Bahaya Parfum Bagi Kehidupan Makhluk Hidup dan Lingkungan

0
360

Oleh : Roselva Theresia Hernawati Manalu
Mahasiswa Pendidikan Kimia Bilingual Universitas Negeri Medan

***

Saat ini, hampir semua lapisan masyarakat menggunakan parfum baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu kelebihan dari memakai parfum adalah aromanya yang harum dan menyenangkan indra penciuman. Banyak orang yang memakainya ketika ingin keluar rumah seperti pergi bekerja ataupun menempuh pendidikan, membeli kebutuhan pribadi, atau bahkan sekedar melakukan meet up bersama teman.

Bahkan pada masa modern seperti saat ini, parfum sudah menjadi kebutuhan yang wajib bagi masyarakat. Setiap orang memiliki jenis-jenis aroma yang disukai dan oleh karena itu, parfum memiliki berjuta-juta jenis aroma yang dipasarkan kepada konsumen. Beberapa merk parfum bahkan ditawarkan dengan harga sangat tinggi dikarenakan aroma yang memikat dan bahannya yang sulit untuk didapat.

Tapi tahukah kalian, terdapat banyak sekali dampak negatif dari produk yang memiliki berbagai jenis aroma ini?

Salah satu masalah terbesar di perputaran bisnis saat ini adalah ketidakpedulian terhadap kandungan pada produk yang dipakai. Hingga saat ini, parfum sudah menjadi barang umum yang seolah wajib dibeli. Dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri, banyak orang yang tak paham tentang kandungannya. Hal ini dikarenakan komposisi wewangian dijaga kerahasiaannya dan juga istilah yang tertulis cukup sulit untuk dipahami oleh orang awam. Sebagian besar wewangian saat ini dibuat dari bahan kimia sintetis. Tentu saja ini secara tidak langsung memberikan dampak bagi lingkungan dan mahluk hidup lainnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini bahaya parfum bagi kehidupan mahluk hidup dan lingkungan.

Penipisan Ozon

Salah satu dampak negatif paling berbahaya yang disebabkan dari penggunaan parfum adalah penipisan ozon. Parfum mengandung CFC (chlorofluorocarbon) yaitu zat yang dapat mengubah ozon (O3) menjadi oksigen (O2). Selain parfum, gas CFC juga terdapat pada AC, kulkas, pembuatan busa, dan juga bahan pelarut terutama bagi kilang-kilang elektronik. Namun dari semua pemakaian tersebut, parfum memiliki potensi yang paling besar dalam penyumbangan gas CFC.

Apa yang terjadi jika ozon menipis? Sinar UV matahari yang sangat berbahaya bagi manusia dapat langsung menembus bumi tanpa perlindungan dari ozon. Sehingga jika saja ozon semakin menipis, maka dampak selanjutnya adalah pemanasan global, yang mengakibatkan cairnya gunung es. Hal ini tentu saja semakin menambah dampak buruk bagi bumi dikarenakan intensitas air yang akan semakin meninggi dan daratan yang semakin lama akan tenggelam sedikit demi sedikit.

Dampak lain dari penipisan lapisan ozon bagi kesehatan adalah kulit terbakar, pengaburan kornea dan katarak mata, penurunan daya tahan tubuh (imunitas), penuaan dini dan yang terburuk adalah kanker kulit. Meningkatnya intensitas ultraviolet akibat lapisan ozon yang menipis juga menyebabkan mikroorganisme perairan akan mengalami kematian besar-besar dan mengurangi produksi oksigen alami.

Resiko Kanker

Tidak dapat dipungkiri bahwa parfum memiliki zat kimia sintetis dalam pembuatannya. Untuk menghasilkan aroma yang memikat, banyak kandungan kimia yang terdapat di dalam parfum akan tetapi banyak juga lapisan masyarakat yang tidak menyadari fakta ini. Paparan parfum secara terus-menerus akan membuat seseorang memiliki tingkat resiko terkena kanker yang lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang memakai parfum. Hal ini dibuktikan karena beberapa jenis parfum memiliki sifat karsinogenik yang akan masuk lewat paru-paru dan diserap dalam darah sehingga akan meningkatkan resiko kanker darah akan menjadi lebih tinggi.

Air yang tercemar

Parfum yang digunakan dapat membuat air ikut tercemar, sama halnya dengan penggunaan detergen pewangi saat mencuci pakaian. Tidak sedikit parfum yang memakai bahan musk karena telah ditemukan substansi musk yang menumpuk. Meski tidak mengalami degradasi secara langsung ketika dilepaskan ke lingkungan, musk menempel pada jaringan lemak organisme air. Hal itu memberi dampak langsung pada rantai makanan. Ekosistem bergantung pada air. Apabila banyak senyawa berbahaya tersangkut di air, zat ini akan membahayakan banyak makhluk.

Pembunuh Hewan dan Tumbuhan

Salah satu bahan yang membuat parfum memiliki berbagai jenis aroma adalah aneka jenis ekstrak yang menjadi bahan utama pembuatan parfum. Walaupun tidak sedikit parfum yang menggunakan bahan kimia sintetis, tetapi terdapat juga jenis parfum yang mengambil ekstrak secara langsung baik dari hewan maupun tumbuhan. Salah satu contohnya adalah mamalia kecil yang berasal dari Asia dan Afrika seperti musang menghasilkan musk melalui kelenjar perineum. Wangi kesturi dapat dipanen dengan cara membunuh hewan. Kelenjar hewan kecil ini pun diambil secara paksa demi kepentingan pembuatan produk.

Alergi

Kandungan phthalate atau dietil ftalat (DEP) dalam parfum dapat mengganggu hormon dan kelainan pada bagian intim. bahan kimia DEP dapat memengaruhi fungsi paru-paru dan mengurangi jumlah sperma motil (sperma bergerak). Direktur riset Center for Environmental Health, Caroline Cox, mengatakan, para pria remaja yang menyemprotkan banyak parfum di tubuhnya memiliki risiko lebih besar. Pada wanita, paparan phthalate dapat menimbulkan masalah sindrom ovarium polikistik. Sindrom gangguan hormonal tersebut dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, muncul jerawat, pertumbuhan rambut yang tidak teratur, hingga sulit untuk hamil. Selain itu, paparan phthalate terhadap janin mungkin pula meningkatkan risiko anak untuk terkena ADHD. Serangan asma dan sinus kambuh juga dapat terjadi karena kandungan kimia dari parfum serta beresiko tinggi menyebabkan iritasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here