Sikapi Tuntutan Profesionalitas, Alumni PMII Deklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan

0
28

TULUNGAGUNG, ANALISA INDONESIA – Pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan bonus demografi menjadi perhatian para dosen alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Untuk merespon kondisi tersebut, mereka mengadakan Muktamar Pemikiran di Tulungagung, Jawa Timur pada tanggal 5-7 April 2021. Gelaran akademik itu dipusatkan di Kampus Institut Agama Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (IAIN SATU), Tulung Agung.

Muktamar diharapkan menghasilkan pemikiran strategis dan merumuskan peta jalan pengembangan sumberdaya manusia dan pengayaan cabang-cabang keilmuan para alumni PMII. Puncaknya, pada Rabu (7/4/2021) dini hari Muktamirin mendeklarasikan Asosiasi Dosen Pergerakan. Dosen PMII mengusung Indonesia Emas sebagai tema Muktamar.

“Asosiasi ini adalah wadah profesi dosen alumni PMII seluruh Indonesia, wadah yang dimaksudkan untuk memberi ruang Dosen Alumni PMII untuk lebih berperan dalam pengembangan SDM yang harus mampu menjawab dinamika sosial dan Pendidikan Tinggi,” jelas Akhmad Muqowam, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII yang hadir dalam deklarasi tersebut.

Sebagai pembicara kunci dalam gelaran akademik itu adalah para menteri alumni PMII Abdul Halim Iskandar (Menteri Desa, PDTT) yang membentang Indonesia Emas dari perspektif pembangunan desa dan Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) yang memaparkan ketenagakerjaan Indonesia Emas.

Pada sesi lain diisi oleh DR. Sonny B Harmadi, dosen UI yang juga Deputi pada Tim Nasional Penanggulangan Covid-19. Sonny menggarisbawahi pentingnya memastikan bonus demografi Indonesia menjadi bonus kesejahteraan. Lebih lanjut ia menandaskan pentingnya pendidikan, dan peran strategis dosen untuk mencapai bonus kesejahteraan tersebut. Pada kesempatan itu ditampilkan pula makalah terseleksi dari 122 accepted papers yang lolos seleksi tim penelaah akademik muktamar.

Muktamar memandang tiga kunci kontribusi dosen-dosen PMII bagi Indonesia Emas. Yaitu database dosen yang solid, pengembangan kapasitas sesuai kebutuhan profesi dosen, dan diversifikasi keilmuan.

Akhmad Muqowam juga memastikan bahwa asosiasi dosen tersebut berada dalam struktur PB IKA PMII, yang merupakan institusi semi otonom yang fokus pada profesi dosen, dan karena itu pengelolaan keorganisasiannya harus efektif, lincah dan tidak struktural sampai di tingkat bawah.

Sebagai catatan, hingga laporan ini diturunkan, total 1.039 orang dosen alumni PMII telah terdata. Menariknya, dari jumlah itu mayoritas adalah generasi 1980-an. Dengan skenario pensiun pada usia 65 tahun, mereka memiliki peluang karir masih panjang sekaligus modal manusia bagi terwujudnya Indonesia Emas.

Dan para profesional dosen alumni PMII tersebut harus mampu bersaing dengan profesional dosen lain yang berada diluar PMII.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here