9,5 Juta Jenis Lapangan Kerja Akan Hilang Di Indonesia

0
536
Ilustrasi (Foto: freepik)

ANALISA INDONESIA – Era revolusi Industri 4.0 yang lahir dari perkembangan teknologi yang kian masif akan menyebabkan sejumlah pergeseran di bidang ekonomi terutama jenis lapangan kerja.

Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi, otomatisasi dan juga digitalisasi membuat banyak pekerjaan dan profesi yang akan tergantikan oleh mesin.

World Economic Forum dalam laporannya The Future of Jobs Report 2018 memprediksi bahwa selama empat tahun ke depan (tahun 2022), 75 juta jenis pekerjaan akan hilang/berganti (shifting). Sebagai gantinya, 133 juta pekerjaan baru akan tercipta sebagai hasil dari perkembangan teknologi.

Lalu apa saja dampak Revolusi Industri 4.0 bagi Lapangan Kerja di Indonesia ?

1. Indonesia Diprediksi Kehilangan Lapangan Kerja Terbesar di ASEAN

Firma riset Oxford Economics dan perusahaan teknologi AS, Cisco seperti dilansir dari CNBC.com mengungkapkan bahwa Indonesia akan terkena dampak paling besar dari pergeseran jenis lapangan pekerjaan tersebut.

Menurutnya, karena Indoensia memiliki penduduk dan angkatan kerja terbesar sehingga tentu saja lebih terdampak.

Diperkirakan setidaknya ada 9,5 juta pekerjaan di Indonesia yang akan hilang akibat kemajuan teknologi.

2. Singapura Diprediksi Kehilangan Lapangan Kerja Terkecil di ASEAN

Sementara itu, Singapura menjadi negara yang terkena dampak paling rendah yaitu 0,5 juta saja.
Kebalikan dengan Indonesia, Singapura memang memiliki populasi yang jauh lebih kecil. Di sisi lain Singapura dianggap sebagai negara yang paling banyak meraih manfaat dari disrupsi teknologi.

3. Tenaga Kerja Berketerampilan Rendah Terancam

Tenaga kerja yang paling terancam dari disrupsi teknologi adalah tenaga kerja yang berketerampilan rendah dan juga sektor padat karya yang rawan tergerus teknologi otomatisasi.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia menghadapi disrupsi teknologi dan gelombang besar peralihan pekerjaan.

4. Sektor Pertanian Terkena Imbas

Selama ini sektor pertanian di dominasi oleh padat karya, sehingga nantinya akan terkena imbas dari kemajuan teknologi. Mereka yang terimbas di dominasi oleh buruh-buruh pertanian.

“Sektor pertanian menyumbang sekitar 76 juta pekerjaan di kawasan ASEAN-6 (enam ekonomi utama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara). Sepertiga dari mereka adalah buruh, yang juga merupakan pekerjaan yang paling rentan terhadap perpindahan teknologi,” tulis laporan dari firma riset Oxford Economics dan perusahaan teknologi AS Cisco.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here