Labuan Bajo Benahi 3A Untuk Tingkatkan Daya Tarik Wisata

0
451
Presiden Joko Widodo berpose dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam di Labuan Bajo, Flores, NTT, Rabu (10/7/2019).(SETPRES / AGUS SOEPARTO)

MANGGARAI, ANALISA INDONESIA – Bagi pegiat wisata, istilah 3A sudah sangat akrab untuk mendefinisikan faktor-faktor penting yang mempengaruhi sebagai objek wisata.

Termasuk salah satu objek wisata andalan Indonesia, Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa menjadi destinasi ekowisata yang berkelas atau destinasi pariwisata premium.

“Presiden berharap Labuan Bajo bisa menjadi destinasi pariwisata utama kelas dunia. Ini artinya 3A juga harus berkelas dunia,” ungkap Menpar Arief Yahya seperti dikutip Antara pada Selasa, 23 Juli 2019.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi juga sempat mengunjungi Labuan Bajo saat kunjungan kerjanya pada Rabu, 10 Juli 2019 lalu.

Istilah 3A dalam industri pariwisata yaitu Attraction, Access, dan Amenitas.

Untuk Atraksi sendiri, sebenarnya Labuan Bajo sudah memiliki modal penting. Objek wisata ini terpilih sebagai Top 3 Best Snorkeling Places in The World dari CNN.

Tentu saja atraksi wisata lainnya perlu terus digalakkan.

Lalu untuk Akses sendiri Bandara Komodo diharapkan dapat meningkat statusnya menjadi bandara internasional.

Saat kunjungannya ke Labuan Bajo, Presiden mengatakan pemerintah akan berencana memperbesar terminal dan memperpanjang landasan pacu bandar udara di kawasan Labuan Bajo, membangun trotoar di kawasan Puncak Waringin, memperlebar jalan raya, memperbaiki ketersediaan air bersih, hingga menata ulang pelabuhan laut untuk barang dan wisatawan.

“Jadi saat bandaranya jadi, runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini (kawasan Labuan Bajo) juga siap,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga sempat meninjau proyek Pengembangan Pelabuhan Terpadu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dirut PT ASDP Pelabuhan Terpadu Labuan Bajo, Ira Puspadewi menjelaskan jika proyek ini terintegrasi dengan Kawasan Marina Terpadu Labuan Bajo yang terdiri dari hotel, marina, dan area komersil.

Menurut Ira, akan ada 180 kamar hotel yang targetnya selesai Desember 2019. Yacht juga bisa parkir persis di depan marina, yang pembangunannya diperkirakan akan selesai Juni 2020.

Juga dilakukan pembangunan Jalan Strategis Nasional Lintas Utara Flores (Labuan Bajo-Bari-Reo) serta Lintas Selatan (Labuan Bajo-Warloka-Wae Rebo).

Sementara itu dari segi amenitas, dilakukan pembangunan homestay di Desa Liang Ndara tempat lokasi pembangunan homepod, pembuatan desain dan rencana pembangunan toko suvenir di Puncak Waringin, pembangunan Research & Tourism Center, dan pembentukan Emergency Response Team.

Di sisi lain dilakukan pula pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) juga penambahan Armada Pengangkut Sampah, serta Gerakan Peduli Sampah, lalu pengusulan KEK Pariwisata Tana Naga dan Tana Mori di Manggarai Barat.

Seperti diketahui, jumlah wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo mengalami kenaikan. Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Labuan Bajo mencapai 134 persen dalam waktu 4 tahun, dari 2014 sebesar 38.891 wisman meningkat hingga 91.330 wisman pada 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here