Pemanfaatan Tumbuhan Jarak (Ricinus Communis) Sebagai Energi Alternatif

7
201

Oleh : Aulia Eka Rahma
Penulis merupakan Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

***

Indonesia merupakan Negara dengan Iklim Tropis. Perairan yang hangat di wilayah Indonesia sangat berperan dalam menjaga suhu di darat tetap konstan, dengan rerata suhu 28 °C di wilayah pesisir, 26 °C di wilayah pedalaman dan dataran tinggi, serta 23 °C di wilayah pegunungan.

Perubahan suhu antarmusim di Indonesia pun tidak begitu signifikan. Dengan adanya iklim tropis ini membuat berbagai macam jenis tumbuhan serta hewan dapat berkembang biak dengan baik dan membangun keanekaragaman hayati yang baik.

Adapun berbagai jenis tumbuhan yang mampu hidup di daerah tropis yaitu tumbuhan Perdu, yaitu tumbuhan yang rendah dan batang yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Tumbuhan perdu  juga tidak memiliki perawatan khusus dalam masa tanamnya,dan juga tanaman ini juga bisa beradaptasi baik di daerah yang tropis maupun subtropis. Dan ada juga tumbuhan perdu yang mampu hidup di iklim yang dingin. Salah satu tumbuhan yang sering dijumpai dengan memiliki berbagai macam manfaat yaitu Tumbuhan Jarak.

Tumbuhan Jarak merupakan tanaman perdu yang memiliki daun tunggal yang menjari berjumlah ganjil (7 atau 9 ruas) yang hidup di daerah yang subtropika dan tropika pada ketinggian 0-800 mdpl. Tumbuhan ini mudah dijumpai di Indonesia karena iklimnya yang tropis membuat tumbuhan Jarak mudah tumbuh di Indonesia.

Namun,banyak masyarakat yang kurang edukasi dan menganggap tumbuhan Jarak hanya sebagai tanaman semak tanpa kegunaan yang besar. Padahal,potensi dari tumbuhan Jarak ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya alam yang multifungsi. Beberapa ahli telah membuat penelitian mengenai tumbuhan ini, yaitu seperti membuat inovasi Biodiesel yang sebagai energi alternatif yang mampu menggantikan penggunaan Bahan Bakar dari Minyak Bumi.

Tumbuhan Jarak memiliki Batang kayu yang kuat, Daun yang tunggal dan menjari serta Buah yang bentuknya bulat dan memiliki warna hijau dan coklat tua di bagian ujung buah. Selain itu, akar dari tumbuhan yang merupakan akar tunggang membuat tumbuhan ini menjadi tumbuhan perdu yang kokoh. Biji yang terletak di dalam buah juga memiliki bentuk bulat lonjong dan warna yang coklat kehitaman.

Tanaman ini menghasilkan minyak dari biji yang terdapat di buah, yaitu minyak jarak, dan mengandung zat ricin, sejenis racun yang mematikan. Pohon jarak merupakan satu-satunya tumbuhan yang bijinya kaya akan suatu asam lemak hidroksi, yaitu asam ricinoleat. Adanya asam lemak ini membuat minyak biji jarak memiliki kekentalan yang stabil pada suhu tinggi sehingga minyak jarak dipakai sebagai campuran pelumas. Inti biji (kernel) jarak pagar mengandung sekitar 40-45 persen minyak sehingga dapat diekstrak menjadi minyak jarak dengan cara mekanis ataupun ekstraksi menggunakan perarut seperti heksana

Di Indonesia,pemanfaatan tumbuhan ini yaitu sebagai obat, seperti obat penyakit kulit dan sebagai penyembuhan pasca melahirkan. Namun, banyak pengembangan pemanfaatan tumbuhan Jarak ini dengan adanya penelitian-penelitian terbaru yaitu seperti di ilmu bioteknologi   dan  rekayasa genetika   serta   mencari sumber  keragaman baru  genetika pada tumbuhan Jarak.

Penggunaan tumbuhan Jarak yang akan dikembangkan lagi yaitu potensi tumbuhan Jarak sebagai energi Biodiesel. Energi Biodiesel ini menjadi salah satu inovasi yang didapat dari minyak Jarak. .  Minyak jarak yang memiliki sifat tahan panas. Pemanfaatan dari minyak ini kemudian dikembangkan dan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat diperbaharui.

Adapun beberapa tahapan dari pembuatan Minyak jarak yang akan menjadi Biodiesel yaitu tahapan pertama dengan mengolah Biji Jarak dengan bersih sehingga bisa diolah ke tahapan Esterifikasi. Tahapan mengolah biji Jarak ini dengan membersihkan biji dan merendam biji kedalam air mendidih lalu mengeringkan biji.

Biji yang kering dapat dilakukan pengepresan untuk mendapatkan minyak dari Jarak. Adapun tahapan menggunakan reaksi Kimia yaitu Reaksi Esterifikasi , Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi Reaksi Transesterifikasi: Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin).

Sampai pada tahap ini, pembuatan biodiesel menggunakan bahan baku alternatif tanaman jarak pagar telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak solar.

Pemanfaatan Biodiesel ini masih dalam tahapan pengembangan, mengingat energi Biodiesel ini masih sebagai energi alternatif,belum memiliki kepopuleran seperti pemanfaatannya pada hasil produk lain dari tumbuhan Jarak seperti obat-obatan dan juga sabun.

Namun, kedepan diharapkan energi ini mampu menggantikan penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti Minyak Bumi untuk menjaga kelestariannya dan juga dapat mengurangi polusi yang ada.

7 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here