Mengenal Hukum Perbandingan Volume Gay Lussac

0
703

Oleh : Adhitya Prayoga
Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Medan

***

Hukum Perbandingan Volume diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh Joseph Gay Lussac. Sehingga, hukum perbandingan volume juga biasa disebut hukum Gay Lussac. Kesimpulan yang kemudian termuat dalam hukum perbandingan volume ini didasarkan pada sebuah percobaan yang dilakukan oleh Lussac.

Lussac meneliti tentang volume gas dalam suatu reaksi kimia. Berdasarkan penelitiannya, Lussac dapat mengambil kesimpulan bahwa perubahan volume gas dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Melalui percobaan yang dilakukannya, Gay Lussac mengenalkan hukum perbandingan volume.

Percobaan sederhana yang dilakukannya menghasilkan perbandingan volume hidrogen : oksigen : uap air adalah 2 : 1 : 2. Nampak bahwa perbandingan volume sesuai dengan perbandingan koefisien unsur atau senyawa pada persamaan reaksi setara, yaitu persamaan reaksi dengan jumlah atom di sebelah kiri sama dengan di sebelah kanan. 

Bunyi Hukum Perbandingan Volume Gay Lussac

Penemuan hukum perbandingan volume tidak lepas dari penemuan-penemuan penting terdahulu. Diawali pada awal tahun 1781, penemuan yang dikemukakan Joseph Priestley (1733 – 1804) menemukan hidrogen dapat bereaksi dengan oksigen membentuk air. Kemudian, Henry Cavendish (1731 – 1810) menemukan volume hidrogen dan oksigen yang bereaksi membentuk uap air mempunyai perbandingan 2 : 1.

Penelitian kemudian dilanjutkan oleh William Nicholson dan Anthony Carlise berhasil menguraikan air menjadi gas hidrogen dan oksigen melalui proses elektrolisis. Dari percobaan tersebut diperoleh hasil perbandingan volume hidrogen dan oksigen yang terbentuk 2 : 1.

 Pada akhirnya, pada tahun 1808 Joseph Louis Gay Lussac (1778 –1850) berhasil mengukur volume uap air yang terbentuk dan diperoleh perbandingan volume hidrogen : oksigen : uap air adalah 2 : 1 : 2.

Bunyi hukum perbandingan volume (Hukum Gay Lussac)

volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi, bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.

Perlu kita ingat bahwa hukum perbandingan volume tidak berlaku pada reaksi yang melibatkan zat dalam fase padat dan cair. Pada zat padat dan cair, koefisien reaksi hanya menyatakan perbandingan mol, tidak menyatakan perbandingan volume.

Persamaan reaksi hidrogen dan oksigen membentuk uap air dapat dituliskan seperti berikut.

H2 (g) + y O2 (g) → z H2O (g)

Namun, persamaan reaksi yang diberikan di atas belum setara. Ini dapat dilihat dari banyaknya unsur di sebelah kiri tanda panah tidak sama dengan unsur-unsur di sebelah kanan tanda panah. Untuk menentukan perbandingan volume kita harus mencari perbandingan koefisien gas dalam reaksi dalam keadaan persamaan yang setara.

Cara menyetarakan reaksi:

Pertama: pilih salah satu unsur atau senyawa kemudian beri angka 1 di depannya. Dalam persoalan ini dipilih uap air yang memiliki nilai koefisien 1. Pada bentuk persamaan reaksi yang cukup kompleks, disarankan memilih unsur/senyawa dengan bentuk paling sederhana. Namun, unsur/senyawa apapun yang dipilih, nantinya akan menghasilkan jawaban yang sama).

H2(g) + O2 (g) → 1 H2O (g)

Kedua: beri koefisien dengan variabel untuk unsur atau senyawa lainnya.

x H2(g) + y O2 (g) → 1 H2O (g)

Ketiga: samakan koefisien antara ruas kanan tanda panah dan ruas kiri tanda panah untuk menentukan nilai koefisien yang membuat reaksi menjadi persamaan setara.

Akan diperoleh persamaan dari ruas kanan dan ruas kiri :

Keempat: diperoleh persamaan reaksi setara seperti berikut.

Kelima: diperoleh perbandingan koefisien hidrogen : oksigen : uap air adalah

Selanjutnya, jika terdapat gas oksigen 16 liter maka volume hidrogen yang diperlukan adalah

Jadi, banyaknya volume gas hidrogen yang bereaksi dengan 16 liter gas oksigen dan menghasilkan uap air adalah 32 liter.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here