Olahraga Tradisional Indonesia yang Kaya Nilai-Nilai Kearifan Lokal

0
73
Olahraga Tradisional Sabut Kelapa Karon Sahang

Olahraga tradisional Indonesia semakin terpinggirkan dengan semakin beragamnya pilihan olahraga baik olahraga yang berasal dari luar negeri, maupun olahraga berbasis peralatan elektronik yang kini dinamai e-sport. Padahal olahraga tradisional Indonesia tidak kalah beragamnya. Sayangnya, kini tidak lagi banyak dimainkan. Selain pencak silat, kita barangkali akan kesulitan menyebutkan daftar olahraga tradisional Indonesia.

Padahal ada sangat banyak olahraga tradisional Indonesia yang berbalut permainan rakyat. Misalnya terompah panjang, gasing, bakiak, hadang, kereta sorong, dan lain sebagainya.

Tak heran, acara besar semisal Festival Olahraga Tradisional (FOT) tingkat Nasional, tidak begitu bergaung luas. Padahal Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menunjuk Bangka Belitung sebagai tuan rumah festival olahraga tradisional pada 2020. Pemerintah menjadikan Festival Olahraga Tradisional sebagai salah satu upaya melestarikan olahraga kerakyatan di Indonesia yang tergerus permainan berbasis teknologi.

Ada banyak event olahraga tradisional yang pernah dilangsungkan, selain Festival Olahraga Tradisional juga ada Pekan Olahraga Tradisional juga terdapat Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang di dalamnya terdapat cabang olahraga tradisional. Memang, olahraga tradisional (kecuali pencak silat) lebih banyak dimaknai sebagai bagian dari olahraga rekreasi.

Melalui Festival Olahraga Tradisional, pemerintah mengajak anak-anak terutama pelajar untuk kembali menggeluti permainan tradisional daerahnya. Sebagai sebuah festival, maka Festival Olahraga Tradisional juga bagian penting untuk memperkenalkan jenis-jenis olahraga tradisional setiap daerah. Misalnya seperti yang ditampilkan peserta dari seluruh Indonesia pada perhelatan Festival Olahraga Tradisional 2018 lalu, di antaranya:

1. Suruk-Surukan – Kabupaten Tebo (Provinsi Jambi)
2. Bagadeng Basamo – Kabupaten Batanghari (Provinsi Jambi)
3. Cado – Papua
4. Mo Dandta – Gorontalo  
5. Baridak Barudak – Rangkas Bitung (Banten)
6. Kedemplung dari Jawa Barat
7. Siluncuar Palopa Enau (Riau)
8. Eket Daet Bengkulu
9. Balugu Babintih – Kalimantan Tengah
10.  Kacapak Kacabau – Kalimantan Selatan
11. Maen Sabut Kelapa Karon Sahang – Bangka Belitung|
12. Kuntau – Kalimantan Timur
13. Sinnal  Garamural – Nusa Tenggara Timur
14. Siap-Siapan – Bali
15. Saruang Karambia – Sumatera Barat
16. Pasodo Tompong-Tompong – Sulawesi Selatan
17. Gekhubak Takkung – Lampung
18. Anturaung – Kabupaten Bungo (Provinsi Jambi)
19. Obah Owah – Daerah Istimewa Yogyakarta.

Manfaat Olahraga Tradisional

Menariknya, olahraga tradisional tidak hanya kaya dengan nilai-nilai olahraga yang menyehatkan badan, tetapi juga kaya dengan nilai-nilai budaya yang penuh dengan kearifan lokal yang penting bagi kesehatan jiwa.  Olahraga tradisional selain nilai sportivitas, kekompakan dan kerja sama juga punya perasaan gembira dan saling hormat.

Untuk menyebutkan secara detail nilai kearifan lokal pada suatu olahraga tradisional tentu setiap permainan punya nilai kearifannya masing-masing. Tetapi senantiasa di dalamnya tergantung nilai-nilai yang telah disebutkan di atas.

Bagian yang tak kalah pentingnya, olahraga tradisional Indonesia membawa kebanggaan nasional karena di dalamnya ada kekayaan budaya bangsa.

Wajar karena pada dasarnya olahraga tradisional telah hadir di masyarakat setempat selama ribuan tahun yang berbaur dalam kebudayaan manusia sejak dahulu yang penuh dengan nilai kearifan lokal. Permainan-permainan ini secara tidak langsung terwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya.

Itulah mengapa, jika olahraga tradisional semakin dilupakan, maka akan hilang begitu saja dari masyarakat setempat. Begitu pentingnya upaya pelestarian olahraga tradisional sehingga Undang-undang No. 5 tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan tahun 2017 menyebutkan olahraga tradisional sebagai salah satu item objek pemajuan kebudayaan (pasal 5).

Sekarang, tentu saja kembali kepada kita, apakah ingin tetap menjadikan olahraga tradisional Indonesia menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan berkebudayaan kita atau membiarkannya hilang begitu saja.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here