Kapital Boost Indonesia Salurkan Lebih Rp 47 Miliar ke UKM Indonesia

0
76

Bersama Zahir Capital Hub dan Sharfin Bangkitkan Semangat UKM melalui Webinar

JAKARTA, ANALISA INDONESIAFintech P2P (peer-to-peer) Pembiayaan terus menunjukkan tren positif di kala pandemi. Sebagian besar P2P yang berfokus pada sektor produktif, sukses menyalurkan pembiayaan kepada pelaku UMKM dan UKM yang sulit menemukan akses pembiayaan.

Kapital Boost Indonesia yang telah berdiri sejak 2016 di Indonesia, berhasil menyalurkan pembiayaan usaha kepada 35 UKM sebesar Rp 47 Miliar. Total pembiayaan ini berhasil disalurkan berkat 278 Pendana yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembiayaan ini disalurkan dalam dua produk pembiayaan unggulan di Kapital Boost Indonesia, yaitu Murabahah (Pembelian Barang) dan Invoice Financing (Pembiayaan Invoice).

“Keberhasilan Kami dalam menyalurkan pembiayaan senilai Rp 47 Miliar berkat kerja keras tim Kapital Boost yang senantiasa bahu membahu menumbuhkembangkan UKM agar semakin maju meski di kala pandemi saat ini”, ujar Rizqi Pratama Amarza, General Manager PT Kapital Boost Indonesia.

“Selain itu, Kami berupaya untuk memaksimalkan potensi ratusan UKM yang telah mendaftarkan diri sebagai Penerima Pembiayaan, untuk selanjutnya Kami proses lebih lanjut menjadi mitra pembiayaan Kami. Kami sadar masih banyak sekali UKM yang terkendala akses pembiayaan yang sangat sulit dijangkau,” tambahnya.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan oleh Kapital Boost Indonesia masih terus dikembangkan dan tidak berhenti di target awal, yaitu Rp 40 Miliar. Hal ini disampaikan oleh Dhanny Rizky Utama, Marketing Manager PT Kapital Boost Indonesia.

“Penyaluran pembiayaan ini akan terus dikembangkan oleh Kapital Boost Indonesia hingga mendekati Rp 90 Miliar di tahun 2021. Maka dari itu, Kapital Boost Indonesia mengajak seluruh stakeholder dan pengguna, baik Pendana maupun UKM, untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui platform P2P Pembiayaan,” ujarnya.

Kapital Boost Indonesia berharap pandemi COVID-19 dapat memberikan secercah harapan bagi UKM Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang. Sebagai platform P2P Pembiayaan, Kapital Boost Indonesia terus berusaha menciptakan iklim pembiayaan yang mudah, praktis, dan berbasis Syariah kepada UKM potensial Indonesia.

Beri Edukasi ke UMKM

Selain menyalurkan pendanaan, Kapital Boost Indonesia bersama Zahir Capital Hub dan Sharfin Indonesia menggelar edukasi bagi pelaku bisnis UKM yang ingin selamat dari pandemi, dengan Webinar Kapital Talk Volume 16 yang berjudul “Pengusaha Bangkit dan Berkah dengan Keuangan Syariah”.

Acara ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua pelaku usaha, baik dari skala mikro maupun profesional, untuk mencari penyebab banyaknya pelaku bisnis yang kian hari kian surut akibat pandemi.

Yunan Hilmi, CEO PT Zahir Capital Hub menyatakan dalam materinya, bahwa kesalahan pelaku bisnis yang paling umum adalah tidak adanya pemisahan rekening pribadi dan rekening bisnis, tidak memiliki laporan keuangan secara real time, dan tidak adanya pengelolaan persediaan barang secara berkala. Hal inilah yang menghambat operasional bisnis karena bisnis yang dijalankan tidak transparan sehingga menimbulkan anggaran yang terus membengkak.

Hal ini kemudian diamini oleh Jauhar Fikri, Founder Sharfin Indonesia, yang menyatakan bahwa bisnis yang masih bertahan saat ini tidak lepas dari peran keuangan syariah di dalamnya. Sebagai pebisnis, haruslah memiliki piramida keuangan yang sehat, analisa valuasi bisnis, forecasting peluang bisnis, dan masih banyak lagi.

Terakhir, Ali Alghofiqi, Partnership Relations Kapital Boost Indonesia, menyatakan bahwa saat ini masih banyak UKM yang sulit mendapatkan akses pembiayaan. Padahal, pembiayaan usaha tidak hanya bersumber dari Bank saja, namun juga dari P2P (peer to peer). Karenanya, Kapital Boost Indonesia siap menyediakan akses pembiayaan bagi UKM dengan dua produk pembiayaan unggulannya, yaitu Murabahah (pembiayaan pembelian barang) dan Invoice Financing (pembiayaan talangan piutang dari UKM ke Bohir).

Kapital Talk Volume 16 diakhiri dengan sesi Q&A dan pembagian doorprize menarik kepada peserta yang beruntung. Masyarakat sangat antusias dan berharap agar semakin banyak literasi keuangan yang inklusif bagi masyarakat, baik sebagai Pendana maupun Penerima Pembiayaan (UKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here