Morotai Destinasi Wisata Untuk Mengenal Sejarah Perang Dunia II

0
168
Salah satu pertunjukan dalam Festival Morotai 2019 (Foto: kemenpar.go.id)

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya. Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Daya Tarik Sejarah Perang Dunia II di Morotai

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Morotai di Maluku Utara, Rabu (7/8/2019) mengatakan Festival Morotai yang tahun ini menghadirkan acara puncak bertajuk Land Of Stories menjadi atraksi wisata tersendiri yang bisa menarik wisatawan.

Seperti diketahui Morotai merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata terbaik di Indonesia.

“Saya sampaikan kepada Bupati untuk membuat ikon-ikon Perang Dunia II di Morotai,” kata Menpar pada sambutannya di Acara Puncak Festival Morotai seperti dilansir rilis Kemenpar.

Pulau Morotai merupakan satu museum besar Perang Dunia II. Satu hari sebelumnya, Menpar mengunjungi beberapa lokasi wisata di Morotai. Salah satunya yakni Museum Perang Dunia II dan Trikora.

Menurutnya, museum tersebut sangat menarik karena menyimpan sejarah pada masa Perang Dunia II serta masa pembebasan Irian Barat.

“Ini merupakan salah satu potensi besar pariwisata Morotai. Daerah ini merupakan saksi betapa dasyatnya perang dunia ke II yang berkecamuk dulu kala. Museum ini menjadi salah satu bukti paling otentik yang dimiliki Morotai,” ujar Menpar Arief, Selasa (6/8) saat mengunjungi Museum.

Sejarah panjang memang jelas dimiliki Morotai. Daerah ini merupakan basis pangkalan perang pasukan Sekutu saat perang dunia II berkecamuk. Di dalam museum ini pengunjung dibawa kembali melintas waktu menyaksikan kedasyatan perang dunia II.

Besarnya peran Morotai pada perang dunia II menyebabkan Morotai kaya akan sejarah. Museum Perang Dunia II hanya sekelumit kecil yang dimiliki Morotai. Selain museum, Morotai memiliki tujuh landasan pesawat, Pitu Street. Landasan yang merupakan saksi sejarah hilir mudiknya pesawat tempur Amerika Serikat di Morotai.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, sejarah itu bermula pada September 1944, ketika Jenderal Douglas MacArthur membawa ratusan pesawat Sekutu ke Morotai.

MacArthur memilih pulau itu karena posisinya sangat dekat dengan Filipina dan berada di sisi Samudera Pasifik. Dalam waktu tiga bulan Morotai menjadi pulau militer.

Sebagai pusat konsolidasi pasukan Divisi VII Angkatan Perang Amerika Serikat yang tengah menaklukkan Jepang, MacArthur memboyong 3.000 pesawat tempur sekutu, terdiri dari pesawat angkut, pengebom, dan 63 batalion tempur ke Morotai. Hasilnya, Amerika dan Sekutu berhasil melumpuhkan Jepang melalui Filipina.

“Ini sejarah yang sangat menarik. Banyak veteran perang dunia dari Amerika datang bernostalgia di Morotai. Ini merupakan potensi untuk mendatangkan wisatawan ke Morotai selain keindahan alamnya yang luar biasa,” kata Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

Peninggalan Perang Dunia II tidak hanya landasan pacu. Di Pulau Zum Zum, dekat dengan Morotai, terdapat bungker tentara Amerika Serikat. Dulu bungker ini menjadi tempat persembunyian senjata dan tentara Amerika.

Sedangkan di antara hutan mangrove terdapat gua tempat tentara Jepang bertahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here