Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Bantargebang Diresmikan; Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui

0
375

BEKAKASI, ANALISA INDONESIA – Pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Kota Bekasi diremikan pada Senin, 25 Maret 2019.

Persemian pembangkit listrik tenaga sampah pertama di Indonesia ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, maupun perwakilan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Lalu seperti apa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ini?

1. Karya Anak Bangsa

Pilot project PLTSa di TPST Bantargebang ini dikerjakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Paling membanggakan adalah yang terlibat dalam proses ini adalah anak bangsa. Adapun TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negari adalah 65 persen.

Adapun 35% sisanya mewakili penggunaan komponen dari luar negeri, seperti bagian turbin dari India, dan komponen lain dari Cina.

Nantinya, penggunaan komponen dalam negeri akan semakin ditingkatkan seiring dengan pengembangan dan pembangunan PLTSa.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, penelitian hingga pembangunan PLTSa dilakukan selama kurang dari satu tahun.

2. Beri Nama PLTSa Merah Putih

PLTSa Bantargebang menggunakan nama resmi PLTSa Merah Putih. Penamaan ini juga ingin menegaskan jika PLTSa dibangun dengan kemampuan anak bangsa.

3. Kapasitas Listrik

Kapasitas pengolahan sampah PLTSa mencapai 100 ton per hari mampu menghasilkan listrik sebagai bonus sebanyak 700 kilowatt hour.

4. Jadi Pilot Project

Diharapkan, PLTSa Merah Putih menjadi model percontohan bagi daerah-daerah lain dalam mengelola sampah.

Selain itu, hadirnya PLTSa Merah Putih juga menjadi jawaban dari beban TPST Bantargebang yang pada 2021 mendatang sudah tidak mampu menampung sampah lagi.

Seperti diketahui, TPST Bantargebang sudah berusia 30 tahun dan kapasitas yang tersisa tinggal 10 juta ton lagi dan harus menampung sampah 7.400 ton per hari.

Adapun PLTSa Merah Putih ini adalah Pengolahan Sampah Proses Thermal dengan kapasitas sekitar 100 Ton/Hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here