Sejarah Influencer Marketing dan Prospeknya di Tahun 2020

0
384

Istilah influencer saat ini sudah sangat akrab dalam berbagai perbincangan. Terutama saat sosial media semakin masif dan akrab dengan banyak orang Indonesia.

Lalu apakah pengertian influencer itu sendiri? dan benarkah influencer marketing baru lahir saat sosial media mulai dikenal?

Walau istilah influencer baru populer saat media sosial booming. Nyatanya influencer marketing sudah dikenal sejak awal abad ke 20 yaitu sekitar tahun 1920an.

Secara umum pengertian influencer marketing adalah kampanye brand yang tidak berpusat pada produk, tetapi menciptakan persona untuk memicu keputusan pembelian secara emosional.

Influencerdb.com menyebutkan sosok Santa Claus adalah tokoh populer yang menjadi awal era pemasaran influencer. Pria berjanggut yang kita kenal hari ini dibuat oleh Coca-Cola dan jauh lebih dari sekadar influencer merek tunggal sekarang. Karakter terkenal lainnya adalah Tony the Tiger, yang memberkahi pengemasan Kellogg.

Tentu saja saat itu tidak ada yang menyebut mereka sebagai influencer. Tetapi apa yang dilakukan brand terhadap mereka meningkatkan kemungkinan konsumen akan bersimpati dengan merek.

Selanjutnya marketing 2.0 menempatkan selebriti sebagai influencer melalui media massa. Selebriti digunakan sebagai testimoni untuk meyakinkan konsumen membeli merek.

Lalu tumbuhnya media sosial membuat marketing 3.0 lahir, di mana setiap orang bisa memproduksi kontennya sendiri.

Prospek Influencer Marketing di Tahun 2020

Business Insider.com dalam laporannya bertajuk Influencer Marketing: State of the social media influencer market in 2020 menyebutkan jika peran influencer terbukti dan brand semakin akrab dengan influencer.

Menurut mereka brand harus tetap mengembangkan strategi mereka karena pasar dan jenis influencer juga berkembang.

Selain dikenal influencer dari kalangan selebriti dengan jumlah pengikut yang besar, kini juga marak ditemui influencer jenis lain seperti mikro dan nano influencer, kidfluencer, influencer game serta influencer virtual yang dihasilkan oleh komputer.

Laporan tersebut menyebutkan berkembang media sosial menjadi media untuk berbelanja membuat peran influencer akan semakin tumbuh. Influencer menjadi jembatan antara media sosial dan e-commerce.

Business Insider memperkirakan industri influencer marketing akan mencapai US$ 15 milyar tahun 2022 mendatang. Perkiraan itu berdasarkan data Mediakix.

Media sosial yang dianggap paling menarik untuk influencer adalah instagram. Hampir empat dari lima merek membuat kampanye brand mereka di Instagram (75persen), Facebook (46%), Youtube (36%), Twitter (24%) dan LinkedIn (12%).

Masih menurut laporan tersebut, ada dua cara untuk mengkategorikan influencer yaitu berdasarkan jangkauan mereka (reach) atau berdasarkan niche (ceruk).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here