JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Target Indonesia memiliki lima startup berstatus “unicorn” pada tahun 2019 akhirnya terwujud.
Merujuk laporan CB Insights bertajuk The Global Unicorn Club, Ovo disebut memiliki valuasi 2,9 milyar USD atau setara dengan Rp. 40,6 trilyun. CB Insight menyebut, Ovo berhasil mencapai angka tersebut sejak 14 Maret 2018 lalu.
Itu berarti Ovo telah memiliki valuasi di atas 1 milyar dollar AS atau setara Rp. 14,1 trilyun dan bisa dimasukan sebagai unicorn.
Baca Juga : Jumlah Pengguna 15 Juta, Ruang Guru Bersiap Menjadi Startup Unicorn Baru
Sejarah Ovo
Ovo merupakan layanan dompet digital (smart financial apps yang menawarkan berbagai transaksi di sejumlah mitra Ovo. Perusahaan ini merupakan besutan Grup Lippo yaitu LippoX.
Ovo pertama kali diluncurkan pada Maret 2017 dan berada di bawah naungan PT Visionet Internasional.
Pada awalnya Ovo menjalin kerjasama dengan perusahaan Lippo lainnya seperti Hypermart dan juga RS Siloam. Walau demikian Ovo memang dirancang untuk menjadi open platform.
Pada Mei 2018, Grup Lippo dan Tokyo Century telah membentuk serangkaian kemitraan di Indonesia termasuk investasi di OVO, di mana Tokyo Century menginvestasikan sekitar US$120 juta.
Pada bulan Juli 2018, OVO mengumumkan kemitraan strategis dengan beberapa perusahaan penting sekaligus di Indonesia. Perusahaan yang digandeng, antara lain Bank Mandiri, Alfamart, Grab, dan Moka. Kemitraan baru ini, bersama dengan kemitraan yang telah dijalin dengan jaringan Lippo, menjadikan OVO sebagai platform pembayaran dengan penerimaan terluas di Indonesia.
Untuk memperluas basis penggunanya, OVO juga mengumumkan kerja sama dengan platform belanja online Tokopedia pada bulan November. Tokopedia resmi menggandeng OVO sebagai digital payment pengganti Tokocash. OVO menambahkan 80 juta pengguna aktif bulanan Tokopedia ke dalam 60 juta basis pengguna OVO.
Berbagai kemitraan tersebut membuat pengguna Ovo meningkat drastis. Pada bulan Oktober dan November 2018, diklaim OVO bertumbuh dalam jumlah merchant dengan pangsa lebih dari 70 persen.
“2018 menjadi tahun dengan perkembangan eksponensial bagi OVO. Berawal pilot project di wilayah Karawaci, kini OVO telah hadir pada 303 kota di Indonesia. Pencapaian ini menegaskan peran OVO sebagai solusi inklusi keuangan di mana saja. OVO telah menjangkau Sabang hingga Merauke dengan 77 persen pengguna OVO berada di luar Jabodetabek,” ungkap Director OVO, Harianto Gunawan beberapa waktu lalu.












