Inavoice Hadirkan Marketplace Audio Tawarkan Jasa Voice Over dan Music Background

0
189

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Semakin besarnya kebutuhan voice over dan music background sedangkan di satu sisi sulitnya pembuat konten menemukan musik yang berlisensi khusus menjadi dasar sekelompok anak muda mendirikan marketplace audio yang diberi nama Inavoice.

Inavoice didirikan oleh Fajar Risna Rosedra, Indar Adhi Kusuma, Jatmiko Kresnatama, dan Henry Yunan Lennon di Yogyakarta. Mereka menggunakan pengalaman dalam industri produksi audio berupa Digital Voice Over Agency menjadi Inavoice Audio Marketplace.

Melalui layanan ini, setiap kontributor musik terpilih dapat menjual musiknya melalui platform. Selain itu, konsumen memiliki akses mudah untuk membeli lagu berlisensi untuk setiap konten digital.

Kombinasi ini membuat Inavoice melayani dua jenis bisnis dalam satu perusahaan yaitu digital voice agency untuk segmen B2B dan Audio Marketplace untuk B2C.

“Harap dimaklumi bahwa industri voice over ini baru booming di Indonesia sejak tahun 2015. Seperti kebanyakan pergerakan yang begitu cepat, tentu meninggalkan begitu banyak ‘lubang’ di dalamnya. Salah satu lubangnya adalah segmentasi dari pelaku industri ini sendiri,” jelas Jatmiko Kresnatama, Co-founder Inavoice kepada Analisa.id.

Menurut Miko, saat ini Inavoice ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu pada internal industri voice over Indonesia. “Hal ini tentunya menuntut kami untuk memberi edukasi pada setiap pelaku industri voice over, baik talent, agency, ataupun client terlebih dahulu. Sembari kami memperbaiki diri kami, dan menambah jumlah talent dan kontributor musik Internasional,” imbuhnya.

Itulah sebabnya, di Inavoice.com mereka juga memberikan sejumlah artikel edukasi bagi mereka yang tertarik terjun di bisnis voice over.

Inavoice yang didirikan pada 1 September 2020 ini kini telah memiliki sekitar 200 Voice Over talent dari 30 negara berbeda di dunia, serta 6 kontributor musik yang tersebar dari 4 negara. Untuk segmen B2B, Inavoice telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan ternama.

Bantu UKM Melalui Voice Over

Selama ini, bisnis Inavoice banyak melayani perusahaan menengah-atas, tetapi Inavoice juga ikut membantu UKM. Salah satunya menyelenggarakan program rapid voice over yang ditanggapi positif oleh para pemilik usaha UKM.

“Rapid voice over merupakan upaya kami untuk membantu UKM dalam mengembangkan kontennya, dengan membantu pembuatan naskah dan produksi voice over. Kami berupaya untuk membantu pasar UKM dapat berkembang dengan membuatkan content marketing bagi UKM di tengah masa pandemi,” ungkap Miko.

Inavoice menargetkan mereka bisa go Internasional 2-3 tahun dari sekarang. “Visi kami adalah memperkenalkan voice over talent dan musik kontributor Indonesia dikenal lebih layak di mancanegara. Tentu untuk membuka pintu ini, kami harus memiliki banyak talent Internasional dan ternama lebih dulu. Maka dari itu, di tahun pertama kami, kami mencoba untuk menset up pondasi ini,” tutup Miko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here