keluarga Ibu, akan tetapi harus menelan ludah karena Abba melarang dan sering dengan ucapan “acara itu akan berjalan tanpa ada kamu, tapi pelajaran akan tertinggal jika kamu tidak hadir”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin nilai inilah yang membentuk saya menjadi orang yang gemar sekali sekolah, walapun banyak persoalan dan rintangan dalam bersekolah. Akan tetapi semangat untuk terus sekolah berhasil Abba tanam dalam diri saya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini juga saya wariskan ke anak-anak saya, bawa tidak ada urusan yang lebih penting selain sekolah. Mungkin Abba menggunakan kaidah mendahulukan wajib daripada urusan sunnah<br>الْفَرْضُ أَفْضَلُ مِنَ النَّفَل<br>(Wajib lebih utama dari yang sunnah).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya juga menebak, Abba memegang teguh hadits</p>



<p class="wp-block-paragraph">‎(طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ)</p>



<p class="wp-block-paragraph">sebuah hadits shahih yang berarti &#8220;Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim&#8221;.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Abba Berpulang</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggal 4 Februari 2026 pukul 15.30 WITA Abba berpulang ke Rahmatullah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Abba dipanggil kembali oleh Allah SWT dalam usia 93 tahun. Kami yang ditinggalkan tentu berduka dan bersedih, akan tetapi dalam hati kami yang paling dalam tetap berbangga hati, diusianya yang cukup panjang, Abba selalu menjaga sikap sebagai seorang santri yang juga kyai kampung yang sepanjang karir mengajarnya bahkan 10 tahun setelah pensiun masih aktif mengajar di Madrasah As’adiyah Cenrana, mengajar anak-anak kampung membaca Al-Qur’an, Abba tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah dimesjid, tidak pernah meninggalkan sholat tahajjud sepanjang hidupnya sejak usia remaja, Sholat Dhuha juga tak pernah putus dan sangat gigih menyekolahkan anak-anaknya dalam berbagai keterbatasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya yakin Abba tidak mati, tapi Abba sedang diperjalankan menuju Syurga sang Khalik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat Jalan Abba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ijinkan Anak-anakmu meniti jalan ibadah di berbagai bidang, agar amal Abba tak pernah putus karena berbagai amalan yang kami lakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lahulfaatihah.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kami yang Berduka:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak-Anak:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Nurhan H. Mustafa</li>



<li>Hj. Dewi Yastin</li>



<li>Musfirati</li>



<li>Ilma Mustafa</li>



<li>Mustadin Taggala</li>



<li>Mustahyun Taggala</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menantu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Arwing</li>



<li>⁠Edy</li>



<li>⁠Fidaus</li>



<li>⁠Ayu Rahmawati</li>



<li>⁠Kuswandari Estu Putri</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Cucu-cucu:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Ummul waafiah</li>



<li>Milda</li>



<li>Ansar</li>



<li>⁠Fadli</li>



<li>⁠Ridwan</li>



<li>⁠Afdal Aryas</li>



<li>⁠Bimantara Aryas</li>



<li>⁠Syahrial Aryas</li>



<li>⁠Dirham Aryas</li>



<li>⁠Kiandra</li>



<li>⁠Fiqhi Panrita Firdaus</li>



<li>⁠Khalif M Taggala</li>



<li>⁠Khaizan M Taggala</li>



<li>⁠Khadafi M Taggala</li>



<li>⁠Khaleed M Taggala</li>



<li>⁠Khahyang Ayunda M Taggala</li>



<li>⁠Hafnan Nabil Ayri Taggala</li>



<li>⁠Hisyam Malik Ayri Taggala</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Cicit:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Atif fawwaz</li>



<li>⁠Ahmad Syatir Parengreng</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://analisa.id/lokomotif-asadiyah-gerbong-cakkeware-kajuara-cenrana/">Lokomotif As’adiyah Gerbong Cakkeware, Kajuara-Cenrana</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/lokomotif-asadiyah-gerbong-cakkeware-kajuara-cenrana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Nilai Karakter Anak Selama Pandemi Covid-19, Tanggung Jawab Siapa?</title>
		<link>https://analisa.id/pergeseran-nilai-karakter-anak-selama-pandemi-covid-19-tanggung-jawab-siapa/</link>
					<comments>https://analisa.id/pergeseran-nilai-karakter-anak-selama-pandemi-covid-19-tanggung-jawab-siapa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2021 05:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=2958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Alda Marsya AyudiaPenulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Medan. Tulisan ini dalam rangka penuntasan</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/pergeseran-nilai-karakter-anak-selama-pandemi-covid-19-tanggung-jawab-siapa/">Pergeseran Nilai Karakter Anak Selama Pandemi Covid-19, Tanggung Jawab Siapa?</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Alda Marsya Ayudia<br></strong>Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Medan. Tulisan ini dalam rangka penuntasan tugas mata kuliah Penulisan Kreatif yang diampu oleh Ibu Prof. Dr. Rosmawaty Harahap, M.Pd</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Pendidikan sangat penting dalam pembentukan karakter dan budaya bangsa. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat mempersiapkan anak didik agar mampu menduduki perannya di masa yang akan datang. Artinya pendidikan adalah upaya untuk mewujudkan budi pekerti, pola piki, dan jasmani yang selasars dengan lingkungan dan masyarakatnya. Salah satu upaya dalam menciptakan dan mendukung cita-cita pendidikan ialah melalui pendidikan karakter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendidikan karakter merupakan suatu cara yang dilakukan dalam rangka penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri, sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Pendidikan karakter dalam diri anak tidak bisa diwariskan begitu saja melalui gen keturunan. Karena sejatinya nilai karakter akan terbentuk dalam lingkungan tempat di mana ia meresap segala apa yang dibutuhkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Umumnya pendidikan karakter anak dipengaruhi tiga faktor seperti rumah tangga, lingkungan sekolah, tempat bermain maupun masyarakat luas. Namun kita ketahui bahwa selama ini faktor yang paling penting dalam proses pembentukan karakter anak ialah melalui lingkungan sekolah. Mengapa demikian? Sekolah merupakan tempat di mana orang tua menitipkan anaknya dengan harapan bahwa anaknya akan memperoleh pengetahuan dan karakter yang baik untuk masa depannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekolah adalah tempat di mana pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang anak dibentuk. Di sekolah seorang guru harus mampu mentransfer baik pengetahuan maupun sikap yang mencerminkan karakter baik dalam diri anak didiknya. Sosok seorang guru merupakan cerminan yang diharapkan untuk membentuk kepribadian anak didiknya. Tetapi bagaimana jika saat ini sekolah tidak mampu melakukan hal yang demikian pentingnya? Saat ini kita sedang dihadapkan dengan masalah pandemi covid-19 yang hingga saat ini tidak dapat diprediksi kapan berkahir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pamdemi Covid-19 membawa perubahan atau dampak yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat dunia. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Tak dapat dipungkiri bahwa kualitas pendidikan yang dialami oleh peserta didik saat ini sangat memprihatinkan. Disadari atau tidak, perubahan proses pembelajaran selama pandemi telah menyebabkan pergeseran nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik. Banyak nilai-nilai karakter yang hilang selama masa pandemi. Hal itu disebabkan karena guru tidak bisa secara langsung menanamkan nilai-nilai karakter yang sejatinya di dapat oleh anak didik selama di sekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita lihat, fenomena yang timbul dalam karakter anak di masa pandemi cukup meresahkan terutama yang dirasakan oleh orang tua di rumah. Jika selama ini orang tua menggantungkan dan berharap penuh pada guru di sekolah. Maka, saat ini orang tua harus menghadapi anaknya sendiri dalam rangka membelajarkan anaknya di rumah. Tidak sedikit orang tua mengeluh menghadapi kelakuaan anaknya selama proses pembelajaran. Tidak hanya itu, karakter-karakter baik dalam diri seorang anak yang kian memudar membuat para orang tua cemas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, banyak dampak negatif yang ditimbulkan selama proses pembelajaran masa pandemi covid-19. Mulai dari putus sekolah, stress akibat kejenuhan, sampai berujung pada tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Hal itu tentunya menjadi tantangan yang berat bagi masyakarat dan pemerintah terutama pada sektor pendidikan. Berimbasnya dampak pademi dalam bidang pendidikan ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Hal ini harus menjadi perharian bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena pergeseran nilai karakter yang terjadi pada anak selama pandemi covid-19 bukan menjadi suatu hal yang menimbulkan permasalah saling menyalahkan anatara satu sama lain. Sekolah tidak bisa disalahkan atas memudarnya nilai karakter, begitupun orang tua di rumah. Melainkan hal ini menjadi tugas bagi seluruh lapisan masyarakat. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bertanggungjawab atas pembentukan nilai-nilai karakter anak yang hilang selama pandemi. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bertanggungjawab atas proses pembentukan nilai karakter. Maka dari itu, masa pandemi bukan menjadi asalan untuk tidak dapat membangun nilai karakter demi terciptanya generasi penerus bangsa yang cerdas juga berkarakter. &nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/pergeseran-nilai-karakter-anak-selama-pandemi-covid-19-tanggung-jawab-siapa/">Pergeseran Nilai Karakter Anak Selama Pandemi Covid-19, Tanggung Jawab Siapa?</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/pergeseran-nilai-karakter-anak-selama-pandemi-covid-19-tanggung-jawab-siapa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Hari Membaca Nyaring Sedunia &#8211; World Read Aloud Day</title>
		<link>https://analisa.id/sejarah-hari-membaca-nyaring-sedunia-world-read-aloud-day/</link>
					<comments>https://analisa.id/sejarah-hari-membaca-nyaring-sedunia-world-read-aloud-day/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2021 14:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Penting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=2753</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, ANALISA INDONESIA &#8211; Selain memperingati Hari Buku, dan Hari Kunjung Perpustakaan, kita juga mengenal</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/sejarah-hari-membaca-nyaring-sedunia-world-read-aloud-day/">Sejarah Hari Membaca Nyaring Sedunia &#8211; World Read Aloud Day</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>JAKARTA, ANALISA INDONESIA</strong> &#8211; Selain memperingati Hari Buku, dan <a href="https://analisa.id/sejarah-hari-kunjungan-perpustakaan-dan-tokoh-dibaliknya/04/09/2019/">Hari Kunjung Perpustakaan</a>, kita juga mengenal Hari Membaca Nyaring Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Februari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip laman <em>Globe Trottin Kids</em>, disebutkan jika ide awal World Read Aloud Day (WRAD) pertama kali digagas oleh LitWorld sebuah organisasi non profit yang percaya akan kekuatan membaca nyaring. Membaca nyaring membantu dalam skill literasi, membangun komunitas dan juga menghubungkan antara satu dan yang lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Alasan Lahirnya Hari Membaca Nyaring Sedunia</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip <em>Global Literacy Statistic</em>s, LitWorld WRAD packet setidaknya saat ini terdapat lebih dari 750 juta orang dewasa (dua pertiganya perempuan) tidak memiliki keterampilan membaca dan menulis dasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu membacakan lantang untuk anak-anak menempatkan mereka hampir satu tahun di depan anak-anak yang tidak menerima bacaan harian, terlepas dari pendapatan orang tua, tingkat pendidikan atau latar belakang budaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, individu dengan tingkat melek huruf yang rendah cenderung tidak berpartisipasi dalam proses demokrasi dan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk sepenuhnya menggunakan hak sipil mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, orang yang buta huruf berpenghasilan 30-42% lebih rendah dari rekan mereka yang melek huruf.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari Membaca Nyaring pada tahun 2018 menjadi Hari Baca Nyaring yang penting, karena di tahun tersebut bersamaan dengan ulang tahun ke-20 serial Harry Potter. Malam Harry Potter juga dirangkaikan dengan peringatan WRAD yang diisi dengan membaca buku Harry Potter dengan nyaring di seluruh dunia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1021" height="391" src="https://analisa.id/wp-content/uploads/2021/02/Hari-membaca-nyaring.jpg" alt="" class="wp-image-2754" srcset="https://analisa.id/wp-content/uploads/2021/02/Hari-membaca-nyaring.jpg 1021w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2021/02/Hari-membaca-nyaring-300x115.jpg 300w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2021/02/Hari-membaca-nyaring-768x294.jpg 768w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2021/02/Hari-membaca-nyaring-696x267.jpg 696w" sizes="(max-width: 1021px) 100vw, 1021px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Hari Membaca Nyaring di Indonesia</strong></h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ide ini Hari Membaca Nyaring Sedunia pertama kali digagas pada tahun 2010 dan hingga 2021 telah diikuti oleh 173 negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia, Hari Membaca Nyaring diperingati oleh lembaga maupun organisasi yang berkecimpung dalam kegiatan literasi terutama yang berkaitan dengan buku anak.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/sejarah-hari-membaca-nyaring-sedunia-world-read-aloud-day/">Sejarah Hari Membaca Nyaring Sedunia &#8211; World Read Aloud Day</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/sejarah-hari-membaca-nyaring-sedunia-world-read-aloud-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Singapura Resesi? Bagaimana dengan Indonesia?</title>
		<link>https://analisa.id/singapura-resesi-bagaimana-dengan-indonesia/</link>
					<comments>https://analisa.id/singapura-resesi-bagaimana-dengan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2020 07:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=2129</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Muhammad Sanjaya PutraPenulis adalah Mahasiswa D3 Akuntansi Politeknik Keuangan Negara Stan (PKN STAN) *** Singapura</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/singapura-resesi-bagaimana-dengan-indonesia/">Singapura Resesi? Bagaimana dengan Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Muhammad Sanjaya Putra<br></strong>Penulis adalah Mahasiswa D3 Akuntansi Politeknik Keuangan Negara Stan (PKN STAN)</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singapura menjadi negara maju satu-satunya di kawasan asia tenggara. Hingga kemudian pandemi Covid 19 melahirkan cerita baru bagi negara tersebut. Singapura baru saja menghebohkan dunia dengan berita bahwa negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia ini,  mengalami resesi.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data yang telah disampaikan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) disebutkan bahwa pada kuartal I tahun 2020 ekonomi  negara tersebut telah mengalami kontraksi sampai dengan 2,2% secara tahunan dan pada kuartal II tahun ini ekonomi Singapura juga mengalami kemerosotan sekaligus kontraksi hingga 41,2%. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan jika dilihat secara tahunan ekonomi Singapura mengalami kontraksi sampai dengan 12%. Hal ini disebabkan karena pemberlakuan peraturan penguncian wilayah (<em>lockdown) </em>dalam mencegah terjadinya penularan virus corona yang saat ini sedang melanda seluruh dunia, sehingga perekonomian negara Singapura tidak berjalan dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Berbicara tentang resesi, mari kita ketahui lebih jauh tentang apa itu resesi ?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam ilmu ekonomi makro, resesi merupakan kondisi dimana ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara bersamaan pada seluruh kegiatan perekonomian seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Selain itu resesi juga sering dikaitkan dengan masalah turunnya harga-harga (deflasi), ataupun sebaliknya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang kita kenal sebagai stagflasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip dari <em>Forbes</em>, resesi dapat diartikan sebagai penurunan yang signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan juga bias bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut para ahli, suatu negara bias dikatakan mengalami resesi ketika ekonomi suatu negara tersebut mengalami produk domestik bruto (PDB) negatif, jumlah pengangguran semakin meningkat, dan kontraksi ukuran pendapatan dan manufaktur untuk periode waktu yang cukup panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lalu bagaimana dengan perekonomian di Indonesia akibat pandemic ini ?</strong></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="850" height="546" src="https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi.png" alt="" class="wp-image-2131" srcset="https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi.png 850w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi-300x193.png 300w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi-768x493.png 768w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi-696x447.png 696w, https://analisa.id/wp-content/uploads/2020/08/resesi-654x420.png 654w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarakan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) pada kuartal II 2020 perekonomian Indonesia mengalami kontraksi atau negatif hingga mencapai 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, lebih buruk dari proyeksi pemerintah negatif sebesar 4,32%.Perekonomian Indonesia juga tercatat negatif 4,19% dibandingkan kuartal I 2020 dan minus 1,62% pada sepanjang semester pertama tahun ini dibandingkan semester I 2019.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa perekonomian Indonesia mengalami kontraksi atau negaitf hingga mencapai angka 5,32% ? Hal ini sama seperti negara Singapura sebelumnya, dengan adanya pemberlakuan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia dalam mencegah menyebarnya wabah covid-19 saat ini sehingga perekonomian Indonesia menjadi terhambat dan melemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Apakah Indonesia dapat dikatakan sudah mengalami resesi ?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, saat ini kondisi perekonomian Indonesia belum dapat diartikan sebagai bentuk resesi teknikal, meskipun perekonomian mengalami kontraksi atau negatif hingga mencapai 5,32%.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konferensi pers daring Bersama KKSK pada Rabu (5/8/2020) lalu, Menteri Kuangan Sri Mulyani juga menyatakan bahwa jika dilihat secara <em>yaer on year </em>(yoy), belum dapat dikatakan resesi secara teknikal, sebab ini pertama kalinya Indonesia mengalami kontraksi. Pertumbuhan <em>quarter-to-quarter </em>biasanya yang dilihat resesi adalah secara yoy dua kurtal berturut-turut.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/singapura-resesi-bagaimana-dengan-indonesia/">Singapura Resesi? Bagaimana dengan Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/singapura-resesi-bagaimana-dengan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Perpustakaan Dalam Menunjang Proses Pembelajaran di Pandemi Covid-19 Untuk Anak Kebutuhan Khusus</title>
		<link>https://analisa.id/peran-perpustakaan-dalam-menunjang-proses-pembelajaran-di-pandemi-covid-19-dan-untuk-anak-kebutuhan-khusus/</link>
					<comments>https://analisa.id/peran-perpustakaan-dalam-menunjang-proses-pembelajaran-di-pandemi-covid-19-dan-untuk-anak-kebutuhan-khusus/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 00:51:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Rizky Agassy SihombingPenulis adalah mahasiswa Bilingual Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan *** Masyarakat</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/peran-perpustakaan-dalam-menunjang-proses-pembelajaran-di-pandemi-covid-19-dan-untuk-anak-kebutuhan-khusus/">Peran Perpustakaan Dalam Menunjang Proses Pembelajaran di Pandemi Covid-19 Untuk Anak Kebutuhan Khusus</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Rizky Agassy Sihombing<br></strong>Penulis adalah mahasiswa Bilingual Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat secara umum sudah tidak asing lagi mendengar kata perpustakaan. Secara sederhana perpustakaan adalah sekumpulan dari beberapa jenis dan ragam koleksi buku, jurnal, tulisan ilmiah, bahkan terdapat berbagai jenis majalah dan juga komik, yang bisa di akses atau dibaca di berbagai tempat perpustakaan di tempat mereka tinggal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpustakaan merupakan tempat yang sangat nyaman, bagi yang biasanya suka membaca di tempat yang sunyi dan senyap, agar kita bisa berkonsentrasi terhadap apa yang dibaca. Peran perpustakaan secara umum merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi proses pembelajaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di berbagai negara, termasuk di negara Indonesia sudah tersedia berbagai perpustakaan. Misalnya,  perpustakaan berjalan yang bukunya, bahkan beberapa koleksi lainnya dapat kita baca secara langsung. Juga beberapa platform perpustakaan digital yang dapat diakses secara gratis dan juga praktis. Perpustakaan digital yang cukup besar misalnya Perpusnas (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpustakaan yang tertata secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses pembelajaran di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode pembelajaran yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tahun 2020, berbagai negara termasuk Indonesia harus merasakan berbagai perubahan akibat pandemi Covid-19. Akibatnya terjadi berbagai langkah pencegahan termasuk PSBB (Pembatasan sosial berskala besar) atau bisa juga disebut <em>Social Distancing,</em> dimana kita dianjurkan, bahkan dilarang untuk keluar rumah tanpa alasan yang tepat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibat adanya pandemi tersebut, berbagai perpustakaan ditutup, sehingga para pembaca tidak dapat secara langsung membaca buku, jurnal, tulisan ilmiah, bahkan majalah dan komik yang biasa mereka baca di perpustakaan, kini sirna begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, banyak platform-platform bacaan online atau perpustakaan digital yang membuka situs mereka dengan alasan agar para pembaca atau penikmat bacaan dapat membaca, bahkan kita dapat mendownload berbagai bacaan dirumah saja, tanpa harus keluar rumah, dan biasanya platform ini tidak memungut biaya apapun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang, banyak anak remaja, bahkan orang tua membaca bacaan di plaltform online, dan biasanya mereka akan mengunjungi situs bacaan online Perpusnas. Anak remaja, bahkan orang tua dapat mengakses platform bacaan online dengan mudah, tetapi bagaimana nasib seorang anak yang berkebutuhan khusus dalam membaca bacaan di perpustakaan, bahkan di platform-platform bacaan online?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak berkebutuhan khusus, biasanya secara umum dapat diartikan oleh masyarakat sebagai anak yang memiliki kekurangan, anak yang butuh support dari berbagai orang, dan juga biasanya mereka mengartikan anak kebutuhan khusus dengan sebutan anak yang cacat. Semestinya, menurut berbagai jurnal, bahkan buku, salah satunya dikutip dari buku tentang psikologi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki perbedaan dengan anak-anak secara umum atau rata-rata anak seusianya, bisa juga dikatakan anak yang mengalami hambatan jasmani atau gangguan psikologis. Anak dikatakan berkebutuhan khusus jika ada sesuatu yang kurang atau bahkan lebih dalam dirinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara menurut salah satu pakar psikologi yakni Heward, anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus 6 yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik. Untuk itu pelayanan kegiatan yang diberikan dalam rangka bermain dan belajar sebaiknya dengan menggunakan strategi yang dinamis dan bervariasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memerlukan penanganan khusus sehubungan dengan gangguan perkembangan dan kelainan yang dialami anak. Mereka yang digolongkan pada anak yang berkebutuhan khusus dapat dikelompokkan berdasarkan gangguan atau kelainan pada aspek: Fisik/motorik a.l. cerebral palsi, polio, Kognitif (mental retardasi, anak unggul), Bahasa dan bicara, Pendengaran, Penglihatan, Sosial emosi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak tersebut membutuhkan metode, material, pelayanan dan peralatan yang khusus agar dapat mencapai perkembangan yang optimal. Karena anak-anak tersebut mungkin akan belajar dengan kecepatan yang berbeda dan juga dengan cara yang berbeda. Walaupun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda dengan anak-anak secara umum, mereka harus mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama. Hal ini dapat dimulai dengan cara penyebutan terhadap anak dengan kebutuhan khusus tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perpustakaan untuk anak berkebutuhan khusus itu sendiri belum banyak tersedia, apalagi di negara kita, negara Indonesia. Semestinya, terdapat sebuah perpustakaan khusus atau platform bacaan online yang dapat diakses oleh anak berkebutuhan khusus dengan bantuan orang disekitarnya. Anak berkebutuhan khusus juga memerlukan layanan perpustakaan bahkan platform bacaan online yang dapat mereka akses, seperti yang kita tahu, peranan perpustakaan secara umum merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi proses pembelajaran. Perpustakaan yang tertata secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode pembelajaran yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan. Tetapi untuk anak berkebutuhan khusus itu sendiri, masih banyak yang belum bisa menerima peranan penting dari perpustakaan itu sendiri, dikarenakan masih belum tersedianya secara merata tempat bacaan atau perpustakaan bahkan platform bacaan online khusus anak berkebutuhan khusus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seharusnya, pemerintah dapat membuat semacam tempat bacaan khusus atau yang biasa disebut sebagai perpustakaan khusus untuk si anak berkebutuhan khusus itu sendiri. Namun, yang kita tahu tidaklah mudah pastinya dalam membuat semacam tempat bacaan khusus untuk si anak berkebutuhan khusus, kita harus memperhatikan segala aspek, melakukan pemetaan, bahkan rancangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saya mengharapkan kepada para pemerintahan agar dapat membuat sebuah tempat bacaan khusus untuk si anak berkebutuhan khusus, bahkan sebuah platform bacaan online yang dapat mereka akses dengan mudah dan juga praktis dengan bantuan orang disekelilingnya, agar dapat meningkatkan kognitif bahkan menunjang proses belajar mengajar anak berkebutuhan khusus itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun, pastinya akan kewalahan bagi kita dalam menghadapi si anak berkebutuhan khusus dalam membaca didalam tempat bacaan khusus atau perpustakaan yang pengunjungnya khusus mereka. Tetapi kita haruslah sabar dalam menghadapi permasalahan tersebut, kita harus yakin, bahwa kita bisa membuat si anak berkebutuhan khusus itu, agar mereka dapat menikmati layanan yang telah dibuat oleh pemerintah, yakni perpustakaan bahkan platform bacaan online.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/peran-perpustakaan-dalam-menunjang-proses-pembelajaran-di-pandemi-covid-19-dan-untuk-anak-kebutuhan-khusus/">Peran Perpustakaan Dalam Menunjang Proses Pembelajaran di Pandemi Covid-19 Untuk Anak Kebutuhan Khusus</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/peran-perpustakaan-dalam-menunjang-proses-pembelajaran-di-pandemi-covid-19-dan-untuk-anak-kebutuhan-khusus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengangkat Sejarah ”Eluh Berru Tinambunen“ Sebagai Kekayaan Sastra Lisan Sumatera Utara</title>
		<link>https://analisa.id/mengangkat-sejarah-eluh-berru-tinambunen-sebagai-kekayaan-sastra-lisan-sumatera-utara/</link>
					<comments>https://analisa.id/mengangkat-sejarah-eluh-berru-tinambunen-sebagai-kekayaan-sastra-lisan-sumatera-utara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 01:55:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Esra M. Manurung, Meyetty Br. Purba, Laila Maharani Sipahutar, Sarmainah HasibuanPenulis adalah Mahasiswa</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/mengangkat-sejarah-eluh-berru-tinambunen-sebagai-kekayaan-sastra-lisan-sumatera-utara/">Mengangkat Sejarah ”Eluh Berru Tinambunen“ Sebagai Kekayaan Sastra Lisan Sumatera Utara</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh : <strong>Esra M. Manurung, Meyetty Br. Purba, Laila Maharani Sipahutar, Sarmainah Hasibuan</strong><br>Penulis adalah Mahasiswa semester 4 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan</p>



<p class="wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumatera Utara memiliki kekayaan sastra lisan yang sayangnya belum banyak diangkat ke publik. Akhirnya tak jarang sastra lisan tersebut semakin terlupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sastra lisan adalah kesusastraan yang mencakup ekspresi kesusastraan warga dan kebudayaan yang disebarkan dari dan turun-temurunkan secara lisn atau dari mulut ke mulut (Hutomo, 1991: 1). Sastra lisan sendiri memiliki nilai-nilai yang luhut dalam masyarakat lebih-lebih pada kebudayaan yang ada dalam masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui  wawancara yang dilakukan sebelumnya kepada narasumber yaitu P. Berutu dan A. Manik ditemukan begitu banyak sastra lisan di Sumatera Utara yang memasuki masa kritis. Mengapa demikian? Seiring dengan memudarnya penggunaan bahasa daerah (etnis Sumatera Utara) di dalam masyarakat Batak. Sebab sastra lisan tidak lepas dari bahasa pendukungnya. Keduanya adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Melalui bahasa etnis tersebutlah, sastra lisan melekat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah Eluh Berru Tinambunen menjadi salah satu sastra lisan yang diakui belum diketahui oleh orang banyak. Bahkan kisah ini belum dipublikasikan ke dalam media.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Eluh Berru Tinambunen” tepatnya terletak di kaki Delleng Simpon (Pegunungan) di Pakpak Bharat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">A.Manik seorang masyarakat Desa Sukaramai, Kec. Kerajaan  mengisahkan kepada penulis jika cerita ini bermula pada zaman dahulu ada seorang putri cantik nan jelita dan memiliki suara merdu yang merupakan keturunan marga Tinambunen. Karena kecantikan parasnya seorang raja melamarnya yang ingin di jadikan sebagai istri ataupun permaisuri raja tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi sang putri menolak lamaran raja. Sang putri menolak dan tidak menyukai Raja dikarenakan dia anak dari keluarga kaya raya. Berbagai cara dilakukan keluarga agar bru Tinambunen mau menikah dengan Raja tersebut. Akan tetapi putri bru Tinambunen masih saja menolak lamaran itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sang Raja tidak tinggal diam, Ia tidak merasa puas bila dia tidak mendapatkan putri bru Tinambunen. Hingga akhirnya, sang Raja memerintahkan pasukannya untuk menculik puti bru Tinambunen.  Ketika tengah malam putri bru Tinambunen tertidur sangat lelap dan pasukan raja tersebut membawa diam- diam putri bru Tinambunen pergi untuk dibawa ke rumah raja tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ketika berada di puncak Delleng Simpon, putri bru dinam terbangun dari tidurnya. Dia menyadari bahwa dia telah dibawa diam- diam oleh raja yang akan dijadikan sebagai istri raja tersebut. Menyadari hal itu, putri Berru Tinambunen pun menangis, dia tidak tahu jalan pulang ke rumahnya karena dia dibawa saat malam hari. Putri bru Tinambunenpun menangis sejadi jadinya mengingat nasibnya yang akan menikah dengan Raja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak saat itulah Eluh Berru Tinambunen terbentuk di Delleng Simpon. Eluh Berru Tinambunen ini seperti tanah yang dilubangi yang berisikan air mata putri bru Tinambunen, yang tidak pernah kering walaupun sedang musim kemarau dan setiap orang yang mengunjungi Eluh Berru Tinambunen ini di sarankan  untuk mencuci wajah pada air tersebut sebagai adat- istiadat di lokasi tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat meyakini jika ait tersebut bisa menyumbuhkan rasa lelah jika kita mencuci wajah kita pada air tersebut dan ada beberapa masyarakat juga mempercayai bahwa air Eluh tersebut mata air cari jodoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah kami lakukan, dapat diambil simpulan sebagai berikut. “Eluh Bru Tinambunen ini berawal dari air mata putri bru Tinambunen yang tidak mau dinikahi oleh raja”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal-hal yang kami peroleh dari penelitian ini menjadi salah satu kekayaan sastra etnis yang banyak tersebar di Sumatera Utara, khususnya etnis Pakpak. Sastra ini merupakan salah satu sastra lisan yang ada dan menjadi cerita turun-temurun di sekitar masyarakat Pakpak Bharat . Namun, sekarang banyak kepercayaan yang sudah dilupakan masyarakat karena sudah mempercayai agama dan Tuhan.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/mengangkat-sejarah-eluh-berru-tinambunen-sebagai-kekayaan-sastra-lisan-sumatera-utara/">Mengangkat Sejarah ”Eluh Berru Tinambunen“ Sebagai Kekayaan Sastra Lisan Sumatera Utara</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/mengangkat-sejarah-eluh-berru-tinambunen-sebagai-kekayaan-sastra-lisan-sumatera-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Tumbuhan Jarak (Ricinus Communis) Sebagai Energi Alternatif</title>
		<link>https://analisa.id/pemanfaatan-tumbuhan-jarak-ricinus-communis-sebagai-energi-alternatif/</link>
					<comments>https://analisa.id/pemanfaatan-tumbuhan-jarak-ricinus-communis-sebagai-energi-alternatif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 01:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1926</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Aulia Eka RahmaPenulis merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/pemanfaatan-tumbuhan-jarak-ricinus-communis-sebagai-energi-alternatif/">Pemanfaatan Tumbuhan Jarak (Ricinus Communis) Sebagai Energi Alternatif</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Aulia Eka Rahma<br></strong>Penulis merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia merupakan Negara dengan Iklim Tropis. Perairan yang hangat di wilayah Indonesia sangat berperan dalam menjaga suhu di darat tetap konstan, dengan rerata suhu 28 °C di wilayah pesisir, 26 °C di wilayah pedalaman dan dataran tinggi, serta 23 °C di wilayah pegunungan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan suhu antarmusim di Indonesia pun tidak begitu signifikan. Dengan adanya iklim tropis ini membuat berbagai macam jenis tumbuhan serta hewan dapat berkembang biak dengan baik dan membangun keanekaragaman hayati yang baik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun berbagai jenis tumbuhan yang mampu hidup di daerah tropis yaitu tumbuhan Perdu, yaitu tumbuhan yang rendah dan batang yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Tumbuhan perdu  juga tidak memiliki perawatan khusus dalam masa tanamnya,dan juga tanaman ini juga bisa beradaptasi baik di daerah yang tropis maupun subtropis. Dan ada juga tumbuhan perdu yang mampu hidup di iklim yang dingin. Salah satu tumbuhan yang sering dijumpai dengan memiliki berbagai macam manfaat yaitu Tumbuhan Jarak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumbuhan Jarak merupakan tanaman perdu yang memiliki daun tunggal yang menjari berjumlah ganjil (7 atau 9 ruas) yang hidup di daerah yang subtropika dan tropika pada ketinggian 0-800 mdpl. Tumbuhan ini mudah dijumpai di Indonesia karena iklimnya yang tropis membuat tumbuhan Jarak mudah tumbuh di Indonesia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun,banyak masyarakat yang kurang edukasi dan menganggap tumbuhan Jarak hanya sebagai tanaman semak tanpa kegunaan yang besar. Padahal,potensi dari tumbuhan Jarak ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alam yang multifungsi. Beberapa ahli telah membuat penelitian mengenai tumbuhan ini, yaitu seperti membuat inovasi Biodiesel yang sebagai energi alternatif yang mampu menggantikan penggunaan Bahan Bakar dari Minyak Bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumbuhan Jarak memiliki Batang kayu yang kuat, Daun yang tunggal dan menjari serta Buah yang bentuknya bulat dan memiliki warna hijau dan coklat tua di bagian ujung buah. Selain itu, akar dari tumbuhan yang merupakan akar tunggang membuat tumbuhan ini menjadi tumbuhan perdu yang kokoh. Biji yang terletak di dalam buah juga memiliki bentuk bulat lonjong dan warna yang coklat kehitaman. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanaman ini menghasilkan minyak dari biji yang terdapat di buah, yaitu minyak jarak, dan mengandung zat ricin, sejenis racun yang mematikan. Pohon jarak merupakan satu-satunya tumbuhan yang bijinya kaya akan suatu asam lemak hidroksi, yaitu asam ricinoleat. Adanya asam lemak ini membuat minyak biji jarak memiliki kekentalan yang stabil pada suhu tinggi sehingga minyak jarak dipakai sebagai campuran pelumas. Inti biji (kernel) jarak pagar mengandung sekitar 40-45 persen minyak sehingga dapat diekstrak menjadi minyak jarak dengan cara mekanis ataupun ekstraksi menggunakan perarut seperti heksana</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia,pemanfaatan tumbuhan ini yaitu sebagai obat, seperti obat penyakit kulit dan sebagai penyembuhan pasca melahirkan. Namun, banyak pengembangan pemanfaatan tumbuhan Jarak ini dengan adanya penelitian-penelitian terbaru yaitu seperti di ilmu bioteknologi   dan  rekayasa genetika   serta   mencari sumber  keragaman baru  genetika pada tumbuhan Jarak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan tumbuhan Jarak yang akan dikembangkan lagi yaitu potensi tumbuhan Jarak sebagai energi Biodiesel. Energi Biodiesel ini menjadi salah satu inovasi yang didapat dari minyak Jarak. .  Minyak jarak yang memiliki sifat tahan panas. Pemanfaatan dari minyak ini kemudian dikembangkan dan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun beberapa tahapan dari pembuatan Minyak jarak yang akan menjadi Biodiesel yaitu tahapan pertama dengan mengolah Biji Jarak dengan bersih sehingga bisa diolah ke tahapan Esterifikasi. Tahapan mengolah biji Jarak ini dengan membersihkan biji dan merendam biji kedalam air mendidih lalu mengeringkan biji. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Biji yang kering dapat dilakukan pengepresan untuk mendapatkan minyak dari Jarak. Adapun tahapan menggunakan reaksi Kimia yaitu Reaksi Esterifikasi , Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi Reaksi Transesterifikasi: Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai pada tahap ini, pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku alternatif tanaman jarak pagar telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak solar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemanfaatan Biodiesel ini masih dalam tahapan pengembangan, mengingat energi Biodiesel ini masih sebagai energi alternatif,belum memiliki kepopuleran seperti pemanfaatannya pada hasil produk lain dari tumbuhan Jarak seperti obat-obatan dan juga sabun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kedepan diharapkan energi ini mampu menggantikan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti Minyak Bumi untuk menjaga kelestariannya dan juga dapat mengurangi polusi yang ada.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/pemanfaatan-tumbuhan-jarak-ricinus-communis-sebagai-energi-alternatif/">Pemanfaatan Tumbuhan Jarak (Ricinus Communis) Sebagai Energi Alternatif</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/pemanfaatan-tumbuhan-jarak-ricinus-communis-sebagai-energi-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahaya Radiasi Smartphone Bagi Kesehatan Tubuh</title>
		<link>https://analisa.id/bahaya-radiasi-smartphone-bagi-kesehatan-tubuh/</link>
					<comments>https://analisa.id/bahaya-radiasi-smartphone-bagi-kesehatan-tubuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2020 13:15:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Yenni Triana Lumban GaolMahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan *** Canggihnya teknologi membantu</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/bahaya-radiasi-smartphone-bagi-kesehatan-tubuh/">Bahaya Radiasi Smartphone Bagi Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Yenni Triana Lumban Gaol<br></strong>Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Canggihnya teknologi membantu manusia untuk melakukan pekerjaan, salah satunya smartphone/ponsel. Sebelum diciptakan ponsel, orang akan bertukar informasi melalui surat. Berbeda dengan zaman sekarang, hanya menjetikkan jari diatas layar ponsel, pesan kita sudah tersampaikan kepada orang lain. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di zaman sekarang juga orang dewasa maupun anak kecil sudah memakai smartphone, penggunaan smartphone meningkat pesat. Tidak aneh jika sekarang banyak orang menghabiskan waktu berkutat dengan smartphone, laptop atau perangkat digital lainnya untuk mendapatkan informasi atau sekedar mencari hiburan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambah lagi dengan situasi Indonesia saat ini dimana kita sedang menghadapi yang namanya Pandemi <em>Virus Covid-19.</em> Situasi ini mewajibkan kita untuk Stay at Home dan menjaga jarak antara satu dengan yang lain. Penggunaan smartphone dalam situasi ini menjadi sangat penting dalam menjalankan segala aktivitas, mulai dari bekerja, kuliah, atau aktivitas yang lainnya yang membantu kita untuk bekerja atau kuliah dari rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masyarakat modern, Smartphone sudah menjadi kebutuhan primer. Padahal penggunaan smartphone itu sendiri ternyata menimbulkan radiasi yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh jika penggunaannya secara terus menerus tanpa ada batas waktu. Pada smartphone terdapat transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang RF (Radio Frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik (EMF) terdiri dari gelombang elektrik dan energi magnetik dengan kecepatan cahaya. Semua energi elektromagnetik jatuh pada spectrum elektromagnetik, yang jaraknya dari radiasi ELF (extremely low frequency) sampai sinar X dan sinar Gamma. Yang sering diperdebatkan sekarang adalah seberapa besar radiasi tersebut berbahaya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam penelitian terbaru, dampak radiasi smartphone ternyata tidak terlalu berbahaya. Menurut studi terkini, pancaran radiasi smartphone ternyata lebih rendah dibandingkan radiasi ionisasi yang didapat dari X-ray dan dapat memicu kanker. Meski dinyatakan tidak terlalu berbahaya, namun jika digunakannya secara terus menerus tanpa ada batas waktu, maka radiasi yang dipancarkan akan menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan tubuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini bahaya radiasi smartphone bagi kesehatan tubuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sering Sakit Kepala</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sering merasakan sakit kepala bahkan vertigo (merasa diri dan sekeliling berputar-putar), bisa disebabkan oleh smartphone yang kamu simpan terlalu dekat dengan kepala. Karena energy negatif RF (Radio Frequency) akan terkumpul dan mudah masuk ke otak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memicu Kerusakan Otak</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang radiasi smartphone pada umumnya dapat menembus ruang hampa udara bahkan mampu menembus jaringan otak. Kalau kondisi tersebut berlangsung secara terus menerus, maka gelombang radiasi ini akan menyebabkan glikoma yang berakhir pada kerusakan otak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mudah Lelah Tapi Sulit Untuk Tidur</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Radiasi yang terpancar dari penggunaan smartphone yang berjam-jam akan menyebabkan saraf-saraf di sekitar kepala dan wajah menjadi tegang, sehingga aliran darah pun menjadi tersendat-sendat. Akibatnya tubuh akan terasa mudah lelah dan kekurangan energi karena kurangnya cairan tubuh. Jadi ketika ingin beristirahat, kita malah merasa gelisah yang berlebihan sehingga sulit untuk tidur.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Terserang Alzheimer (Daya Ingat Menurun)</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Penelitian yang dilakukan di Swiss Tropical and Public Health Institute ini mengungkap, radiasi dari smartphone bisa mengakibatkan eksposur radiasi RF-EMF yang bisa menurunkan performa daya ingat remaja. Martin Roosli, salah satu peneliti studi tersebut, mengatakan radiasi RF-EMF bisa diserap otak. Karena radiasi tersebut terlalu berat, ia bisa merusak otak dan berdampak ke penurunan daya ingat. Penelitian tersebut melibatkan 700 remaja berusia 12 hingga 17 tahun. Semua peserta penelitian dianalisa selama satu tahun saat menggunakan smartphone. Hasilnya, kebanyakan mengaku mengalami penurunan daya ingat yang drastis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah beberapa bahaya radiasi smartphone yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh yang bisa kita ketahui. Bagaimana cara mengurangi radiasi tersebut pada kesehatan tubuh kita? Ya mencegah memang lebih baik daripada mengobati, bukan? Agar anda memperkecil bahaya radiasi bagi kesehatan tubuh anda, sebaiknya kurangi penggunaan smartphone agar terhindar dari penyakit- penyakit bahaya tersebut. Misalnya, menghindari bermain ponsel sebelum tidur atau di waktu-waktu senggang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, penggunaan smartphone yang dimaksud bukan seperti aktivitas seperti mengirim SMS atau bermain game mobile. Radiasi smartphone bisa terpancar saat pengguna memakai smartphone untuk menelepon, baik dari jaringan telepon atau berbasis aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dan lainnya. Untuk meminimalisir radiasi smartphone tersebut, gunakan earphone atau headset.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/bahaya-radiasi-smartphone-bagi-kesehatan-tubuh/">Bahaya Radiasi Smartphone Bagi Kesehatan Tubuh</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/bahaya-radiasi-smartphone-bagi-kesehatan-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengetahui Efek Radiasi pada Anak-anak</title>
		<link>https://analisa.id/mengetahui-efek-radiasi-pada-anak-anak/</link>
					<comments>https://analisa.id/mengetahui-efek-radiasi-pada-anak-anak/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 04:21:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1880</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Erpida OmpusungguMahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan *** Nilai batas dosis yang diberlakukan</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/mengetahui-efek-radiasi-pada-anak-anak/">Mengetahui Efek Radiasi pada Anak-anak</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Erpida Ompusunggu<br></strong>Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai batas dosis yang diberlakukan di Indonesia dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional Nomor: PN 03/ 160/DJ/89 tentang Ketentuan Keselamatan Kerja terhadap Radiasi. Peraturan tersebut disusun lebih banyak mengacu kepada Publikasi ICRP No.26 tahun 1977. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nilai batas dosis yang ditetapkan dalam ketentuan tersebut bukan merupakan batas tertinggi yang apabila dilampaui seseorang akan mengalami akibat merugikan yang nyata. Meskipun demikian, karena setiap penyinaran mengandung risiko tertentu, setiap penyinaran yang tidak perlu harus dihindari dan penerimaan dosis harus diusahakan serendah-rendahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa efek deterministik yang dapat muncul akibat paparan radiasi dosis tinggi pada tubuh manusia yaitun:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Penerimaan dosis radiasi sebesar 10.000 mSv (100 Sv) atau lebih mengakibatkan kerusakan system syaraf pusat yang diikuti dengan kematian setelah beberapa jam atau hari. Akibat yang lebih fatal dapat terjadi apabila radiasi mengenai bagian kepala. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan langsung pada system syaraf pusat.</li><li>Penyinaran radiasi dengan dosis 10-50 Sv pada tubuh mengakibatkan kerusakan saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan kematian setelah 1-2 minggu kemudian. Radiasi dengan dosis tersebut akan merusak system pencernaan di dalam perut.</li><li>Dosis radiasi 3-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sum-sum tulang yang diikuti kematian setelah 1-2 bulan kemudian. Kerusakan utama terjadi pada organ pembentuk sel-sel darah dalam sumsum tulang. Kecepatan timbulnya gejala bergantung pada dosis radiasi yang diterima.</li><li>Efek somatik pada organ reproduksi adalah terganggunya reproduksi sperma pada pria dan kerusakan ovum pada wanita, sehingga radiasi dapat menimbulkan kemandulan. Sel-sel reproduksi yang masih tahan terhadap radiasi mungkin akan mengalami mutasi, sehingga dalam pembelahan berikutnya dapat mewariskan gen anak yang sifatnya berbeda dengan sifat gen induknya semula. Mutasi gen ini dapat menimbulkan efek genetik yang baru akan muncul pada beberapa generasi berikutnya.</li><li>Lensa mata mempunyai radiosensitivitas lebih tinggi dibandingkan retina mata. Radiasi dapat menimbulkan kerusakan sel pada lensa mata sehingga sel-sel itu tidak mampu melakukan permajuan. Sebagai akibatnya, lensa mata dapat mengalami kerusakan permanen. Lensa mata yang terpapar radiasi dalam waktu cukup lama akan berakibat pada fungsi transparansi lensa menjadi terganggu sehingga penglihatan menjadi kabur. Penyinaran yang mengenai mata dengan dosis 2-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada lensa mata. Radiasi lebih mudah menimbulkan katarak pada usia muda dibandingkan usia tua.</li><li>Penyinaran ke seluruh tubuh dengan dosis 1-2 Sv menimbulkan gejala mual-mual yang di ikuti muntah.</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Gangguan kesehatan dalam bentuk apapun yang merupakan akibat dari paparan radiasi bermula dari interaksi antara radiasi pengion dengan sel maupun jaringan tubuh manusia. Karena interaksi itu maka sel-sel dapat mengalami perubahan struktur dari struktur normal semula. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sewaktu proses perbaikan sel tersebut berlangsung, adakalanya dapat terjadi gangguan terhadap keseluruhan metabolisme, sehingga seluruh pembawa informasi perbaikan sel mengalami kerusakan. Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh anak-anak karena terpapar sinar-X dan gamma pada umumnya terjadi bintik kemerahan pada kulit, kerontokan rambut, xerostomia, gangguan perkembangan benih gigi, papilla fungiformis, dan kadang-kadang menyebabkan leukemia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek radiasi pada gigi anak yang telah erupsi cenderung mengalami kerusakan akibat radiasi daerah rongga mulut, meskipun kerusakannya baru tampak setelah beberapa tahun setelah radiasi. Efek radiasi langsung terjadi paling dini dari benih gigi, berupa gangguan klasifikasi benih gigi, gangguan perkembangan benih gigi dan gangguan erupsi gigi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek radiasi tidak langsung terjadi setelah pembentukan gigi dan erupsi gigi normal berada dalam rongga mulut, kemudian terkena radiasi ionisasi, maka akan terlihat kelainan gigi tersebut misalnya adanya karies radiasi. Pada penelitian terbaru mengungkap dampak negatif sinar-X pada anak-anak. Pada penelitian tersebut diketahui dalam waktu lama bisa meningkatkan resiko terserang penyakit leukemia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Para peneliti melaporkan bahwa paparan terhadap tiga kali atau lebih sinar-X di masa kanak-kanak akan meningkatkan kemungkinan seorang anak menderita penyakit leukemia sebanyak dua kali lipat, meskipun resiko secara keseluruhan masih kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para ahli peneliti mengecualikan paparan sinar-X pada tahun sebelum diagnosis dan sebelum kelahiran. Mereka menemukan bahwa resiko seorang anak akan meningkat sekitar 1,85 kali lebih tinggi mengidap leukemia jika mereka telah terpapar sebanyak tiga kali atau lebih radiasi sinar-X Efek selanjutnya ialah efek deterministik, efek deterministik berkaitan dengan paparan radiasi dosis tinggi yang kemunculannya dapat langsung dilihat atau dirasakan oleh individu yang terkena radiasi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Efek tersebut dapat muncul seketika hingga beberapa minggu setelah penyinaran. Efek ini mengenal adanya dosis ambang, jadi hanya radiasi dengan dosis tertentu yang dapat menimbulkan dosis deterministik. Sebagai contoh dari efek deterministik adalah <em>erythema </em>kulit (kulit memerah) karena terkena paparan radiasi sebesar 3.000 – 6.000 mSv. Pancaran radiasi betapapun kecilnya akan membawa dampak bagi kerusakan biologis bagi operator maupun penderita, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan adanya resiko yang meningkat setiap kali pemberian sejumlah radiasi apapun harus diupayakan untuk menjaga agar penyinaran dapat diusahakan serendah mungkin sesuai dengan pedoman bagi setiap penggunaan radiasi.</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/mengetahui-efek-radiasi-pada-anak-anak/">Mengetahui Efek Radiasi pada Anak-anak</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/mengetahui-efek-radiasi-pada-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelisik Film Upin-Ipin Episode &#8220;Syahdunya Syawal&#8221; Seri 01 dari Sudut Pandang Penonton</title>
		<link>https://analisa.id/menelisik-film-upin-ipin-episode-syahdunya-syawal-seri-01-dari-sudut-pandang-penonton/</link>
					<comments>https://analisa.id/menelisik-film-upin-ipin-episode-syahdunya-syawal-seri-01-dari-sudut-pandang-penonton/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Analisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 04:03:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://analisa.id/?p=1871</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Hidayat Apri KuansaMahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan *** Seiring berjalannya</p>
<p>The post <a href="https://analisa.id/menelisik-film-upin-ipin-episode-syahdunya-syawal-seri-01-dari-sudut-pandang-penonton/">Menelisik Film Upin-Ipin Episode &#8220;Syahdunya Syawal&#8221; Seri 01 dari Sudut Pandang Penonton</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh: Hidayat Apri Kuansa<br></strong>Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring berjalannya waktu, banyak pembaruan-pembaruan pada berbagai jenis karya sastra termasuk pada prosa, sehingga membuat ragam prosa semakin berkembang. Salah satu perkembangan prosa terjadi pada jenis komik atau <em>manga </em>yang bergeser pada bentuk animasi<em>. </em>Fenomena tersebut juga diakui oleh Basihar lubis yang mengatakan bahwa pada perkembangannya komik mengalami beberapa modifikasi mulai dari format, muatan isi, teknik pembuatan, hingga strategi pemasarannya. Beberapa komik diterbitkan seiring dengan peluncuran animasi layar lebarnya (Sobur, 2004: 137).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama dengan karya sastra lain animasi juga memiliki narasi penyerta gambar. Narasi yang muncul terkadang berupa <em>onomatopea </em>suara binatang, bunyi benda jatuh, desiran angin, dan sebagainya. Berkaitan dengan teks narasi (<em>narrative text) </em>tentu akan menyentuh bidang kesusastraan (Sobur, 2004:136). Pernyataan lain Sobur yang mendukung bahwa animasitak lepas dari bidang sastra yaitu bahwa elemen pembentuk komik-kartun cukup lengkap, yakni terdiri atas unsur-unsur berbagai disiplin, misalnya bidang seni rupa, sastra, linguistik, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian gambar dan dialog dalam anime menciptakan imaji dan sistem penandaan. Menurut Rader (dalam Redyanto Noor, 2007: 98), berpendapat bahwa bentuk fantasi paling dikenal adalah khayalan, jika khayalan itu menjelma menjadi karya sastra tentu gambaran yang muncul sudah disesuaikan dengan kaidah etik dan estetik karya sastra. Akibatnya yang muncul dalam karya sastra adalah suatu upaya menyamarkan makna tersirat, berupa simbolisasi (pelambangan), kondensi (pemadatan), substitusi (penggantian), dan simpton-simpton tertentu yang berulang-ulang menampakkan gejala dalam wacana. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai simbol dan tanda terkadang berfungsi sebagai penanda suatu maksud atau lambang benda tertentu. Hal ini sangat unik mengingat banyak penonton tidak menyadari bahkan tidak mengerti maksud tanda-tanda tersebut dalam animasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu rumah produksi pembuat animasi yang sangat terkenal ialah <em>Les’ Copaque Production </em>di Malaysia yang didirikan pada tahun 2005 oleh Hj. Burhanuddin Md Radzi dan Hjh. Ainon Ariff. Salah satu animasi <em>Les’ Copaque Production </em>yang terkenal ialah Upin &amp; Ipin. <em>Les’ Copaque Production </em>merampungkan produksi animasi animasi Upin dan Ipin pada Agustus 2007. Sebulan kemudian, animasi ini diputar di Channel 9, salah satu televisi swasta yang ada di Malaysia. Animasi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Malaysia. Tak hanya mendapat sambutan hangat di Malaysia, animasi Upin dan Ipin juga mendapat sambutan hangat dan banyak digemari anak-anak di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Ramadan tahun 2009, animasi Upin dan Ipin untuk pertama kalinya hadir menyapa penonton TVRI. Namun belakangan ini, animasi Upin dan Ipin menyapa penikmat MNCTV. Bahkan kini banyak kaset VCD/DVD animasi Upin dan Ipin di jual bebas. Tak hanya itu, animasi Upin dan Ipin juga dengan mudah bisa diunduh di internet, termasuk disitus resminya <em>Les’ Copaque Production</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Animasi produksi Malaysia itu terasa dekat di hati masyarakat Indonesia terutama dalam kedekatan budaya. Animasi Upin dan Ipin memang banyak menceritakan kisah-kisah keseharian masyarakat Malaysia, yang memiliki budaya begitu dekat dengan orang-orang yang ada di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tayangan ini disajikan sederhana namun komunikatif dan mendidik. Serial kartun ini pada awalnya hanya memiliki 6 seri, dimana setiap serinya terdiri dari 10 menit. Namun kini film Upin dan Ipin terdiri dari banyak seri dan cerita yang beranekaragam, yang mana setiap seri dan ceritanya tidak lepas dari unsur mendidik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 24 Mei 2020 Upin &amp; Ipin episode “<em>Syahdunya Syawal</em>” seri 1 yang tayang pada pukul 17:00 WIB di MNCTV, menyirat kontravensi pendapat mengenai ujuran salah satu karakter tokoh dalam Upin &amp; Ipin yang sering disapa Fizi yang memiliki nama lengkap Mohammad Al Hafezzy. Pada cuplikan video itu, terlihat Fizi, Mail, Upin dan Ipin lagi berbicara bareng. Ke-empat anak itu sedang membicarakan tentang surga di bawah telapak kaki ibu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aku tidak boleh main, aku mau bantu ibuku. Membakar lemang, menganyam ketupat, dan masih banyak lagi” ujar Mail.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Bagus, Mail. Anak yang saleh” ujar Ipin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Harus, karena surga berada di bawah telapak kaki ibu” ujar Mail.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jika tidak punya ibu?” Ujar Upin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Maka tidak ada surga, itupun tak tahu!” Ujar Fizi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seketika mimik wajah Upin dan Ipin langsung berubah jadi murung dan sedih. Mail terkejut ketika Fizi berkata tersebut lalu memukulnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kontravensi terhadap ujaran di atas menyatakan sikap mencela terhadap anak yatim piatu, dengan satire yang khas diujarkan oleh Fizi. Dikarenakan ujaran tersebut tidak mendidik seutuhnya melainkan untuk mencela dibalik ujaran yang seolah-olah mendidik melupakan kualitas informasi yang berupa didikan secara penuh terhadap animasi yang akan diberikan. Kontravensipun mulai redah saat Fizi melakukan klarifikasi, melalui akun twitter @fizithekid pada 26 Mei 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saye fizi, ini klarifikasi saye atas masalah saye dan Upin Ipin. Saya nak minte maaf kepada orang-orang indo atas masalah saye, yang buat kebisingan kat daerah kamu. Sebelumnye saya nak kenalken eshan kawan baik saye yang meminjamkan tablet ini. Sebenarnya saya berbicara macam tu karena saya budak yang jujur, Ibu saya cakap bahwasannya kite kini harus jadi budak yang jujur. Tapi karena saya budak yang baik jadi saye nak minta maaf atas perkataan saye terutama kepada Upin dan Ipin yang dah buat sedih korang. Saye mengaku menyesal sangatlah cakap macem itu dan untuk Mail saya nak ucapkan terimakasih karena telah mengingatkan saye atas perkataan saye yang macam itu. Sekali lagi saye atas nama fizi yang dah bercakap yang tak betul kepada Upin &amp; Ipin dengan tweet ini meminta maaf dengan setulus hati saye. Terimakasih tuk semuanye yang telah memaafkan saye, selamat hari raye semue”, ujar Fizi pada tweet tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah klarifikasi Fizi selesai, diharapkan kepada studio <em>Les’ Copaque Production </em>tidak menampilkan animasi yang dapat mencela suatu perbedaan beragama, meski celahan tersebut mendapatkan solusi tetapi mohon pergunakan cara yang halus dalam membuat naskah animasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Referensi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Noor, Redyanto. 2007. <em>Pengantar Pengkajian Sastra</em>. Semarang: Fasindo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sobur, Alex. 2004. <em>Analisis Teks Media</em>. Bandung : Remaja Rosda Karya</p>



<p class="wp-block-paragraph">id.wikipedia.org/wiki/Upin_%26_Ipin</p>



<p class="wp-block-paragraph">twitter.com/Official_MNCTV/status/1264437624288116736?s=20</p>



<figure class="wp-block-embed-twitter wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="513" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">saye fizi, ini klarifikasi saye atas masalah saye dan upin ipin</p>&mdash; Muhammad al Hafezzy⊛ (@fizithekid) <a href="https://twitter.com/fizithekid/status/1265058534615465984?ref_src=twsrc%5Etfw">May 25, 2020</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>
<p>The post <a href="https://analisa.id/menelisik-film-upin-ipin-episode-syahdunya-syawal-seri-01-dari-sudut-pandang-penonton/">Menelisik Film Upin-Ipin Episode &#8220;Syahdunya Syawal&#8221; Seri 01 dari Sudut Pandang Penonton</a> appeared first on <a href="https://analisa.id">Analisa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://analisa.id/menelisik-film-upin-ipin-episode-syahdunya-syawal-seri-01-dari-sudut-pandang-penonton/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 43/122 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 3/28 queries in 0.117 seconds using Disk

Served from: analisa.id @ 2026-09-08 02:09:54 by W3 Total Cache
-->