Modal Kearifan Lokal Bagi Milenial Menjaga Perdamaian

0
447
Mensos Ajak Milenial Jadi Pelopor Perdamaian (Foto: Kemensos)

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Indonesia memiliki beragam modal kearifan lokal yang bisa digunakan generasi milenial menjaga perdamaian bangsa.

“Di era milenial ini, penetrasi dampak globalisasi menjadi semakin kuat seiring semakin meningkatnya tingkat kemajuan teknologi informasi. Berkat revolusi teknologi informasi dewasa ini, informasi begitu mudah diakses oleh semua orang dan mengubah perilaku generasi muda yang lahir dari tahun 1980. Merekalah yang kita kenal sebagai generasi milenial, generasi yang tumbuh di tengah-tengah era globalisasi,” tutur Mensos saat menyampaikan Orasi Budaya dalam Sarasehan Nasional Kearifan Lokal Tahun 2018 bertema “Aktualisasi Kearifan Lokal Sebagai Identitas Kebudayaan di Era Milenial” yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (29/11).

1. Teknologi dan Sikap Sosial

Teknologi menggeser aktivitas milenial yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya. Implikasi sosialnya, ada kecenderungan kalangan generasi milenial menjadi asosial karena asyik berkutat dengan gawai yang menyediakan banyak hal secara cepat. Perilaku asosial menyebabkan generasi milenial tidak lagi akrab dengan seni dan budaya lokal.

Padahal menurut Mensos, kearifan lokal merupakan salah satu pembentuk identitas bangsa Indonesia dan generasi milenial adalah penerus bangsa. “Kearifan lokal yang sejak dulu menjadi identitas bangsa jangan sampai terkikis oleh budaya global yang masuk seiring berkembangnya kemajuan teknologi,” tuturnya.

2. Kearifan Lokal yang Penting Bagi Harmoni Hubungan Masyarakat

Ada sangat banyak kearifan lokal di Indonesia yang merupakan salah satu pilar penting bagi terciptanya harmoni hubungan antarmasyarakat, termasuk dalam pemanfaatan sumber daya alam agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Mensos pun merinci beberapa diantaranya kearifan lokal dimaksud diantaranya:

  • Di Maluku kita mengenal tradisi Pela Gandong yang merupakan ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara antara satu dengan lainnya.
  • Pada masyarakat Luwu di Sulawesi terdapat tradisi Tudang Sipulung Manre Saperra yaitu duduk bersila bersama menyantap makanan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa, sambil menumbuhkan keyakinan tali persaudaraan yang harmonis, sehingga kebersamaan tersebut dapat menjadi landasan untuk membangun masyarakat yang sejahtera.
  • Di Manado memiliki kearifan lokal yang menganggap semua orang adalah bersaudara “kita torang bersaudara.
  • Di Minangkabau dikenal Tungku Tigo Sajarangan yang merupakan model kepemimpinan yang menjadi perekat harmoni kehidupan masyarakat.
  • Masyarakat Dayak di Kalimantan Barat mengucapkan salam pembuka dengan kalimat “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” yang bermakna persaudaraan satu sama lain meskipun tidak saling kenal.
  • Masyarakat Sunda memiliki tradisi Beas Perelek dan filosofi silih asah, silih asih, dan silih asuh
  • Masyarakat Bugis memiliki ungkapan “mali si parappe, rebba si patokkong”.
  • Di Lampung ada tradisi Rembug Pekon
  • Di Sulawesi Tenggara terdapat tradisi Pokadulu
  • Di Bali Terrdapat tradisi Awig-Awig
  • Di Jambi terdapat kearifan lokal Hompongan
  • Maluku terdapat Sasi
  • Pamali Mamancing Ikan di Maluku Utara
  • Mapalus di Minahasa
  • Moposad Dan Moduduran di Bolaang Mongondow
  • Bersih Deso dan Wewaler di Jawa Timur

Dan masih banyak lagi kearifan lokal lainnya yang bisa digali sebagai modal dasar menciptakan kerukunan dan persatuan.

3. Disimpul oleh Pancasila

Menariknya, dengan keanekaragaman kearifan lokal tersebut, Indonesia memiliki simpul kearifan lokal yang bernama pancasila.

“Indonesia memiliki simpul kearifan-kearifan lokal yakni Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang telah ada sejak dulu harus terus diimplementasikan sebagai dasar berperilaku masyarakat Indonesia. Jika kita yakin nilai-nilai Pancasila dapat mengantar kita menuju kemajuan bangsa dan nasional, maka secara konsisten kita harus mengamalkan seluruh sila Pancasila,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here