Kapital Boost Indonesia Kantongi Sertifikat ISO 27001 Jamin Keamanan Data Pengguna Layanan Pembiayaan

0
344

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Dalam rangka menjaga keamanan pengguna, PT Kapital Boost Indonesia, berhasil mendapatkan sertifikasi ISO 27001. Hal ini merupakan kewajiban seluruh fintech P2P  dalam komitmen melindungi seluruh data pengguna. 

Sertifikasi ISO 27001 adalah standard internasional yang diterbitkan oleh International Standardization Organization (ISO) mengenai Information Security Management System. Secara umum, Sertifikasi ISO 27001 melihat kemampuan sebuah perusahaan dalam merencanakan, mengelola, me-review, mengawasi, meninjau ulang, dan peningkatan lebih lanjut atas upaya pengamanan dan pengelolaan informasi di dalam perusahaan.

“Kapital Boost Indonesia percaya bahwa data merupakan aset pribadi setiap orang yang harus dilindungi dengan baik. Mendapatkan Sertifikat ISO 27001 adalah bukti keseriusan kami menjaga data pengguna agar mampu meningkatkan iklim bisnis yang berintegritas,” ujar Rizqi Pratama Amarza, selaku General Manager PT Kapital Boost Indonesia.

Rizqi pun menjelaskan bahwa meskipun dalam proses mendapatkan sertifikasi tersebut tidak mudah, namun hal ini harus dilakukan dengan tujuan untuk menjamin keamanan informasi dan data pengguna dapat sesuai standar yang berlaku.

Keuntungan bagi Para Pengguna Layanan

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO 27001, terdapat tiga standard yang menjadi acuan penilaian. Pertama, confidentiality atau kerahasiaan.Standar ini menjamin bahwa seluruh informasi hanya bisa diakses oleh pegawai dan divisi yang berwenang mengolahnya, sehingga kerahasiaan pengguna dapat terjaga.

Kedua, integrity atau integritas. Standar ini memastikan data tidak dirubah dari aslinya oleh orang yang tidak berhak, sehingga konsistensi, akurasi, dan validitas data tersebut dapat terjaga. Ketiga, availability atau ketersediaan. Standard ketiga ini mampu memastikan ketersediaan informasi pengguna ada di tempat yang sesuai dengan tujuan informasi yang diperlukan.

Dengan terlaksananya Sertifikasi ISO 27001, para pengguna layanan tidak perlu khawatir atas data pribadi yang ada di platform PT Kapital Boost Indonesia, karena telah dilindungi dan dijaga oleh standar keamanan yang telah tersertifikasi dalam setiap prosesnya, mulai ketika melakukan pendaftaran maupun proses transaksi.

“Harapannya hal ini mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap bisnis fintech P2P. Terutama, menepis anggapan bahwa fintech P2P menggunakan data penggunanya sebagai komoditas bisnis yang tidak bertanggung jawab,” pungkas rilis Kapital Boost pada rilis yang dikirim kepada Analisa.id pada Senin, 1/12/2020.

Didik Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Faktanya, pengetahuan mengenai keuangan di Indonesia saat ini masih sangat minim. Pada tahun 2019, angka inklusi keuangan syariah, misalnya, hanya mencapai 9,10%. Padahal, jumlah penduduk muslim di Indonesia mencakup 87% dari total populasi.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Kapital Boost Indonesia berinisiasi mengadakan webinar yang bertajuk Kapital Talk yang mengusung berbagai tema mengenai model keuangan di era digital, penerapan konsep syariah pada teknologi keuangan, serta membahas proses akad bisnis yang diperbolehkan sesuai syariat-syariat islam.

“Tema-tema ini kemudian dibahas dalam webinar yang berdurasi kurang lebih 3 jam. Menghadirkan pembicara dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari dosen keuangan, pemilik usaha, hingga praktisi ekonomi lainnya. Webinar tersebut telah berlangsung sebanyak 8 kali dalam 3 bulan terakhir.

“Kami berharap dengan upaya sosialisasi ini, dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia serta harapan kedepannya dapat memberikan dampak nyata terhadap kehidupan bermasyarakat.” ujar Dhanny Rizky, selaku Marketing Manager PT Kapital Boost Indonesia.

Menurut data OJK dan Perusahaan jasa konsultan internasional PricewaterhouseCoopers (PwC), sebanyak 74% Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih belum mendapat akses pembiayaan dan terancam bangkrut. Selain itu, penyaluran dana kredit usaha merosot tajam selama pandemi, dari sebesar Rp18,9 triliun per bulan pada Maret 2020 turun menjadi Rp 4,75 triliun pada Mei 2020.

Data lain juga menyebutkan bahwa 82% penyebab kematian bisnis diakibatkan kehabisan modal (Fundera Research, 2017). Apalagi, terjadinya resesi ekonomi memberikan kerugian besar bagi banyak pelaku usaha industri kecil dan menengah (UMKM). Padahal UMKM sangat vital berkontribusi untuk 60,3% PDB Indonesia, menyerap 97% dari total tenaga kerja, juga 99% dari total lapangan pekerjaan.

Maka dari itu, Fintech syariah yang saat ini sedang berkembang pesat diharapkan mampu berperan aktif dalam memberikan dampak signifikan untuk mendorong kemajuan ekonomi. Peran fintech syariah saat ini mampu menjadi solusi atas masalah tersebut dengan cepat dan mudah.

Dhanny Rizky Utama, selaku Marketing Manager PT Kapital Boost Indonesia dan juga narasumber pada webinar ini, menjelaskan bahwa Kapital Boost Indonesia memberikan edukasi sekaligus mengenalkan alternatif baru untuk mendapatkan modal kerja dengan pendekatan teknologi. Acara ini sekaligus mempromosikan angota-anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) yang ada di Indonesia, diantaranya seperti Dana Syariah, Kerjasama untuk Negeri, Kapital Boost Indonesia dan juga di isi oleh perusahaan equity crowdfunding seperti Santara, dan Bizhare. Sesi webinar kemudian ditutup dengan tanya jawab yang interaktif.  

Kapital Boost Indonesia percaya bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan. Dengan adanya pandemi dan resesi, mengharuskan kita untuk aktif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan itu sendiri. Setiap perubahan yang terjadi tentu menimbulkan masalah baru dan Kapital Boost Indonesia hadir untuk menjawab masalah pembiayaan modal kerja UKM saat ini. Harapannya, Kapital Boost Indonesia dan fintech syariah lainnya mampu mendorong kemajuan UKM di Indonesia dan mampu meningkatkan inklusi keuangan syariah untuk masyarakat Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here