Pendidikan di Masa Pandemi dan Manfaatnya dari Sisi Ekonomi

0
227

Oleh : Satria Nazori
Mahasiswa D3 Akuntansi Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN

***

Hampir menginjak satu tahun sejak Presiden Joko Widodo pada 3 Maret 2020 mengumumkan kasus Covid-19 pertama kali di tanah air dari Istana Kepresidenan. Wabah penyakit ini sangat memukul perekonomian nasional yang memaksa pemerintah untuk melakukan langkah cepat dalam pengambilan keputusan. Kebutuhan dana melonjak tajam sementara di sisi lain pemerintah dihadapi dengan menurunnya pendapatan di seluruh elemen masyarakat yang berakibat juga pada menurunnya pendapatan negara.

Selain berdampak pada sektor perekonomian, sektor pendidikan yang menjadi hal penting bagi negara ikut jatuh akibat pandemi. Kebijakan social distancing dan keganasan virus Covid-19 memaksa pemerintah merumahkan anak-anak untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sudah menjadi kesadaran semua pihak bahwa PJJ sepenuhnya tidak optimal dalam proses belajar mengajar siswa. Tak hanya guru dan murid, orang tua pun ikut “jungkir balik” menghadapi proses pembelajaran di masa pandemi ini.

Di sisi lain terdapat daerah terdampak yang masuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) mengalami kesulitan akibat sarana dan prasarana belajar yang kurang memadai. Kekhawatiran makin bertambah dengan munculnya isu learning loss dan level stress peserta didik yang meningkat. Learning loss merupakan kondisi dimana tanda-tanda siswa mengalami kehilangan pengalaman belajar dan hilangnya kesempatan pelajar menambah ilmu akibat pandemi Covid-19. Keluhan muncul dari berbagai pihak yang akhirnya berujung pada pertanyaan tentang efektivitas pembelajaran seperti saat ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa langkah penting dalam mengatasi munculnya tanda-tanda learning loss adalah dengan menggelar sekolah tatap muka. Pemerintah melalui Kemendikbud terus mengupayakan yang terbaik dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi selama PJJ ini. Dalam pemaparannya di Forum Merdeka Barat (22/1/2021), Nadiem menyampaikan 3 poin penting mengenai Capaian Program Prioritas Merdeka Belajar Tahun 2020, Capaian Kebijakan di Masa Pandemi Covid-19 Tahun 2020, dan Sasaran Program Prioritas Merdeka Belajar Tahun 2021.

Transformasi pendidikan Indonesia dimulai dari Program Merdeka Belajar. Pada tahun 2020, Kemendikbud telah banyak menghadirkan terobosan di berbagai program hingga terangkum dalam 6 episode.  Transformasi yang paling ramai dibicarakan mengenai penghapusan USBN dan penggantian UN yang tidak lagi berpengaruh dalam kelulusan, lalu diikuti hak belajar tiga semester di luar program studi pada mahasiswa perguruan tinggi. Langkah besar tersebut diambil dengan harapan bahwa pelajar di Indonesia bisa mengembangkan minat masing-masing dengan mengambil pelajaran di dunia nyata yang berujung pada peningkatan kualitas diri.

Capaian program lain yang tak kalah penting yaitu mengenai Dana BOS yang ditransfer langsung melalui rekening dan cakupannya termasuk untuk sekolah swasta, memberikan bantuan dan keringan UKT untuk perguruan tinggi, bantuan kuota internet, hingga penyederhanaan kurikulum dalam kondisi khusus.

Pada tahun 2021, postur anggaran pendidikan mencapai 550 Triliun yang terbagi dalam beberapa bagian. Untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri, dana yang dikelola sebesar 81,5 Triliun. Dengan dana ini Nadiem tetap akan melanjutkan transformasi pendidikan dan pemajuan kebudayaan melalui Program Merdeka Belajar di tahun 2021. Terdapat 8 Prioritas Merdeka Belajar pada tahun 2021, antara lain:

  1. Pembiayaan Pendidikan;
  2. Digitalisasi Sekolah dan Medium Pembelajaran;
  3. Pembinaan Peserta Didik, Prestasi, Talenta, dan Penguatan Karakter;
  4. Sekolah Pengguru dan Guru Penggerak;
  5. Peningkatan Kualitas Kurikulum dan Asesmen Nasional;
  6. Revitalisasi Pendidikan Vokasi;
  7. Kampus Merdeka;
  8. Pemajuan Kebudayaan dan Bahasa.

Melihat program dan terobosan baru yang ditargetkan pada tahun ini, menunjukkan pemerintah sangat peduli dan optimis untuk memajukan pendidikan bagi seluruh Masyarakat Indonesia. Pendidikan harus selalu menjadi prioritas karena merupakan salah satu cita-cita Indonesia merdeka yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain hal tersebut, kira-kira apa lagi sih manfaat pendidikan sehingga negara memberikan effort yang luar biasa terhadap sektor ini? Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani, peranan pendidikan tinggi yang berkualitas akan mampu mencetak manusia yang terdidik dan terpelajar, memiliki intelegensia dan keterampilan sehingga dapat menciptakan kemajuan di segala bidang dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia dipengaruhi pendidikan karena pendidikan memberikan eksternalitas positif bagi masyarakat dan lingkungan di Indonesia. Eksternalitas positif adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan orang lain juga ikut merasakan manfaatnya. Pendidikan merupakan barang privat (private goods) karena orang harus bersaing dan tidak semua orang dapat merasakannya.

Untuk itu pemerintah hadir dalam upaya-upaya pemerataan pendidikan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakannya. Nadiem mengatakan bahwa keluhan mengenai kesulitan pembayaran biaya sekolah tidak hanya datang dari siswa yang bersekolah dalam sekolah negeri tetapi juga dari sekolah swasta yang akhirnya diberlakukannya perluasan pemberian Dana BOS untuk daerah swasta.

Berikut contoh eksternalitas positif dari pendidikan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain ataupun pemerintah:

1. Productivity (Produktifitas)

Jika pendidikan yang dimiliki seseorang berkualitas tinggi, maka akan membuat orang tersebut menjadi pekerja yang produktif, dengan demikian masyrakat dapat memperoleh manfaat dari pendidikan yaitu dapat memperoleh standar hidup dan pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini juga akan berdampak pada orang lain yang dikenal sebagai Spillovers atau eksternalitas positif untuk pekerja lain. Artinya peningkatan produktivitas seseorang bisa meningkatkan produktivitas rekan kerja lainnya. Produktivitas yang meningkat akan meningkatkan upah dan kesejahteraan hidup mereka.

2. Pendapatan Negara

Pendapatan negara yang dimaksud berkaitan dengan pajak yang didapat oleh pemerintah. Produktivitas pekerja yang meningkatkan upah menjadi lebih tinggi akan dirasakan manfaatnya juga oleh pemerintah. Upah yang tinggi mengakibatkan pendapatan pajak yang lebih tinggi bagi pemerintah.

3. Proses Demokrasi Lebih Aktif

Pendidikan dapat membuat warganya menjadi lebih terinformasi dan menjadi peserta aktif dalam proses demokrasi. Pengetahuan yang luas membuat seseorang dan lingkungannya lebih kritis dalam menanggapi sebuah isu, kemudian ingin ikut berkontribusi dalam menyampaikan pendapat dan lebih tergerak untuk melakukan perubahan.

4. Mengurangi Kriminalitas

Produktivitas seseorang yang meningkat mengurangi waktunya menganggur atau sekedar bersantai. Seseorang akan lebih banyak bekerja, menerima pendapatan yang lebih tinggi, dan mengurangi pengangguran yang berujung pada berkurangnya kemungkinan tindak kriminalitas sehingga masyarakat menjadi lebih aman.

Sungguh besar manfaat dari pendidikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pemerintah sangat mendorong seluruh anak bangsa agar mendapatkan pendidikan yang setara dan setinggi mungkin agar menjadi sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing dengan dunia luar. Nadiem berujar jika terdapat siswa yang kurang mampu, pemerintah berkomitmen untuk senantiasa hadir dan membantu siswa dengan berbagai program yang disediakan sehingga setiap masyarakat mendapat kualitas pendidikan yang tinggi dan ikut berkontribusi dalam memakmurkan Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here