JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Sejumlah tantangan akan dihadapi pebisnis saat Ramadhan mendatang terutama karena pandemik virus corona atau Covid-19.
Biasanya dibulan ramadhan banyak pebisnis akan mengiklankan produknya melalui platform Facebook.
Untuk Anda yang berniat mengiklankan produk melalui facebook saat ramadhan, ada baiknya memperhatikan beberapa saran dari facebook.
Lewat acara Facebook Live: 2020 Ramadhan Insight pada Kamis, 26 Maret 2020, Head of Marketing Facebook Indonesia, Hilda Kitti menekankan pentingnya hadir di berbagai platform.
“Tunjukkan bisnis peduli sama konsumen. Alangkah baik pas marketing, dilakukan jangkau semua layar, di handphone, berbagai channel mobile platform. Pikirkan sinerginya,” ungkapnya.
Lalu bagaimana responden mensikapi pandemik virus corona saat ramadhan?
“80 persen masyarakat punya kekahawatiran akan tertular virus corona sampai bulan Ramadhan. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh bisnis adalah mengubah cara komunikasi pemasaran agar lebih relevan dengan kondisi saat ini,” lanjutnya.
Kebanyakan Responden Memasak Sendiri Saat Ramadhan
Survei menunjukkan, 71 persen responden memasak makanan di rumah untuk sahur dan berbuka puasa, lalu 52 persen mengaku menghabiskan waktu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.
Dalam hal konsumsi, 53 persen responden setuju Ramadhan momen untuk membeli busana baru, sekaligus membeli hadiah untuk teman atau keluarga (46 persen). Selain itu, 67 persen responden juga mengatakan Ramadhan momen memberikan donasi atau sumbangan.
Hal ini memberikan peluang bagi bisnis untuk menciptakan ide-ide terbaik, produk yang paling bermanfaat, atau tips penting selama momen Ramadhan.
“Kuncinya adalah bahwa Ramadan merupakan momen spiritual yang sangat penting dan banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan perangkat mobile untuk mendukung ritual keagamaan mereka pada momen tersebut,” tutur Hilda.
Produk yang Paling Dicari
Untuk jenis produk yang diprediksi banyak diburu konsumen saat Ramadhan, Hilda mengatakan produk makanan, minuman, fesyen dan alat kesehatan.
“Fesyen mungkin masih tetap banyak karena walau di rumah pasti ingin merayakan Idul Fitri. Ada peningkatan signifikan untuk produk berbau kesehatan karena banyak narasi beredar untuk menjaga kesehatan,” kata dia.













