Sejarah Hari Membaca Nyaring Sedunia – World Read Aloud Day

0
100

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Selain memperingati Hari Buku, dan Hari Kunjung Perpustakaan, kita juga mengenal Hari Membaca Nyaring Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Februari.

Mengutip laman Globe Trottin Kids, disebutkan jika ide awal World Read Aloud Day (WRAD) pertama kali digagas oleh LitWorld sebuah organisasi non profit yang percaya akan kekuatan membaca nyaring. Membaca nyaring membantu dalam skill literasi, membangun komunitas dan juga menghubungkan antara satu dan yang lainnya.

Alasan Lahirnya Hari Membaca Nyaring Sedunia

Mengutip Global Literacy Statistics, LitWorld WRAD packet setidaknya saat ini terdapat lebih dari 750 juta orang dewasa (dua pertiganya perempuan) tidak memiliki keterampilan membaca dan menulis dasar.

Selain itu membacakan lantang untuk anak-anak menempatkan mereka hampir satu tahun di depan anak-anak yang tidak menerima bacaan harian, terlepas dari pendapatan orang tua, tingkat pendidikan atau latar belakang budaya.

Padahal, individu dengan tingkat melek huruf yang rendah cenderung tidak berpartisipasi dalam proses demokrasi dan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk sepenuhnya menggunakan hak sipil mereka.

Selain itu, orang yang buta huruf berpenghasilan 30-42% lebih rendah dari rekan mereka yang melek huruf.

Hari Membaca Nyaring pada tahun 2018 menjadi Hari Baca Nyaring yang penting, karena di tahun tersebut bersamaan dengan ulang tahun ke-20 serial Harry Potter. Malam Harry Potter juga dirangkaikan dengan peringatan WRAD yang diisi dengan membaca buku Harry Potter dengan nyaring di seluruh dunia.

Hari Membaca Nyaring di Indonesia

Ide ini Hari Membaca Nyaring Sedunia pertama kali digagas pada tahun 2010 dan hingga 2021 telah diikuti oleh 173 negara.

Di Indonesia, Hari Membaca Nyaring diperingati oleh lembaga maupun organisasi yang berkecimpung dalam kegiatan literasi terutama yang berkaitan dengan buku anak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here