Mengetahui Efek Radiasi pada Anak-anak

1
235

Oleh : Erpida Ompusunggu
Mahasiswa Pendidikan IPA Universitas Negeri Medan

***

Nilai batas dosis yang diberlakukan di Indonesia dituangkan dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional Nomor: PN 03/ 160/DJ/89 tentang Ketentuan Keselamatan Kerja terhadap Radiasi. Peraturan tersebut disusun lebih banyak mengacu kepada Publikasi ICRP No.26 tahun 1977.

Nilai batas dosis yang ditetapkan dalam ketentuan tersebut bukan merupakan batas tertinggi yang apabila dilampaui seseorang akan mengalami akibat merugikan yang nyata. Meskipun demikian, karena setiap penyinaran mengandung risiko tertentu, setiap penyinaran yang tidak perlu harus dihindari dan penerimaan dosis harus diusahakan serendah-rendahnya.

Beberapa efek deterministik yang dapat muncul akibat paparan radiasi dosis tinggi pada tubuh manusia yaitun:

  1. Penerimaan dosis radiasi sebesar 10.000 mSv (100 Sv) atau lebih mengakibatkan kerusakan system syaraf pusat yang diikuti dengan kematian setelah beberapa jam atau hari. Akibat yang lebih fatal dapat terjadi apabila radiasi mengenai bagian kepala. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan langsung pada system syaraf pusat.
  2. Penyinaran radiasi dengan dosis 10-50 Sv pada tubuh mengakibatkan kerusakan saluran pencernaan dan dapat mengakibatkan kematian setelah 1-2 minggu kemudian. Radiasi dengan dosis tersebut akan merusak system pencernaan di dalam perut.
  3. Dosis radiasi 3-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sum-sum tulang yang diikuti kematian setelah 1-2 bulan kemudian. Kerusakan utama terjadi pada organ pembentuk sel-sel darah dalam sumsum tulang. Kecepatan timbulnya gejala bergantung pada dosis radiasi yang diterima.
  4. Efek somatik pada organ reproduksi adalah terganggunya reproduksi sperma pada pria dan kerusakan ovum pada wanita, sehingga radiasi dapat menimbulkan kemandulan. Sel-sel reproduksi yang masih tahan terhadap radiasi mungkin akan mengalami mutasi, sehingga dalam pembelahan berikutnya dapat mewariskan gen anak yang sifatnya berbeda dengan sifat gen induknya semula. Mutasi gen ini dapat menimbulkan efek genetik yang baru akan muncul pada beberapa generasi berikutnya.
  5. Lensa mata mempunyai radiosensitivitas lebih tinggi dibandingkan retina mata. Radiasi dapat menimbulkan kerusakan sel pada lensa mata sehingga sel-sel itu tidak mampu melakukan permajuan. Sebagai akibatnya, lensa mata dapat mengalami kerusakan permanen. Lensa mata yang terpapar radiasi dalam waktu cukup lama akan berakibat pada fungsi transparansi lensa menjadi terganggu sehingga penglihatan menjadi kabur. Penyinaran yang mengenai mata dengan dosis 2-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada lensa mata. Radiasi lebih mudah menimbulkan katarak pada usia muda dibandingkan usia tua.
  6. Penyinaran ke seluruh tubuh dengan dosis 1-2 Sv menimbulkan gejala mual-mual yang di ikuti muntah.

Gangguan kesehatan dalam bentuk apapun yang merupakan akibat dari paparan radiasi bermula dari interaksi antara radiasi pengion dengan sel maupun jaringan tubuh manusia. Karena interaksi itu maka sel-sel dapat mengalami perubahan struktur dari struktur normal semula.

Sewaktu proses perbaikan sel tersebut berlangsung, adakalanya dapat terjadi gangguan terhadap keseluruhan metabolisme, sehingga seluruh pembawa informasi perbaikan sel mengalami kerusakan. Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh anak-anak karena terpapar sinar-X dan gamma pada umumnya terjadi bintik kemerahan pada kulit, kerontokan rambut, xerostomia, gangguan perkembangan benih gigi, papilla fungiformis, dan kadang-kadang menyebabkan leukemia.

Efek radiasi pada gigi anak yang telah erupsi cenderung mengalami kerusakan akibat radiasi daerah rongga mulut, meskipun kerusakannya baru tampak setelah beberapa tahun setelah radiasi. Efek radiasi langsung terjadi paling dini dari benih gigi, berupa gangguan klasifikasi benih gigi, gangguan perkembangan benih gigi dan gangguan erupsi gigi.

Efek radiasi tidak langsung terjadi setelah pembentukan gigi dan erupsi gigi normal berada dalam rongga mulut, kemudian terkena radiasi ionisasi, maka akan terlihat kelainan gigi tersebut misalnya adanya karies radiasi. Pada penelitian terbaru mengungkap dampak negatif sinar-X pada anak-anak. Pada penelitian tersebut diketahui dalam waktu lama bisa meningkatkan resiko terserang penyakit leukemia.

Para peneliti melaporkan bahwa paparan terhadap tiga kali atau lebih sinar-X di masa kanak-kanak akan meningkatkan kemungkinan seorang anak menderita penyakit leukemia sebanyak dua kali lipat, meskipun resiko secara keseluruhan masih kecil.

Para ahli peneliti mengecualikan paparan sinar-X pada tahun sebelum diagnosis dan sebelum kelahiran. Mereka menemukan bahwa resiko seorang anak akan meningkat sekitar 1,85 kali lebih tinggi mengidap leukemia jika mereka telah terpapar sebanyak tiga kali atau lebih radiasi sinar-X Efek selanjutnya ialah efek deterministik, efek deterministik berkaitan dengan paparan radiasi dosis tinggi yang kemunculannya dapat langsung dilihat atau dirasakan oleh individu yang terkena radiasi.

Efek tersebut dapat muncul seketika hingga beberapa minggu setelah penyinaran. Efek ini mengenal adanya dosis ambang, jadi hanya radiasi dengan dosis tertentu yang dapat menimbulkan dosis deterministik. Sebagai contoh dari efek deterministik adalah erythema kulit (kulit memerah) karena terkena paparan radiasi sebesar 3.000 – 6.000 mSv. Pancaran radiasi betapapun kecilnya akan membawa dampak bagi kerusakan biologis bagi operator maupun penderita, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Dengan adanya resiko yang meningkat setiap kali pemberian sejumlah radiasi apapun harus diupayakan untuk menjaga agar penyinaran dapat diusahakan serendah mungkin sesuai dengan pedoman bagi setiap penggunaan radiasi.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here