Solusi Atasi Dampak Negatif Parfum Bagi Lingkungan dan Makhluk Hidup

0
57

Oleh : Roselva Theresia Hernawati Manalu
Mahasiswa Pendidikan Kimia Bilingual Universitas Negeri Medan

***

Salah satu produk penyumbang CFC terbesar yang menyebabkan penipisan ozon adalah parfum. Parfum sudah menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi bagi masyarakat modern namun dampak negatif dari pemakaian produk yang menghasilkan aroma memikat ini terbilang cukup banyak dan berbahaya.

Seperti yang kita ketahui bahwa parfum tidak lepas dari kandungan kimia sintetis yang berbahaya bagi pribadi, lingkungan, dan juga mahluk hidup lainnya. Selain penipisan ozon yang membuat pemanasan global dan juga membunuh mahluk hidup lainnya, parfum juga berdampak besar bagi kesehatan masyarakat, beberapa diantaranya adalah meningkatnya resiko kanker darah bagi pengguna yang terlalu sering memakai produk wewangian ini, asma, sinusitis dan ISPA yang menyerang pernafasan akibat kandungan kimia sintetis yang berbahaya bagi tubuh, juga Kandungan phthalate atau dietil ftalat (DEP) dalam parfum dapat mengganggu hormon dan kelainan pada bagian intim.

Baca Juga : Bahaya Parfum Bagi Kehidupan Makhluk Hidup dan Lingkungan

Sering sekali masyarakat menggunakan produk ini tanpa mengetahui kandungan yang terdapat didalamnya karena beberapa produsen yang menghasilkan produk parfum ini tidak menjelaskan secara rinci bahan-bahan sintetis yang terkandung di dalam produk mereka. Beberapa produk juga menggunakan istilah yang sulit dipahami, sehingga membuat orang awam tidak mengerti bahaya yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, ditemukan pula 12 macam bahan kimia yang berpotensi menimbulkan gangguan hormon, misalnya tonalide, dietil ftalat, dan benzyl benzoat.  Menurut American Academy of Dermatology (AAD), parfum dianggap sebagai salah satu penyebab utama dermatitis kontak karena paparan kosmetik.

Gejala gejala yang ditimbulkan pun juga banyak akibat penggunaan parfum yang terlalu sering seperti, ruam kemerahan yang gatal pada kulit, sakit kepala, bersin-bersin, hidung berair, sulit bernapas, rasa sesak di dada dan mata berair.

Untuk menangani dampak negatif yang terbilang cukup banyak dari penggunaan parfum, berikut ini telah dilampirkan dari beberapa sumber bagaimana cara mengatasinya.

Menggunakan parfum sewajarnya

Penggunaan parfum yang berlebihan dan dalam jangka waktu yang terbilang sering menyebabkan resiko bebrbagai penyakit akan semakin tinggi. Kandungan kimia sintetis yang berbahaya dapat menyerang saluran pernafasan. Oleh sebab itu, menggunakan parfum dengan sewajarnya dan dalam jangka waktu yang tidak sering sangat dianjurkan demi kesehatan.

Pemakaian parfum yang benar

Sebaiknya, parfum tidak disemprotkan pada pakaian. Pada jenis parfum tertentu, bila menyemprotkan pada pakaian dapat menimbulkan noda, meninggalkan tanda seperti terkena tetesan air dalam waktu yang lama. Bagian tubuh yang sebaiknya disemprotkan parfum adalah pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher. Menggunakan parfum di tempat-tempat tersebut membuat harum dari parfum tahan lebih lama.

Jangan menggosokkan kulit selesai menyemprot parfum.

Kebiasaaan sebagian orang adalah menggunakan parfum pada pergelangan tangan bagian dalam lalu menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan. Cara ini sebenarnya akan menghilangkan aroma dari parfum sehingga orang-orang akan semakin sering untuk memakainya. Jadi, cara terbaik untuk mempertahankan aroma parfum adalah membiarkan parfum mengering dengan sendirinya.

Menggunakan wewangian alami tanpa parfum

Parfum dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang karena terbukti dapat menghilangkan bau badan secara cepat dan akurat. Namun banyak yang belum mengerti tentang bahaya dari kandungan kimia sintetis yang tidak secara jelas dicantumkan dalam komposisi pembuatan parfum. Oleh sebab itu, penggunaan bahan alami yang juga dapat menghilangkan bau badan akan sangat dianjurkan demi menjaga lingkungan dan kesehatan.

Beberapa bahan alami yang dapat dipakai diantaranya adalah mengkonsumsi 3-5 lembar daun sirih dengan 2 gelas air putih (dapat juga dijadikan sebagai air untuk mandi dengan merebus 30 lembar daun sirih dan air secukupnya), mengkonsumsi wedang jahe setiap harinya atau juga dapat menggosok-gosokkan ketiak dengan jahe yang sudah dipotong atau dibelah terlebih dahulu, mengkonsumsi daun kemangi, mengkonsumsi cengkih dengan cara merendam cengkeh dengan air dan tunggu sampai mengembang lalu tambahkan gula sesuai selera. Lalu cara lainnya adalah mengambil perasan jeruk nipis dan menambahkan kapur sirih serta gosokkan campuran tersebut pada bagian ketiak.

Selalu menjaga kebersihan badan

Bau badan tidak lepas dari bakteri yang menempel pada tubuh. Cara efektif untuk menghilangkan bau badan adalah dengan mandi 2-3 kali sehari dengan sabun atau jenis pembersih tubuh lainnya agar bakteri dalam tubuh hilang dan tidak menyebabkan bau badan.

Menggunakan parfum alami

Selain dijamin dari segala hal yang mengandung kimia sintetis, parfum alami juga tidak berpengaruh pada kesehatan dan lingkungan serta efektif menghilangkan bau badan sama halnya dengan penggunaan parfum sintetis lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here