Pembelajaran Sistem Koloid Melalui Virtual Laboratory Chemistry

1
234

Oleh : Putri syahbilah
Penulis adalah mahasiswi pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan

***

Dalam perkuliahan terutama jurusan Sains memiliki pemasalahan penting khususnya dalam mata kuliah kimia karena kurangnya fasilitas sarana maupun prasarana yang lengkap untuk melakukan proses perkuliahan.

Di negara kita prosedur dalam mutu pendidikan adalah dengan kurikulum. Kurikulum sendiri dapat diartikan sebagai perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga pendidian yang berisi rancangan pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Saat ini pendidikan di indonesia menggunakan kurikulum 2013 dimana kurikulum ini memiliki tiga aspek penilaian yakni keterampilan,pengetahuan,sikap dan perilaku. Walaupun belum maksimal diterapkan.

Pada saat kurikulum ini, proses pembelajaran kimia dilakukan di dalam ruangan dan di laboratorium. Laboratorium merupakan tempat untuk melakukan eksperimen percobaan dan penelitian. Materi kimia yang kompleks menyulitkan mahasiswa untuk memhami kensep pembeljaran kimia. Salah satu materi kimia yang cukup sulit di pahami yaitu sistem koloid yang di dalam pembelajarannya harus membutuhkan sebuah proses pratikum di laboratorium.

Pembelajaran sistem koloid ini merupakan suatu bentuk campuran dua atau lebih zat yang bersifat heterogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar shingga mengalami efek tyndall. Berdasarkan fase terdispersi koloid terbagi menjadi tiga jenis yakni sol,emulsi dan buih. Dan koloid dengan fase pendispersi gas disebuat aerosol. Di dalamnya terdapat sifat dan reaksi dan banyak menggunakan efek tyndal.

Virtual Laboratory Sebagai Solusi

Meskipun kegiatan laboratorium sangat penting dalam proses pembelajaran, namun pelaksanaannya masih jarang dilakukan karena beberapa permasalahan misalnya alat dan bahan pratikum dan kisaran harga yang cukup mahal, pada saat pratikum harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempersiapkan alat bahan dan lainnya, keterbatasan laboratorium membatasi guru untuk melaksanakan pratikum (Tuysuz, 2010).

Dari permasalahan tersebut, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengembangkan proses pembelajaran melalui virtual laboratorium agar menunjang proses pembelajaran di kelas,memudahkan guru atau dosen dlam proses pembelajaran dan model pembelajaran ini tidak membuat mahasiswa jenuh.

Virtual labs merupakan laboratorium virtual yang berisi animasi praktikum menyerupai pratikum dalam laboratorium ( dwitya dkk,2008 ). Melalui model virtual laboratory mahaasiswa diberi tantangan untuk memecahkan masalah berbasis online. Virtual lab ini menumbuhkan generik SAINS yang dimiliki mahasiswa dan  pembelajaran  perlu diterapkan pembelajaran  yang  menggunakan  Adobe  flash  dengan  menggabungkan  suatu  aplikasi sehingga  dapat  menjadikan  proses  pembelajaran  yang  menarik  sehingga  siswa  aktif.

Banyak website website resmi yang sudah mengunakan virtual laboratory sistem koloid dengan beberapa tahap dimulai alat dan bahan dan cara langkah kerja tersebut. Semua fasilitas dalam belajar sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah Kemendikbud terutama dalam pembelajaran.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here