Film Buya Hamka Digarap Starvision dan Falcon Pictures

0
135

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Satu lagi film yang mengangkat tokoh bangsa akan menghiasi layar lebar. Starvision dan Falcon Pictures memutuskan untuk mengangkat kisah ulama besar Buya Hamka.

Film berjudul “Buya Hamka” ini akan disutradarai oleh Fajar Bustomi.

Semasa hidupnya, Buya Hamka dikenal sebagai ulama yang banyak berjasa bagi perkembangan Islam di Indonesia. Ia juga merupakan ketua umum MUI pertama yang disegani di lingkup nasional maupun internasional.

“Ini kolaborasi Falcon, Starvision, dan MUI. Tentu semua mengenal ketokohan Buya Hamka. Semoga nanti film ini bisa menjadi pencerahan inspiratif buat kita semua, penonton film di Indonesia dan seluruh dunia,” kata produser rumah produksi Starvision, Chan Parwez, di Jakarta, Senin seperti dikutip Antara.

Sebelum mengulas seperti apa kisah dan hal-hal menarik di film Buya Hamka ini, ini beberapa fakta menarik tentang film Buya Hamka

1. Didukung Majelis Ulama Indonesia

Chan Parwez mengungkapkan jika ide pembuatan film Buya Hamka itu terjadi pada 2014 ketika dia bertemu dengan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin.

“Semenjak saya ketemu Pak Din pada 2014. Cukup lama tapi itu proses yang mesti dijalani. Karya ini bukan karya ringan tapi karya besar,” katanya.

2. Berlatar Belakang Kehidupan di Maninjau Sumatera Barat

Seperti diketahui, Buya Hamka adalah tokoh asal Sumatera Barat sehingga film ini akan mulai syuting pada awal April 2019 di Maninjau Sumatera Barat.

Selain di Sumbar, rencananya film itu akan mengambil lokasi syuting di Jawa Tengah (Semarang, Tegal), Jakarta dan Jawa Barat (Sukabumi).

3. Dibintangi Vino Bastian

Pertanyaan paling besar adalah siapakah yang akan memerankan tokoh Buya Hamka? Vino G Bastian akan memerankan ulama besar tersebut.

“Vino paling tepat. Beliau juga dari sisi silsilah keluarga dekat dengan keluarga Buya Hamka. Lebih enak prosesnya,” kata sutradara Fajar Bustomi.

Untuk meningkatkan kemampuannya memerankan tokoh Buya Hamka, Vino pun harus belajar Bahasa Arab. Vino mendapat kesempatan dibimbing langsung oleh guru bahasa Arab dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

4. Tayang Tahun Depan

Buat Anda pencinta film biopik, tampaknya masih harus bersabar karena film ini baru akan tayang pada 2020 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here