Rayakan International Fragrance Day, Kahf Adakan Basic Parfum Class

0
73

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Pengalaman terhadap aroma tertentu atau favorite notes sesorang bisa jadi dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil. Mereka yang terbiasa mencium aroma vanila misalnya dari masakan ibu di dapur, bisa jadi akan menyukai wangi vanila pada parfumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Alfin, certified parfumer yang menjadi pembicara dalam Basic Fragrance Class yang diadakan oleh Kahf melalui Zoom pada 10/4/2021.

Kegiatan Kahf Basic Fragrance Class yang juga dihadiri oleh Alex Abbad tersebut dalam rangka memperingati International Fragrance Day yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Alex Abbad juga menyatakan bahwa wangi yang kita cium dari aroma parfum adalah bagian dari ingatan. Rasa ingatan bahwa ini adalah yang membuat senang.

Lewat Basic Fragrance Class, peserta diperkenalkan detail tentang karakteristik parfum, notes, dan detail Kahf Eau De Toilette. Menariknya, walau kegiatan dilangsungkan secara virtual, tetapi setiap peserta dikirimkan jenis-jenis aroma parfum berdasarkan fragrance families dan karakteristik wanginya. Misalnya, citrus, aldehydic, leathery, woody, spicy, fougere, aromatic, marine, serta aquatic.

Mengenal Sejarah Parfum dan International Fragrance Day

International Fragrance Day diperingati oleh Fragrance Foundation sejak tahun 2018 lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap wangi-wangian kepada masyarakat, juga untuk menyatukan komunitas fragrance (wewangian).

Apa itu fragrance? fragrance sendiri adalah percampuran yang kompeks dari bahan baku wangi-wangian. Bahan baku tersebut bisa natural melalui distilasi atau diekstrak menggunakan solvent. Bisa pula berupa sintetik.

Menurut Alfin, tidak ada alasan pasti dipilihnya tanggal 21 Maret sebagai Hari Fragrance Internasional. Tetapi pada tanggal tersebut, di negara 4 musim bersamaan dengan mekarnya bunga-bunga yang banyak menjadi bahan dasar wewangian.

Sedangkan sejarah parfum sendiri tidak bisa dilepaskan dari sejarah penggunaan wangi-wangian dalam kehidupan manusia.

Kita bisa melacak pada masa Mesir Kuno, Yunani dan Romawi yang menjadikan wangi-wangian untuk kegiatan peribadatan yaitu menjadi perantara antara bumi dan alam surgawi, antara manusia dan tuhannya. Wangi-wangian untuk peribadatan ini biasanya dibakar yang tidak hanya mengeluarkan wangi tertentu tetapi juga asap. Karena itu asal kata Parfum adalah Per yang bermakna melalui dan Fumus yang bermakna asap. Sehingga Perfumus bermakna “melalui asap”.

Menariknya, walau Prancis dikenal karena industri parfumnya, tetapi nyatanya Italia menjadi awal industri parfum. Parfum banyak digunakan oleh kalangan atas dan bangsawan karena harganya yang mahal. Parfum awalnya digunakan untuk mengurangi aroma tak sedap dari kaos tangan yang berbahan kulit.

Barulah kemudian pada akhir abad ke-19, bahan sintetis untuk parfum mulai digunakan untuk industri ini, sehingga memperluas penggunaan parfum.

Pada awal abad ke 20, Francois Coty mulai merevolusi industri parfum dengan menggunakan botol parfum yang menarik. Hingga kemudian berbagai brand parfum ternama muncul dengan beragam variannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here