HICON Law & Policy Strategic Ungkap Pekerjaan Rumah Tim Kampanye Prabowo Sandi

0
180

YOGYAKARTA, ANALISA INDONESIA – Perkembangan isu strategi tim kampanye pada pilihan presiden kali ini menemui babak baru. Terlebih lagi, paruh pertama kampanye (sejak penetapan KPU-Desember 2018) nyaris usai. Gelaran paruh kedua kampanye (Januari-April 2019) segera dimulai. Tentu saja, kedua tim kampanye, baik dari Pasangan Calon Nomor Urut 02 maupun Petahana, akan lebih aktif melakukan propaganda ke hadapan khalayak.

Hal tersebut menjadi perhatian HICON Law & Policy Strategic yang melakukan analisis mengenai apa yang terjadi pada kubu tim kampanye Prabowo Sandiaga Uno. Terutama di penghujung kampanye paruh pertama.

Ada dua isu utama yang menjadi perhatian HICON Law & Policy Strategi yaitu isu soliditas tim kampanye dan gejolak emosional pada diri Prabowo.

Soliditas Tim

“Berbeda dengan Petahana, tim kampanye Prabowo-Sandi sangat cair,” ungkap rilis HICON Law & Policy Strategic yang ditandatangani oleh Hifdzil Alim selaku Direktur dan Puguh Windrawan selaku Kepala Departemen Politik.

Menurut HICON, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sama-sama berasal dari Partai Gerindra, karena itu diperlukan strategi khusus agar partai lain mau menerima pasangan ini.

Persoalannya adalah; apakah partai yang lain mau menerima begitu saja kenyataan tersebut?

“Jawabannya ada di lapangan,” ungkap rilis HICON yang diterima Analisa Indonesia pada 27/12/2018

Lebih lanjut lembaga ini memberikan contoh, puluhan kader PAN di Sumsel rela melanggar perintah partai. Beberapa kader Partai Demokrat juga demikian. Mendukung Petahana. Sama sekali berbeda dengan instruksi partai yang mendukung Prabowo-Sandi. Fenomena ini menarik untuk dilihat dan dicermati. Dan baru-baru ini, Nasrullah (Bendahara Umum PAN) mengajukan pengunduran diri. Alasan tidak cocok dengan manajemen PAN dan tidak ada hubungannya dengan pilpres, menjadi sinyal kuat. Ada persoalan koordinasi di tubuh PAN. Dan posisi bendahara di tubuh partai adalah posisi vital.

“Jika mau merujuk pada soliditas, maka Prabowo-Sandi hanya berharap tuntas pada dukungan Gerindra dan PKS. Meskipun kekuatan PKS juga kembali dipertanyakan. Ini lantaran beberapa kadernya juga mendukung Jokowi. Meski hal ini dibantah. Tapi pada kenyataannya, kader PKS di Bali mengundurkan diri. Bahkan Gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah, bersama wakilnya, mendeklarasikan untuk mendukung Petahana,” ungkap HICON Law & Policy Strategic dalam keterangan tertulisnya.

Ini semua menjadi sinyal kuat, bahwa kubu Prabowo-Sandi bersama tim kampanyenya musti berpikir keras. Pekerjaan rumah selanjutnya adalah bagaimana membangun soliditas partai untuk meraih dukungan. Pada paruh kedua kampanye, hal ini memberatkan posisi Prabowo-Sandi. Hal ini ditambah dengan kenyataan bahwa pemilu dilaksanakan secara bersamaan; antara Pilpres dan Pileg. Calon anggota legislatif harus mengerjakan pekerjaan ganda. Terpilih sekaligus mensosialisasikan calon presiden yang diusung partainya.

Sifat Emosional Prabowo

HICON Law & Policy Strategic juga menyoroti mengenai sifat emosional Prabowo.

Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak enteng. Publik telah melihat bagaimana sikap dan sifat Prabowo yang cenderung emosional. Pilihan kosakatanya dan gaya komunikasinya banyak yang tidak pas. Publik menilai, apa yang dilakukan Prabowo Subianto mirip strategi Donald Trump di Amerika.

Terlepas dari benar atau tidaknya penilaian itu, HICON Law & Policy Strategic melihat, gaya itu tak sesuai dengan budaya banyak masyarakat di Indonesia. Belum nampak sifat mengayomi yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pemimpin. Kesan yang ditunjukkan malah kontraproduktif dengan apa yang seharusnya dilakukan. Tampil keras dan garang bisa jadi menunjukkan gaya bagaimana kelak jika Prabowo Subianto memimpin bangsa. Ini tentu saja merugikan.

“Jika dua hal itu: soliditas partai pengusung dan gaya emosional Prabowo Subianto tidak dibenahi diparuh kedua kampanye, sulit bagi Prabowo-Sandi untuk bisa memenangkan pertarungan melawan Petahana,” pungkas rilis HICON Law & Policy Strategic .

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here