Mengenali Cara Kerja Mesin Diesel, Kelemahan dan Kelebihan serta Cara Perawatannya

0
207

Oleh: Jihan Afstria R, Nia Veronika, Nurul Hidayah, Rabiatul Adawiyah dan Rezwan Mulya S.
Penulis adalah mahasiswa Program Studi Kimia, Universitas Negeri Medan
***

Pada tahun 1892, Rudolf Diesel menemukan mesin diesel, yang kemudian ia menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain seperti busi. Meskipun tidak sepopuler mesin lainnya mesin diesel merupakan mesin yang sangat tangguh dari pada mesin lainnya. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan mesin diesel pada kendaraan-kendaraan yang mempunyai kapasitas mesin yang besar dan juga bertenaga besar. Mesin diesel cocok untuk penggunaan jarak jauh dan tenaga yang besar seperti truk, tronton, fuso, bus dan kendaraan besar lainnya.

Cara kerja mesin diesel memang berbeda, karena berbeda maka perawatannya juga berbeda. Di dalam dunia otomotif, ada dua jenis mesin yang dipasang di dalam mobil. Ada mesin bensin dan diesel.

Untuk mesin bensin, sudah jelas bahan bakar yang digunakan sama dengan nama yang dipakai di sana. Bagaimana dengan bahan bakar mesin diesel? Tentu saja menggunakan solar. Sebagai salah satu jenis yang lebih sering dipakai oleh kendaraan besar seperti bus dan truk, bagaimana cara kerja mesin diesel?

Cara Kerja Mesin Diesel

Untuk membahas cara kerja mesin diesel, ada empat langkah yang harus dilalui ketika sedang bekerja. Tentunya masing-masing langkah saling berkesinambungan hingga bisa menghadirkan performa yang maksimal. Inilah empat langkah kerja mesin diesel.


1. Langkah Isap

Langkah ini bekerja dengan udara yang masuk ke dalam ruang bakar melalui bagian katup. Kondisi ini bisa terjadi karena piston atau torak bergerak dari arah TMA ke TMB. Tentu saja kondisi katup buang masih tertutup saat langkah ini mulai bekerja.  Untuk itu kamu perlu memahami kode oli terlebih dahulu, supaya kamu bisa menemukan oli yang tepat untuk mobilmu.


2. Langkah Kompresi

Setelah melalui langkah isap, berlanjut ke langkah kompresi. Sesuai namanya ada proses kompresi di dalam mesin diesel karena proses memampatkan udara oleh piston saat bergerak dari TMB ke bagian TMA. Bagian katup udara isap serta buang dalam keadaan tertutup juga. Dengan begitu, maka akan mengakibatkan tekanan serta suhu menjadi naik.

3. Langkah Kerja

Kapan proses pembakaran terjadi? Di langkah kerja proses tersebut mulai berjalan. Proses ini membuat piston mulai bergerak mendorong dan bekerja untuk menggerakan mesin mobil. Selain itu, proses juga terus berjalan saat piston bergerak dari TMA ke TMB.


4. Langkah Buang

Langkah ini menjadi yang terakhir di dalam cara kerja mesin diesel. Hasil pembakaran yang sudah muncul akan dibuang melalui katup pembuangan. Sama seperti langkah sebelumnya, kondisi piston tetap bergerak dari TMA ke TMB. Bagaimana dengan kondisi katup isa? Kondisinya akan tertutup juga.

Setelah membahas sejarah singkat mesin diesel dan juga pengertian mesin diesel, selanjutnya kita akan membahas tentang apa saja keunggulan dan kekurangan dari mesin diesel, berikut rangkumannya:

Keunggulan Mesin Diesel

Pertama, mesin diesel mempunyai efisiensi panas yang lebih besar.Dengan demikian, penggunaan bahan bakarnya akan lebih ekonomis dari pada mesin bensin.

Kedua, mesin diesel lebih tahan lama dan tidak memerlukan electric igniter. Dengan begitu, kemungkinan kesulitan lebih kecil dan perawatan lebih kecil dari pada mesin bensin.

Ketiga, mesin diesel mampu memberikan torsi atau kekuatan menarik yang lebih besar pada RPM  rendah. Kondisi ini juga membuat bahan bakar bias lebih hemat, sehingga mobil diesel cocok dikendarai pada daerah yang jalannya tidak mulus.

Kekurangan Mesin Diesel

Pertama, harganya cenderung mahal dikarenakan mesin diesel memiliki resiko kompresi yang cenderung lebih kuat, sehingga mesin diesel sering dibandrol dengan harga yang lebih mahal.

Kedua, suara dan getaran yang dihasilkan mesin diesel cenderung kasar dan mengganggu bahkan bias didengar dengan mudah tanpa bantuan alat apapun. Suara pada mesin diesel yang cukup bising dating dari mesin itu sendiri.

Lalu yang ketiga, jika dibandingkan dengan mesin lainnya mesin diesel ini lebih lambat dibandingkan dengan mesin bensin yang dapat memacu kecepatannya. Karena mesin diesel memiliki bobot yang lebih berat sehingga membuat mesin diesel berjalan lebih lambat.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk perawatan mesin diesel? Berikut ini adalah tips singkatnya:

1. Gunakan Bahan Bakar yang Sesuai

Bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur yang rendah dan kadar cetane tinggi membuat mesin dapat bekerja optimal dan minim gangguan.

Sementara kandungan sulfur yang tinggi akan membuat system distribusi bahan bakar terganggu, performa mesin turun, dan mengurangi usia mesin. Sesuaikan BBM yang dipakai dengan rekomendasi di buku manual kendaraan.

2. Cek Kualitas Filter Bahan Bakar

Kinerja filter bahan bakar diesel yang optimal memastikan kotoran tidak akan lolos masuk kedalam system injeksi bahan bakar.

Ada lampu peringatan di panel instrument mobil yang menyala bila kondisi filter diesel sudah kotor. Segera bersihkan atau ganti dengan filter diesel yang baru.

3. Bersihkan Filter Udara dan Pantau Water Sedimenter

Komponen yang juga wajib diperiksa adalah filter udara yang menyaring udara yang dimasukkan kedalam ruang bakar. Udara yang bersih bias membuat performa mesin terjaga dan penggunaan bahan bakar lebih efisien. Selain tentunya mereduksi timbulnya kerak di komponen bergerak.

Water sedimenter berfungsi untuk menangkap kandungan air pada saluran BBM agar tidak ikut mengalir kesistem bahan bakar agar tidak mengganggu kinerja mesin dan menjaga dari risiko berkarat.

Segera kuras water sedimenter ketika lampu indikator water sedimenter di panel instrument menyala karena air sudah penuh

4. Panaskan Mesin Sebentar dan Tunggu Sejenak Waktu Mematikan Mesin

Memanaskan mesin dapat dilakukan sekitar sekitar 2 menit untuk memastikan pelumas sudah bergerak merata guna melumasi seluruh komponen mesin.

Biarkan mesin tetap menyala selama 1 menit lalu matikan mesin sehingga ada kesempatan untuk mendinginkan komponen mesin yang bekerja pada kondisi ekstrem, terutama turbo.

5. Wajib Ganti Oli Mesin

Cek takaran oli via dipstick untuk memastikannya tidak berkurang sebelum saatnya diganti. Ganti oli mesin diesel secara rutin setiap 6 bulan sekali. Dengan begitu, oli selalu terjaga kondisinya dan dapat menjalankan tugas melindungi komponen mesin diesel  dengan baik.

6. Rutin Servis Berkala

Jika merasa kesulitan untuk menjalankan semua langkah di atas, bias melakukan servis berkala di bengkel resmi sesuai dengan ketentuan pada buku manual kendaraan. Komponen penting mesin diesel akan diperiksa kondisinya dan diganti ketika ada masalah atau sudah saatnya diganti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here