Sistem Koloid dalam Kehidupan Sehari – hari

0
331

Oleh : Nola Sari
Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan

***

Tahukah anda mengapa pada siang hari ruangan yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung tampak terang? Mengapa biskuit didalam kaleng tetap kering walaupun telah lama disimpan? Zat apakah yang ditambahkan kedalam kaleng itu? lain pula halnya pada minyak dan zaitun jika dicampurkan menghasilkan campuran berupa susu. Campuran ini dapat menghamburkan cahaya, sedangkan air dan minyak zaitun, masing – masing dapat tembus cahaya. Perubahan apakah yang terjadi dalam sistem tersebut?peristiwa – peristiwa diatas terjadi karena adanya sistem koloid. Apakah sistem koloid itu?

Koloid adalah salah satu jenis campuran homogen yang memilki sifat – sifat berbeda dengan larutan yang selama anda ketahui. Perbedaan sifat ini disebab kan oleh ukuran partikel zat terlarut yang lebih besar dibanding dengan larutan. Koloid memiliki aplikasi luas mencakup banyak material yang ada dialam maupun yang dikembangkan di industri seperti kosmetik, obat – obatan, pengolahan air minum, sampai material bangunan.

Sifat – sifat Koloid

Sistem koloid memiliki sifat – sifat khas yang membedakan dengan larutan sejati.

Beberapa sifat – sifat koloid adalah :

a. Gerak Brown adalah gerakan zig – zag partikel koloid karena tumbukan antara partikel koloid. Gerakan partikel koloid semakin cepat apabila ukuran partikel nya semakin kecil.

b. Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel – partikel koloid sehingga tampak lintasan berkas sinar tersebut.

Dalam kehidupan sehari – hari, efek tyndall yang terjadi di lingkungan kita adalah:

  • Hamburan cahaya kendaraan bermotor akan terlihat di jalan yang berdebu.
  • Hamburan cahaya proyektor pada gedung bioskop oleh asap penonton.
  • Penghamburan cahaya oleh partikel koloid yang mengakibatkan langit berwarna biru.
  • Warna cahaya sinar matahari yang akan terbenam tampak berwarna merah, hal ini terjadi karena cahaya matahari mengalami dipraksi oleh partikel – partikel koloid di atmosfer.

c. Muatan Koloid : terjadi sebagai akibat penyerapan ion pada permukaan partikel koloid.

d. Adsorbsi adalah penyerapan pada permukaan partikel koloid.

Contoh : penyerapan ion – ion pada permukaan partikel koloid sehingga partikel koloid bermuatan.

Sistem koloid sering kita jumpai dalam kehidupan sehari – hari. Produk – produk pabrik (industri) banyak yang berupa sistem koloid atau menggunakan sistem koloid dalam pembuatan nya. Beberapa penggunaan sistem koloid dalam kehidupan sehari – hari, antara lain :

  • Detergen

Detergen termasuk dalam garam karboksilat, misal Na – oleat, terdiri atas “ekor” alkil non polar dan “kepala” ion karboksilat bersifat polar. Senyawa aktif larut dalam minyak dan ion karboksilat larut dalam air. Prinsip lepasnya minyak atau kotoran dari suatu bahan mengikuti kaidah like dissolves like.

  • Pemurnian gula

Gula tebu yang masih berwarna dilarutkan dengan air panas, kemudian dialirkan melewati sistem koloid, yaitu tanah diatom atau karbon. Zat warna pada gula tebu akan teradsorpsi sehingga akan diperoleh gula yang bersih dan putih.

  • Pembentukan delta

Tanah liat dan pasir yang terbawa oleh aliran sungai merupakan sistem koloid yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion – ion Na, Mg, dan Ca. Ketika air sungai dan air laut bertemu dimuara, maka partikel – partikel air laut yang bermuatan positif akan menetralkan sistem koloid pada air sungai sehingga terjadi koagulasi yang ditandai dengan terbentuknya delta.

DAFTAR PUSTAKA

Marzuki.I.,dkk.2010.Kimia dalam Keperawatan.Sulawesi Selatan: Pustaka As Salam

Setiabudi.A.2007.Mudah dan Aktif Belajar Kimia.Bandung: PT. Setia Purna Inves

Untoro.J.2010.Buku Pintar.Jakarta: PT Wahyu Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here