WFH Sambil Jaga Anak, Ini Tips dari Tokopedia

0
76

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Pandemi COVID-19 mendorong sejumlah perusahaan, termasuk Tokopedia, menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH). Hal ini adalah upaya membatasi interaksi langsung (physical distancing) demi mendukung penanganan pandemi, sejalan dengan instruksi pemerintah.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, mengungkapkan, “Tokopedia saat ini menjadi rumah bagi lebih dari 4.900 Nakama (sebutan karyawan Tokopedia) dari berbagai latar belakang, termasuk yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Selama WFH, menjaga produktivitas sambil mengasuh anak bisa menjadi tantangan tersendiri.”

Dua Nakama, Aldrin Ferdian, Product Design Lead (Home & Search) Tokopedia dan Desiyanti, Video Producer Senior Lead Tokopedia, membagikan tips untuk tetap produktif WFH bersama anak.

Atur Prioritas

“Selama WFH, saya selalu membuat rencana kerja harian dengan daftar prioritas yang jelas agar bisa menyelesaikan pekerjaan secara efektif,” kata Aldrin. Aldrin bertanggung jawab atas sejumlah desain layanan/fitur, misal kotak pencarian, beranda aplikasi, transformasi aplikasi penjual dan lain-lain.

Di sisi lain, Aldrin juga berperan sebagai ayah dengan satu anak. “Saya punya kesempatan lebih dekat dengan keluarga selama WFH. Membagi waktu antara pekerjaan dan urusan rumah secara tepat menjadi sangat penting. Meluangkan waktu sejenak untuk menyegarkan pikiran dan berinteraksi dengan keluarga juga penting demi menjaga produktivitas WFH,” jelas Aldrin.

Tetapkan Rutinitas

“Selama WFH, saya menyiapkan rutinitas anak yang tidak jauh berbeda dengan hari biasa, misal saya tetap membangunkannya tepat waktu di pagi hari agar ia bisa memulai sesi belajar dari rumah sesuai dengan jam sekolah seperti biasa,” ujar Desiyanti.

Desiyanti bertanggung jawab atas berbagai aktivitas tim produksi audio visual. Di sisi lain, ia juga adalah ibu dengan satu anak. “Jam kerja fleksibel memungkinkan saya meluangkan waktu sebelum bekerja untuk mendampingi anak saya sekolah dari rumah selama pandemi,” ujar Desiyanti.

Manfaatkan Teknologi 

Desiyanti dan Aldrin menggunakan aplikasi konferensi video untuk berkoordinasi maupun berdiskusi mengenai tantangan dan perkembangan tim secara berkala. Mereka menyarankan untuk berkomunikasi secara transparan dengan tim terkait keadaan di rumah, agar bisa saling memaklumi dan bekerja sama, walau ada keperluan keluarga mendadak yang menyita perhatian dari pekerjaan.

Selain memperlancar komunikasi, teknologi juga bisa mempermudah menemukan segala sesuatu, termasuk mainan anak. “Saya membeli berbagai permainan tradisional dan mainan edukasi melalui platform online, mulai dari congklak hingga mobil-mobilan, untuk menghibur sekaligus mengasah kemampuan kognitif dan interaksi anak,” tambah Aldrin.

Jalankan Komunikasi

Komunikasi dan kehadiran orang tua penting untuk menjaga ikatan emosional dengan anak sehingga diperlukan beberapa obrolan santai waktu senggang. “Perlu juga menjelaskan kepada anak agar bisa lebih mengerti dengan keadaan orang tuanya yang sedang bekerja,” terang Desiyanti.

Di sisi lain, Aldrin bersama pasangannya selalu berkomunikasi untuk menentukan jadwal dan pembagian tugas serta tanggung jawab bersama dalam mendampingi anak selama WFH.

Kegiatan Bervariasi

Selain wajib mengatur jam istirahat yang efektif selama WFH, karyawan – yang juga berperan sebagai orang tua – juga bisa memanfaatkan waktu istirahat untuk melakukan berbagai kegiatan dengan anak. Memasak, bercocok tanam serta membuat kerajinan tangan bisa dijadikan pilihan.

“Menemani anak di rumah bisa memperkuat ikatan orang tua dan anak. Kehadiran orang tua meski hanya 15 menit tentu sangat berarti bagi perkembangan anak,” tutup Desiyanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here