Manfaat Kumis kucing Sebagai Obat Asam Urat

0
219

Oleh: Eva Rosella Manurung
Penulis adalah mahasiswa Prodi Pendidikan IPA B 2019 Universitas Negeri Medan

***

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi di tubuh berisiko terkena asam urat, tetapi sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Umumnya, penyakit asam urat dapat lebih mudah menyerang laki- laki, khususnya mereka yang berusia di atas 30 tahun.

Daun kumis kucing adalah tanaman herbal abadi yang cepat tumbuh hingga ketinggian 1 hingga 2 meter. Tanaman ini tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari dengan daerah beriklim sedang.

Daunnya berwarna hijau tua dengan panjang 5 hingga 10 cm, sedikit mengkilap, berbentuk bulat telur pendek, dan berurat dalam. Warna bunganya sendiri berwarna putih hingga ungu muda atau merah muda dengan corolla berbentuk tabung ramping 2,5 cm.

Selain itu, kumis kucing memiliki kandungan antiinflamasi dan antihipertensi. Manfaat kumis kucing untuk kesehatan biasanya berhubungan dengan saluran pembuangan manusia dalam tubuh, yakni ginjal dan saluran kemih.

Anda bisa mengolah tanaman kumis kucing ini menjadi minuman teh sebagai ramuan herbal. Cara pengolahan kumis kucing, Anda bisa merebus empat sampai lima lembar daun dengan segelas air dan dimasak hingga mendidih. Air rebusan daun kumis kucing bisa diminum tiga kali sehari.

Pada wanita, penyakit asam urat ini dapat muncul setelah terkena menopause. Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat, dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama. Sering kali orang salah kaprah dan menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal, rematik adalah istilah yang menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Faktor Risiko Penyakit Asam Urat

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah seseorang, antara lain:

  • Memiliki keluarga yang mengidap asam urat. Baru saja mengalami cedera atau pembedahan.
  • Gemar konsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
  • Gemar konsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Kerap menggunakan obat dan beberapa obat kemoterapi.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, gangguan sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Berikut ini adalah faktor yang menjadi penyebab datangnya penyakit asam urat, antara lain:

  • Makanan yang berzat purin tinggi yang dikonsumsi, seperti jeroan hewan, hidangan laut ,dan daging merah
  • Banyak mengonsumsi minuman dengan gula tinggi dan minuman beralkohol
  • Menggunakan obat-obatan dengan jenis tertentu, seperti aspirin, obat penghambat enzim, sislosporin, dan obat-obatan kemoterapi
  • Mempunyai riwayat penyakit asam urat pada anggota keluarga.

Gejala Penyakit Asam Urat

Terdapat banyak gejala penyakit asam urat yang umum terjadi, antara lain:Sendi mendadak terasa sangat sakit.Kesulitan untuk berjalan akibar sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari.Nyeri akan berkembang dengan cepat dalam beberapa jam dan disertai nyeri hebat, pembengkakan, rasa panas, serta muncul warna kemerahan pada kulit sendi.Saat gejala mereda dan bengkak pun mengempis, tetapi kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal.Meski gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat.

Diagnosis Penyakit Asam Urat

Untuk memastikan apakah gejala tertentu merupakan indikasi penyakit asam urat atau bukan, dokter akan melakukan beberapa langkah diagnosis. Dokter mungkin akan melakukan beberapa hal, seperti menanyakan riwayat penyakit pasien, seberapa sering gejala muncul, dan memeriksa lokasi sendi yang sakit. Terdapat juga pemeriksaan lanjutan yang akan dilakukan untuk memastikan diagnosis, antara lain:

Tes Darah. Tes ini ditujukan untuk mengukur kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Mereka yang mengidap asam urat memiliki kreatinin hingga 7 mg/dL. Namun, tes ini tidak selalu memastikan penyakit asam urat, karena beberapa orang diketahui memiliki kadar asam urat tinggi, tetapi tidak menderita penyakit asam urat.

Tes Urine 24 jam. Prosedur ini dilakukan dengan memeriksa kadar asam urat dalam urine yang dikeluarkan pasien selama 24 jam terakhir. Prosedur ini akan mengambil cairan sinovial pada sendi yang terasa sakit, kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop.

Tes Pencitraan. Pemeriksaan foto Rontgen akan dilakukan guna mengetahui penyebab radang pada sendi. Sementara itu, USG juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kristal asam urat pada sendi.

 Pengobatan Penyakit Asam Urat

Pada asam urat, biasanya terdapa dua jenis pengobatan. Karena pengobatan yang dilakukan memiliki dua sasaran utama yakni untuk meringankan gejala asam urat dan mencegah serangan kembali terjadi.

Pengobatan asam urat yang bisa diterapkan untuk meringankan gejala asam urat adalah dengan menempelkan kantong atau kain berisi es pada bagian sendi yang sakit. Atau konsumsilah obat pereda sakit dan obat-obatan golongan steroid.

Kandungan Kumis Kucing

Kumis kucing memiliki nama latin Orthosiphon Aristatus, termasuk tanaman family lamiaceae. Tanaman ini memiliki kandungan tinggi kalium, glikosida, orthosiponon, dan oksalat. Selain itu, kumis kucing memiliki kandungan antiinflamasi dan antihipertensi.

Ada cara khusus untuk mengolah kumis kucing sebagai obat asam urat, berikut panduannya.

Bahan

  • Daun kumis kucing kering 10 gram
  • Meniran kering 10 gram
  • Sawi tanah kering 10 gram
  • Jahe merah kering 15 gram
  • Kapulaga kering 10 gram

Anda cuci lalu rebus semua bahan tersebut ke dalam satu liter air. Anda rebus sampai air mendidih dan menyisahkan 500 ml. Anda minum air rebusan tersebut tiga kali sehari.

Efek Samping Kumis Kucing

Untuk mengonsumsi olahan herbal dari kumis kucing Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dosis yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda.

Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan Anda, usia, dan lain-lain. Berkonsultasi dengan dokter meminimalisir risiko kesehatan tubuh Anda. Terlalu banyak kandungan lithium dalam tubuh Anda bisa berakibat negatif. Anda dapat terhindar dari risiko kesehatan yang diberikan kumis kucing. 

Efek samping jika Anda mengonsumsi tidak sesuai dosis yang dianjurkan dapat menederita retensi cairan (edema) yang berisiko terhadap penyakit jantung atau ginjal, memiliki tekanan darah rendah.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Gout.

Patient. Diakses pada 2019. Gout. Diperbarui pada 16 September 2019

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here