JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Bisnis online diprediksi akan berjaya usai pandemi korona berlangsung di seluruh dunia. Analisis tersebut diungkapkan pengamat kebijakan dan komunikasi strategis dari Universitas Daegu, Korea Selatan, Prof. Gil H. Park dalam seminar daring yang diselnggarakan CSIS Indonesia di Jakarta, Selasa 14 April 2020.
“Pandemi Covid-19 ini bukan hanya sekedar ancaman namun peluang bagi sektor jasa agar lebih beradaptasi dan bertransformasi di sektor perekonomian, dan pemerintah perlu lebih banyak membantu aktivitas bisnis serta perekonomian berbasis teknologi informasi,” ungkap Gil H. Park.
Menurut dia, hal tersebut perlu dilakukan mengingat aktivitas perekonomian berbasis teknologi informasi atau daring (online) akan memainkan peran lebih penting pada waktu mendatang.
Dalam kesempatan sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi mengatakan bahwa bisnis online di Korea Selatan akan mengalami booming atau melesat di Korea Selatan.
“Setelah krisis Covid-19, bisnis-bisnis online akan mengalami momen-momen sangat menguntungkan,” kata Umar Hadi dalam seminar daring.
Indonesia Perlu IT Berbasis Big Data
Prof. Gil H. Park juga menyoroti agar pemerintah Indonesia mengimplementasikan sistem teknologi informasi (IT) berbasis big data dan georeference seperti yang dilakukan pemerintah Korea Selatan dalam mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19.
“Pemerintah Indonesia perlu membuat sistem pengelolaan yang baik di tataran pemerintah pusat terkait pendekatan georeference dan big data untuk menanggulangi pandemi Covid-19 dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Dia mengatakan bahwa jika pemerintah Indonesia dan sejumlah ahli berupaya membangun sistem informasi semacam itu akan sangat membantu bukan hanya saat mengatasi Covid-19, namun juga dalam hal menanggulangi pandemi penyakit lainnya, risiko ekonomi dan sosial, serta bencana.
“Saya menilai teknologi informasi serta komunikasi dan big data terkait data-data lokasi, koordinat atau georeference sangat penting dalam upaya memerangi pandemi Covid-19,” kata Park yang juga menjabat sebagai Head of the Regional and Policy Institute tersebut.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa terdapat platform dan aplikasi berteknologi big data di Korea Selatan, di mana salah satu contohnya adalah platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik.
Melalui sistem tersebut pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek. Dengan demikian penerapan teknologi big data membantu pemerintah Korea Selatan untuk mengetahui ketersediaan stok masker secara nasional.
Contoh lainnya adalah aplikasi yang dikembangkan perusahaan startup Korea dan dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat umum, di mana aplikasi itu menyediakan informasi publik da mendeteksi lokasi kasus-kasus konfirmasi atau positif Covid-19 dalam jarak 100 meter di layar telepom pintar sehingga dapat memperingatkan masyarakat untuk menghindari lokasi itu.














