HONG KONG, ANALISA INDONESIA – Laporan terbaru Hurun–sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Shanghai–menyebutkan jika kini Tiongkok telah melampau Amerika Serikat sebagai negara asal unicorn terbanyak di dunia.
Perusahaan riset kekayaan Hurun dalam laporan berjudul Hurun Global Unicorn List 2019 menyebutkan setidaknya Tiongkok menjadi rumah bagi 206 perusahaan unicorn, atau perusahaan yang memiliki kapitalisasi lebih dari US$ 1 milyar.
Tiongkok berada di atas Amerika Serikat, yang menurut catatan Hurun memiliki 203 perusahaan unicorn. Kedua negara ini, menguasai 80% jumlah unicorn di dunia, tulis laporan Hurun yang dirilis pada 21 Oktober 2019.
Adapun jenis unicorn yang dimiliki Tiongkok didominasi oleh perusahaan e-commerce dan financial technologi (teknologi finansial). Sedangkan unicorn Amerika didominasi oleh komputasi awan dan teknologi finansial.
Tiongkok merupakan rumah bagi tiga perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia, yaitu Alibaba Ant Financial, ByteDance (induk dari TikTok), dan Didi Chuxing. Jika nilai valuasi perusahaan mereka digabungkan diperkirakan mencapai US$280 miliar atau sekitar Rp39 triliun (US$1=Rp14,083).
Untuk kota, Beijing menjadi yang terbesar dengan memiliki 82 unicorn, sedangkan San Fransisco memiliki 55 unicorn.
Unicorn Indonesia
Dalam daftar yang dikeluarkan oleh Hurun, Indonesia berada di peringkat 8 bersama dengan Perancis dan Brazil yang masing-masing memiliki 4 unicorn. Daftar ini baru memuat 4 unicorn Indonesia, walau saat ini Indonesia telah memiliki 5 perusahaan unicorn.
Baca Juga : Sejarah Panjang Ovo : Startup Unicorn Kelima Indonesia
Di atas Indonesia terdapat Korea Selatan yang menjadi rumah bagi 6 perusahaan unicorn.
Untuk daftar Kota yang menjadi basis dari perusahaan unicorn, Jakarta berada di peringkat 18 bersama San Diego, Atlanta, Santa Monica, Paris, Berlin, Chengdu, Chicago dan Hong Kong.
Didominasi e-Commerce dan FinTech
Perusahaan startup yang berhasil mencapai status unicorn didominasi oleh e-commerce dan fintech masing-masing 68 dan 56 perusahaan.
Hurun dalam laporannya menyebutkan jika, Amazon menjadi pemimpin dalam unicorn e-commerce. lalu diikuti Coupang (Korea Selatan), Wish (AS), CARS (China), Meicai (China) dan Tokopedia (Indonesia).
Sementara untuk fintech dikuasai oleh Ant Financial (US$150bn), Lufax (US$38bn) dan Stripe (US$23bn).













