Dampak Paparan Gas Air Mata dan Cara Mengatasinya

0
234

Oleh: Theresia O. Ambarita
Penulis adalah mahasiswa Pendidikan Kimia Bilingual Universitas Negeri Medan

***

Gas air mata adalah senjata kimia berupa gas yang biasanya digunakan untuk melumpuhkan orang dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasannya. Biasanya kepolisian menggunakan gas air mata untuk melawan kerusuhan dan melakukan penangkapan. Beberapa bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata adalah gas CS (2-klorobenzalmalononitril, C10H5ClN2), CN (kloroasetofenon, (C8H7ClO), CR (dibenzoksazepin, C13H9NO), dan semprotan merica (gas OC, oleoresin capsicum).

Gas air mata dapat mengiritasi membran mukus pada mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Gas air mata menyebabkan tangis, bersin, batuk, sulit bernapas, nyeri mata, bahkan buta sementara. Jika gas air mata mengandung gas CS, gejala iritasi biasanya muncul setelah paparan selama 20 sampai 60 detik dan sembuh setelah 30 menit sejak meninggalkan tempat penyemprotan gas.

Meski dampak gas air mata biasanya hanya peradangan kulit ringan, tetapi mungkin juga terjadi komplikasi tertunda. Orang-orang yang mengidap penyakit pernapasan, seperti asma, berisiko tinggi, sangat mungkin butuh pertolongan medis dan terkadang butuh dibawa ke rumah sakit. Gas CS dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit atau memicu alergi pada kulit. Ketika terkena gas air mata dalam jarak dekat atau terpapar parah, cedera mata seperti tercakarnya kornea dapat menyebabkan kehilangan ketajaman penglihatan permanen. Paparan tinggi terhadap gas air mata dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika sudah terpapar gas air mata?

1. Tenang dan jangan panik

Ketika terpapar gas air mata, usahakan tetap tenang dan sebisa mungkin jangan panik.

2. Menjauhlah dari lokasi yang terpapar gas air mata

Jika ada gas air mata di dekatmu, usahakan untuk meminimalkan gas yang terhirup. Tutuplah hidung dan mulut rapat-rapat, lalu segera pergi ke tempat aman dan berudara segar yang jauh dari lokasi penembakan gas air mata. Jika kamu membawa masker, segera kenakan lalu menjauh dari lokasi terpapar.

3. Basuhlah pakaian dan bagian tubuh yang terkena gas air mata

Setelah menjauh dari lokasi ditembakkannya gas air mata, periksa pakaian dan tubuh kamu. Apabila pakaian atau kulit kamu terkena gas air mata, segera basuh pakaian dan kulit kamu dengan air bersih dan sabun. Jika gas mengenai mata, segera basuh dengan cara mengaliri air bersih ke mata selama minimal 10 menit. Jangan menggosok mata agar tidak bertambah perih. Jika kamu mengenakan lensa kontak, lepas dan jangan menggunakannya kembali. Jika kamu mengenakan kacamata, basuhlah dengan air dan sabun hingga bersih sebelum digunakan kembali. Melepas pakaian yang terpapar dan menghindari pemakaian handuk bersama dapat mengurangi reaksi kulit. Ini dapat melindungi kamu dan orang sekitar dari kontaminasi gas air mata yang menempel di baju dan badan kamu.

4. Lepas dan gantilah pakaian

Segera lepas dan ganti pakaian jika kamu sudah tiba di rumah. Khusus untuk baju yang dilepas melewati kepala, lebih baik untuk mengguntingnya. Cucilah pakaian, sepatu, dan aksesoris yang terkena uapnya dengan bersih karena partikel yang melekat dapat tetap aktif selama sepekan. Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat kamu mencucinya. Jangan menggunakan kipas dan pengering rambut untuk menguapkan semprotan karena dapat memperluas kontaminasi.

5. Mandilah dengan air bersih

Segera bersihkan tubuh kamu dari sisa-sisa gas air mata yang mungkin masih menempel di kulit. Bilas seluruh tubuh, termasuk rambut, menggunakan air bersih. Jangan mandi dengan cara berendam, untuk menghindari kontaminasi dari gas air mata yang bercampur dengan air dalama bathtub. Mandi dan gosoklah seluruh tubuh dengan sabun dan air dapat menghilangkan partikel yang melekat pada kulit.

Itulah beberapa hal yang harus dilakukan jika kamu terpapar gas air mata. Setelah kamu melakukan langkah-langkah di atas, jika masih mengalami keluhan, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai keluhan yang muncul.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here