Hadiri World Cities Summit Mayors Forum, Anies Baswedan Hadiahkan Kain Batik Betawi ke Walikota Medellin

0
193
Kain Batik Betawi
Anies Baswedan menyerahkan kain Batik Betawi simbol persahabatan dari warga Jakarta kepada Walikota Medellin. Batik tersebut bermotif Loreng Ondel Ondel. (Foto: Facebook Anies Baswedan)

KOLOMBIA, ANALISA INDONESIA – Di tengah kehadirannya di pertemuan forum walikota sedunia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengadakan pertemuan bilateral dengan Walikota Medellin, Frederico Gutierrez.

Seperti diketahui Medellin punya sejarah panjang sebagai kota dengan tingkat kriminalitas tinggi termasuk dengan nama besar Pablo Escobar.

Walau demikian, Medellin adalah kota yang indah karena kota ini terletak di kawasan lembah, dari dataran tinggi di Kolombia. Salah satu hasil utama kawasan pegunungan adalah bunga.

Pada pertemuannya dengan Anies Baswedan, Walikota Gutierrez berbagi kisah tentang transformasi Medellin dari kota dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia dengan berbagai masalah sosialnya, menjadi kota yang aman, menggeliat secara ekonomi dan hidup dengan kegiatan budaya.

Salah satu perubahan sosial Medellin adalah cakupan dan integrasi transportasi publiknya sehingga rakyat Medellin dapat saling terhubung.

“Walikota Gutierrez juga menyatakan keinginan belajar dan bertukar pengalaman dengan Jakarta, serta menjajaki berbagai kesempatan kerjasama ke depan, utamanya di bidang integrasi transportasi, mobilitas kota, dan pertukaran budaya,” tulis Anies Baswedan di laman facebooknya pada Selasa, 12 Juli 2019.

Berikan Kain Batik Betawi

Menariknya, pada pertemuan tersebut Anies Baswedan menyerahkan simbol persahabatan dari warga Jakarta kepada Walikota Gutierrez, yaitu selembar kain batik Betawi.

Hal tersebut disambut penuh emosional oleh Guiterrez. Ia bercerita, ibunya adalah peneliti batik dan mengajar tentang batik. Ia sering melihat ibunya membatik, dan beberapa tahun lalu ibunya telah tiada.

“Walikota Gutierrez mengatakan bahwa kain batik yang ia dapat ini mengingatkan dirinya pada ibunya. Kami sampaikan padanya, bahwa bila ia mengenakan batik ini maka ia sekaligus bisa mengenang ibunya, dan juga mengingat tentang kota Jakarta dan orang-orangnya,” ungkap Anies.

Mengenal Kain Batik Betawi

Batik Betawi dalam kajian Suwati Kartiwa yang ditulisnya dalam buku “Batik Betawi: Dalam Perspektif Budaya Kreatif” dijelaskan kemungkinan besar berasal dari asimilasi masyarakat Jawa dari daerah pesisir penghasil batik dengan masyarakat Betawi yang menyatu.

Mereka berkumpul dan tinggal dalam waktu yang lama pada satu lingkungan kota Batavia. Setelah itu, mereka menyebarkan budaya dalam bentuk batik.

Mengenai motif, kain batik Betawi terdiri dari 4 motif yaitu Motif Salakanagara yang mengangkat tema kerajaan di tanah Batavia pertama kali sekitar tahun 130 Masehi. Pengambilan nama sendiri merujuk pada kepercayaan warga saat itu yangmenganggap Gunung Salak memiliki sebuah kekuatan yang besar.

Lalu ada motif Loreng Ondel Ondel yang berisi gambar ondel-ondel. Motif inilah yang dihadiahkan Anies Baswedan kepada Walikota Medellin. Banyak warga Betawi yang percaya bahwa penciptaan ondel-ondel pada awalnya adalah untuk penolak bala atau mengusir sesuatu yang buruk.

Selanjutnya ada motif Nusa Kelapa. Motif ini memiliki ide desain dari Peta Ceila yang dibuat pada 1482-1521 saat pemerintahan Prabu Siliwangi. Nusa Kelapa sendiri adalah nama Jakarta sebelum menggunakan nama Sunda Kelapa.

Dan keempat adalah motif Rasamala yang mangambil nama pohon jenis Rasamala. Banyak orang Betawi kala itu yang menganggap pohon tersebut keramat karena baunya yang khas dan batangnya bisa dijadikan setanggi atau kemenyan berbau wangi. Motif ini sekaligus menggambarkan saat Belanda masuk ke Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here