Kapital Boost Indonesia Jalin Kerja Sama Tanda Tangan Digital Dengan Digisign

0
169

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat, memudahkan setiap masyarakat yang ingin melakukan berbagai transaksi. Mulai dari berbelanja, transfer uang, ataupun berinvestasi, semuanya sudah terintegrasi dengan teknologi. Ini menjadi daya tarik tersendiri dengan digitalisasi segala aspek kehidupan masyarakat.

Namun, digitalisasi ini memiliki dampak yang jika tidak ditangani segera, akan sangat berbahaya. Betul, kejahatan siber (cyber crime). Kejahatan siber adalah salah satu bentuk kejahatan yang menyalahgunakan akses informasi yang bersifat ilegal, untuk tujuan kejahatan tertentu. Kejahatan siber didasari oleh kelemahan proteksi dan credentiality dari individu / kelompok dalam menyimpan akses data informasi pengguna.

Atas permasalahan tersebut, Kapital Boost Indonesia selaku fintech P2P (peer to peer) Pembiayaan Syariah bekerja sama dengan PT Solusi Net Internusa, sebuah perusahaan penyedia layanan tanda tangan berbasis digital dengan brand nya yaitu Digisign. Digisign telah memiliki izin dari Kemkominfo, Bank Indonesia, dan OJK, untuk menyediakan layanan tanda tangan digital ini. Selain itu, Digisign sudah bermitra dengan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia).

Legalitas tanda tangan digital oleh Digisign telah memiliki dasar hukum yaitu melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 Pasal 52 Ayat 1 dan 2 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dan Undang-Undang Republik Indonesia No 11 Tahun 2008 Pasal 11 Ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, tanda tangan digital ini telah mendapatkan persetujuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui SEOJK Nomor 18 /SEOJK.02/2017 Tentang Tata Kelola Dan Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Kegunaan tanda tangan digital ini merupakan salah satu syarat dari OJK untuk Kapital Boost Indonesia sebagai fintech yang mengintegrasikan segala transaksi pendanaan dan pembiayaan secara online, baik untuk pendana maupun UKM. Selain lebih praktis, tanda tangan digital juga dapat menjadi alat bukti sah dokumen yang diajukan oleh Pendana dan UKM di Kapital Boost Indonesia, sehingga peluang untuk melakukan kejahatan siber seperti phising, hacking, penipuan, dan lain sebagainya, dapat diminimalisir sebaik mungkin.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Erlangga Witoyo, CEO PT Kapital Boost Indonesia. Beliau mengatakan bahwa kemitraan dengan Digisign merupakan langkah yang sangat penting demi meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap Kapital Boost Indonesia.

“Selain itu, Kami berharap dengan kerja sama ini, Kapital Boost Indonesia senantiasa mengantisipasi berbagai kejahatan dan kecurangan dalam proses pembiayaan, seperti penipuan, identitas palsu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Saat ini, Kapital Boost Indonesia sebagai platform P2P Pembiayaan Syariah, telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 40 Miliar kepada 24 UKM yang telah mengajukan pembiayaan. Dengan total pengguna lebih dari 300 pengguna aktif (Pendana dan UKM), Kapital Boost Indonesia berusaha untuk memberikan pelayanan pendanaan dan pembiayaan yang berprinsip syariah, etis, dan minimum pendanaan yang rendah, yaitu sebesar Rp 50 Ribu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here