Jumlah Anak Jalanan Setiap Tahun Turun

0
645

BANDUNG, ANALISA INDONESIA – Ada sangat banyak resiko yang bisa diderita anak-anak jalanan yang bekerja di jalanan. Selain sebagian besar haknya tidak terpenuhi, mereka juga rentan menghadapi risiko sosial yang mengancam jiwa dan juga tumbuh kembangnya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang memiliki komitmen untuk terus menurunkan jumlah anak jalanan. Menurutnya unia anak-anak mestinya penuh keceriaan dan aktivitas mempelajari hal baru bersama teman sebaya dan keluarga yang mengasihi dan melindungi, bukan kerja di jalanan.

Berikut beberapa hal penting dari acara Jambore Ceria Anak Indonesia yang berlangsung di Gedung Sate Bandung pada Rabu, 28/11/2018.

1. Jumlah Anak Jalanan Turun Setiap Tahun

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jumlah anak jalanan di Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun.

Menurutnya, pada tahun 2015, jumlah anak jalanan sebesar 33.400 anak. Lalu turun menjadi 20.719 anak pada 2016, dan 16.416 anak tahun 2017.

Data lain pernah diungkapkan oleh Kementerian Sosial pada 2017 lalu jika jumlah anak jalanan tertinggi terdapat di DKI Jakarta sebanyak 7.600 anak, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah sebanyak 5.000-an anak dan 2.000-an anak di Jawa Timur.

2. Gerakan Stop Anak Jalanan

Kementerian Sosial mencanangkan Gerakan Stop Anak Jalanan. Kegiatan ini dilangsungkan dengan membuat Jambore Ceria Anak Indonesia yang dihadiri sekitar 1.000 anak serta pejabat pemerintah daerah dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Mataram, Padang, Bandarlampung dan Kupang.

“Januari 2016 Kementerian Sosial telah mencanangkan program Indonesia Bebas Anak Jalanan. Dalam implementasinya Kemensos bekerja bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Menteri Sosial.

Lalu pada 2017, Kementerian Sosial juga membuat deklarasi menuju Indonesia Bebas Anak Jalanan di Jakarta.

3. Penghargaan Untuk Pemimpin Daerah

Dalam acara Jambore Ceria Anak Indonesia, Kementerian Sosial memberikan penghargaan kepada 10 pemimpin daerah yang menunjukkan keberpihakan pada upaya perlindungan anak.

Daerah yang berhasil meraih penghargaan tersebut diantaranya Kota Bandung, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Serang, Kota Semarang, Kota Mataram, Kota Padang, Kota Bandarlampung, Kota Kupang dan satu-satunya provinsi adalah DKI Jakarta.

4. Bersamaan Dengan Hari Anak Universal

Hari Anak Universal atau  Universal Children’s Day diperingati setiap tanggal 20 November dan pertama kali diresmikan peringatannya oleh PBB pada tahun 1954.

Diperingati setiap tanggal 20 November karena pada hari itu dideklarasikan Hak anak pada tahun 1959 dan Konvensi Hak Anak pada tahun 1989.

Tujuan dari dibuatnya Hari Anak Universal ini adalah untuk mempromosikan tentang kebersamaan internasional, kesadaran di antara anak-anak di seluruh dunia, dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here