Jakarta Masuk Sebagai “Penantang” Dalam The Next Top 30 Global Startup

0
78

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Kota Jakarta menjadi salah satu kota penantang kuat (challenger) kota dengan ekosistem startup potensial di kancah global atau disebut juga The Next Top 30 Global Startup.

Laporan tersebut dirilis oleh Startup Genome pada Mei 2019 melalui laporan mereka Global Startup Ecosystem Report 2019 (GSER).

Laporan tersebut diumumkan pada The Next Web Conference dan menyebutkan ada 12 kota yang masuk sebagi “Challenger”. Kota-kota ini memang belum masuk dalam top 30 daftar Global Startup Ecosystem, tetapi laporan ini memprediksi, “Challenger” berpotensi masuk dalam Top 30 Global Startup setidaknya dalam lima tahun mendatang.

Laporan tersebut tidak menyebutkan urutan kota dari daftarnya tetapi hanya menyebutkan kota-kota berdasarkan abjad.

Laporan GSER menyebutkan sub-sektor paling unggul di Jakarta adalah industri fintech.

Startup Genome juga memosisikan Jakarta sebagai ekosistem startup dalam fase “Late-Globalization”. Ini berarti Jakarta sebagai sebuah ekosistem startup digital memiliki posisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekosistem lainnya yang berada pada fase “Early-Globalization” dan fase “Activation”. Startup Genome menilai Indonesia memiliki tingkat adopsi teknologi internet dan mobile yang sangat tinggi yang terlihat dari 75% dari transaksi belanja online dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile.

Indonesia, The Digital Energy of Asia

Dalam websitenya, Bekraf menyebutkan komitmn mereka terhadap perkembangan industri digital tersebut dalam sebuah visi “Indonesia, The Digital Energy of Asia”. Melalui visi “Membangun Ekosistem dan Memberdayakan Pelaku Ekonomi Kreatif”, BEKRAF pun berupaya membangun ekosistem dengan cara mengenali para Stakeholder (atau komponen) dan memfasilitasi agar terjadi kolaborasi di antara mereka.

Tahun ini BEKRAF bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) telah memulai inisiatif untuk membawa kota-kota di Indonesia masuk ke jaringan ekosistem startup global melalui Laporan “Accelerating Indonesia to Global Startup System” dan juga rencana kajian Indeks Kota Startup Indonesia (Startup City) yakni Kajian Indeks yang menunjukkan level kesiapan kota-kota di Indonesia sebagai ekosistem yang mendukung pertumbuhan startup-startup digital.

Deputi Infrastruktur BEKRAF, Hari Santosa Sungkari menyambut positif hal tersebut, “Indonesia kini memiliki empat Unicorn yang telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Indonesia perlu membangun ekosistem startup bertaraf global untuk menghasilkan lebih banyak startup yang akan memberikan kontribusi kepada ekonomi, khususnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital,” ungkapnya.

Dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif, termasuk untuk subsektor aplikasi dan pengembang permainan, pemerintah selalu melibatkan aktor lain dari akademisi, pelaku bisnis, dan komunitas terkait. Pemerintah, dalam hal ini Bekraf, telah menggandeng MIKTI dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital. Pada kesempatan kali ini Bekraf juga melibatkan pelaku bisnis yaitu BRI untuk bersama-sama mendukung perkembangan ekosistem startup global.

Daftar 12 Negara “Challenger Ecosystem”

  1. Greater Helsinki, Finlandia
  2. Hangzhou, China
  3. Jakarta, Indonesia
  4. Lagos, Nigeria
  5. Melbourne, Australia
  6. Montreal, Canada
  7. Moscow, Russia
  8. Mumbai, India
  9. Sao Paulo, Brazil
  10. Seoul, South Korea
  11. Shenzhen, China
  12. Tokyo, Japan

Daftar Global Startup Ecosystem Ranking 2019

Silicon Valley masih menjadi yang teratas diikuti oleh New york city, London, Beijing dan Boston.

Paris berhasil naik ke-10 besar setelah posisinya berhasil naik 2 peringkat dibanding laporan tahun 2017 lalu. Satu-satunya wakil dari Asia Tenggara adalah Singapura.

Global Startup Ecosystem Ranking 2019

Laporan lengkap Startup Genome bisa diakses melalui laman mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here