Mengenal Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (Hantaru) serta Hari Tani

0
140

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Undang-Undang Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang kemudian dikenal sebagai Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA) sangat penting artinya sebagai titik awal kelahiran hukum pertanahan yang baru mengganti produk agraria kolonial.

Undang-Undang ini juga menjadi payung hukum (Lex Generalis) bagi pengelolaan kekayaan agraria nasional yang mengacu pada Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

“Bumi dan air dan segala kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Sebelumnya, sesuai dengan aturan hukum kolonial dikenal adanya tanah partikelir yaitu adanya hak pertuanan yaitu sang tuan tanah tidak hanya berkuasa atas tanah, tetapi juga orang yang ada di dalamnya. Itulah mengapa sejak merdeka, Indonesia senantiasa berjuang akan lahirnya UU Agraria menggantikan UU Agraria milik kolonia.

Hingga kemudian pemerintah, mengeluarkan UU. No. 1 Tahun 1958 tentang penghapusan tanah pertikelir.

Kemudian, atas prakarsa Menteri Pertanian , Soenaryo UU Agraria mulai dikerjakan dan digodok oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) yang dipimpin oleh Zainul Arifin.

Hingga kemudian, pada 24 September 1960, RUU Agraria disetuju menjadi UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Peraturan ini dikenal juga sebagai Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA).

Setidaknya butuh waktu 12 tahun sejak 1948 dibentuk Panitia Agraria yang berganti-ganti mulai dari Panitia Agraria Jakarta (1951), Panitia Soewahjo (1955), Panitia Negara Urusan Agraria (1956), Rancangan Soenarjo (1958) dan Rancangan Sadjarwo (1960).

Hari Tani Nasional

Lahirnya UU No. 5 Tahun 1960 ini digunakan sebagai momentum peringatan Hari Tani Nasional. Peringatan Hari Tani Nasional dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (RI) Soekarno Nomor 169 Tahun 1963, tanggal 24 September.

Hari Tani Nasional berhubungan erat dengan perjuangan kaum tani untuk mendapatkan hak-haknya atas tanah pertanian mereka.

Hari Tani Nasional berbeda dengan Hari Krida Pertanian. Hari Krida Pertanian diperingati setiap tanggal 21 Juni oleh Masyarakat Pertanian Indonesia. Penetapan ini didasarkan atas pertimbangan dari segi astronomis dimana pada tanggal tersebut matahari berada pada garis 23,50 lintang utara.

Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (Hantaru)

Sebelum diperingati secara bersamaan lewat Hari Agraria Nasional dan Tata Ruang (HANTARU), sebelumnya Hari Agararia Nasional dan Hari Tata Ruang memiliki waktu peringatan yang berbeda.

Jika Hari Agraria diperingati mengambil momentum lahirnya UUPA No. 5 Tahun 1960, sedangkan Hari Tata Ruang diperingati setiap tanggal 8 November merupakan adaptasi lokal dari World Town Planning Day yang diperingati oleh 35 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Peringatan Hari Agraria Nasional dan Hari Tata Ruang terkait dengan meleburnya menjadi Kementerian Agraria dan Tata Ruang sejak tahun 2014 lalu yang sebelumnya bernama Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional (1993-1999), Menteri Agraria (1963-1966), Menteri Pertanian dan Agraria (1962-1963), Menteri Agraria (1953-1962) dan Menteri Negara Urusan Agraria (1951-1952).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here