Mengenal Berbagai Usulan Peringatan Hari Kebudayaan di Indonesia

0
106

Hari Kebudayaan Nasional belum menjadi hari peringatan resmi di Indonesia. Berbeda misalnya di negara Jepang yang bahkan menjadikan Hari Kebudayaan  (文化の日 Bunka no hi) sebagai hari libur resmi. Di Jepang Hari Kebudayaan ditujukan untuk mengkampanyekan kepada rakyat agar “mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan kebudayaan.” Di Jepang Hari Kebudayaan diperingati setiap tanggal 3 November.

UNESCO sendiri memiliki gelaran Hari Keanekaragaman Budaya yang diperingati seluruh anggotanya setiap tanggal 21 Mei.

Di Indonesia, beberapa kalangan telah memperingati Hari Kebudayaan. Kota Makassar bahkan rutin memperingati Hari Kebudayaan sejak tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 1 April.

Di Bandung, Hari Kebudayaan Nasional pernah diusulkan pada acara ‘Bandung Mengenang Rendra’ 2009 lalu. Mereka mengusulkan 7 November sebagai tanggal peringatan yang juga bertepatan dengan hari lahir pujangga Rendra.

Di Yogyakarta, pada peringatan Hari Purbakala 14 Juni 2020, juga mencuat ide untuk mewujudkan Hari Kebudayaan Nasional. Mereka mengajukan tanggal 5 September sebagai Hari Kebudayaan Nasional karena pada tanggal tersebut adalah peristiwa bergabungnya Negari Ngayogyakarta Hadiningrat ke dalam NKRI.

Sementara itu,  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam kunjungannya ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada 5 April 2021 menjanjikan akan memperjuangkan agar Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal bisa masuk dalam kalender resmi Indonesia.

Walau demikian, Indonesia rutin menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional setiap tahun. Acara ini terselenggara pasca berlangsungnya Kongres Kebudayaan Indonesia tahun 2018 dan dilaksanakan pertama kali pada 7-11 Oktober 2019.

Dilansir dalam laman resminya, PKN.id dijelaskan bahwa PKN adalah upaya negara dan masyarakat di dalam membangun wadah kerja bersama untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar-budaya, serta inisiatif dan partisipasi inovatif yang dikelola secara berjenjang dari Desa hingga ke Ibukota. Di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk memfasilitasi ekosistem kebudayaan sebagai garda terdepan dalam pemajuan kebudayaan Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here