Fakta Penting Tentang Millenial Tourism di Indonesia

0
540

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Milenial dan pariwisata memang tidak bisa dipisahkan. Seperti diketahui, untuk pasar pariwisata, Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Tiongkok generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

Tak hanya itu, wisatawan milenial adalah pangsa pasar masa depan. Porsinya sekitar 7 Juta orang. Jumlah ini sekitar 34 persen dari target 20 Juta wisman di 2019.

Wajar jika kemudian Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ingin generasi milenial tidak sekadar melancong tapi turut serta mempromosikan pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat menjadi keynote speaker dalam acara Millennial Tourism Corner, di Bukit Doa Mahawu, Tomohon, Sulawesi Utara, Kamis (8/8/2019), mengatakan Tourism 4.0 tidak bisa lepas dari kaum milenial dan digital. Maka ia ingin keterlibatan generasi milenial ini diharapkan bukan lagi hanya sebagai penikmat wisata.

Lalu seperti apakah hubungan antara Milenial dan Tourism? Berikut dirangkum Analisa.id

Inbound Traveler Ke Indonesia Mayoritas Milenial

Sekitar 51 persen inbound traveler ke Indonesia adalah generasi milenial. Inbound traveler adalah pelancong yang masuk ke Indonesia yang berasal dari negara lain.

Aktif Secara Online

Milenial dikenal sebagai generasi yang dekat dengan digital–termasuk dalam kegiatan wisata mereka. Datanya 70 persen wisatawan melakukan search and share via digital.

“Pariwisata kita bisa naik pertumbuhannya karena kita go digital. Digital merupakan sebuah keniscayaan,” ujar Menpar.

Belum Ada Event Pariwisata Milenial di CoE

Sayangnya, dalam Calendar of Event (CoE) Indonesia belum memiliki event pariwisata khusus milenial. Selain itu belum ada TVC atau publikasi iklan elektronik yang menyasar milenial.

Seperti diketahui, Korea dan Jepang bisa menjadi contoh gaya promosi dan iklan yang sangat menyasar millennials, dari segi iklan visual, promosi kebudayaan, kuliner, dan lainnya.

Langkah Kementerian Pariwisata

Untuk menarik wisatawan milenial, ada tiga hal yang menjadi fokus utama Tim Percepatan Milenial yaitu mengkurasikan event milenial untuk (CoE), destinasi yang ramah untuk kaum milenial atau millennial friendly, serta TVC Millennial.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here