Peran Fintech Syariah dalam Pemulihan Ekonomi

0
90

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Pandemi Covid-19 sangatlah menghambat pertumbuhan ekonomi, Fintech Syariah bisa menjadi salah satu kekuatan besar dalam memulihkan ekonomi Indonesia. Hal ini didukung oleh pernyataan Bank Indonesia dalam empat langkah prioritas dalam percepatan pemulihan ekonomi, salah satunya melalui jalur fintech. Selain itu, Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Fintech Syariah menjadi harapan baru mengingat aset perbankan syariah saat ini masih di bawah 7% dari total aset perbankan di Indonesia.

Fintech Syariah memiliki penekanan yang kuat dalam tiga hal, yaitu nilai etis, sektor ekonomi real dan kebermanfaatan sosial. Keuangan yang etis dengan nilai transparansi, keadilan dan tanggung jawab sangat dibutuhkan untuk membangkitkan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Keuangan ibarat darah dan ekonomi adalah jantungnya.

Kapital Boost misalnya, salah satu fintech syariah di Indonesia menggalang dana secara daring untuk mendanai berbagai proyek UKM di Indonesia. Kapital Boost membantu UKM yang kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan perbankan karena tidak adanya jaminan atau masih baru beroperasi. Sebagian UKM juga membutuhkan pendanaan yang cepat. Hal seperti itulah yang bisa dibantu oleh Kapital Boost.

Para pendana yang ikut membantu berpartisipasi mendanai UKM mendapatkan imbal hasil setara hingga 22% per tahun. Dikarenakan proses pembiayaan dilakukan secara daring, prosesnya pun bisa lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan UKM. Penggunaan akad syariah juga memastikan proses pembiayaan dilakukan dengan cara yang adil dan transparan. Kapital Boost telah mengantongi registrasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor registrasi S-609/NB.213/2019.

“Misi kami adalah membantu masyarakat dengan menggalang dana untuk UKM yang tidak memiliki akses ke pembiayaan bank. Kami melihat peran ini semakin penting mengingat situasi ekonomi yang lemah saat ini dan bank semakin menghindari risiko. Melalui platform Kapital Boost, kami berharap dapat berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia. UKM yang memiliki potensi bagus bisa mendapatkan akses dana untuk menumbuhkan bisnis mereka dan investor mendapatkan margin keuntungan yang menarik. Dengan saling membantu dan menggunakan pembiayaan berbasis nilai etis dan syariah, kami mencari berkah dari setiap transaksi pendanaan kami,” Kata Erly Witoyo, CEO Kapital Boost.

Selain menggalang dana untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan UKM, Kapital Boost juga menggalang dana untuk berbagai proyek sosial di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Kapital Boost menggalang dana donasi wakaf untuk proyek rumah sakit container penanganan Covid-19 bersama Dompet Dhuafa.

Nilai sosial dalam fintech syariah sangatlah dibutuhkan. Inovasi zakat, infaq, shadaqah dan wakaf (Ziswaf) diperlukan untuk “memviralkan kebaikan”. Kita sudah melihat beberapa fintech syariah mulai menggalang dana donasi, baik berupa wakaf atau shadaqah secara umum untuk menangani dampak Covid-19 seperti yang dilakukan oleh Kapital Boost. Diharapkan kita semua selalu Istiqomah untuk berkembang dalam kebaikan. (RLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here