Breaking

Malaysia Ingin Kalahkan Ekspor Durian Thailand. Bagaimana Dengan Durian Indonesia?

KUALALUMPUR, ANALISA INDONESIA – Malaysia kini punya komoditas ekspor primadona baru. Yah, Malaysia kini berniat menjadi Negara Asia Tenggara utama pengekspor durian dan tengah mengembangkan ribuan hektar kebun durian untuk memenuhi permintaan durian yang semakin besar dari China.

Untuk menjadi negara pengekspor utama, Malaysia tidak bisa hanya bergantung pada pertanian tradisional, tetapi mereka harus mengembangkan pertanian durian dalam skala industri.

Reuters dalam laporan mereka pada Senin, 26/11/2018 melaporkan jika para konglomerat Malasia dan perusahaan yang tadinya berkecimpung di bidang sawit kini merambah ke ekspor durian.

Demikian halnya pemerintah Malaysia terus mendorong pertanian durian skala besar yang diprediksi akan terjadi lonjakan ekspor sebanyak 50% pada tahun 2030.

“Industri durian sedang bertransformasi dari pertanian lokal ke global, skala besar karena banyaknya permintaan dari China,” kata Lim Chin Khee, konsultan industri durian.

“Sebelum boom, sebuah perkebunan durian di Malaysia akan menjadi pertanian rekreasi … Sekarang ratusan hektar dan lebih besar, dan banyak lagi akan datang,” ungkapnya seperti dilansir Reuters.

Dilaporkan sebelumnya, kebun durian Malaysia seluas 72.000 hektar tahun lalu, tetapi kini terus bertumbuh karena daerah perkebunan kelapa sawit diubah menjadi perkebunan durian karena lebih menguntungkan.

China Pasar Besar Durian

Bagi beberapa negara, durian tidak begitu digemari. Tetapi China adalah negara dengan jumlah penggemar durian yang besar.

Menariknya lagi, menurut Consulate General of the People’s Republic of China in Medan Sun Ang pada Januari 2018 lalu saat perkenalan pameran Import Internasional Tiongkok, Tiongkok tidak bisa menanam buah durian.

Selain dinikmati secara langsung, durian di China diolah menjadi pizza, mentega, saus salad hingga susu.

Durian jenis Musang King menjadi durian termahal di China karena teksturnya yang creamy dan rasa manisnya. Kini harga durian Musang King di China naik empat kali lipat.

Impor durian China naik 15 persen dibanding tahun lalu menjadi hampir 350.000 ton senilai $ 510 juta (£ 398,2 juta). Saat ini menurut catatan database perdagangan PBB, Thailand masih menguasai 40 persen ekspor durian.

Adapun Malaysia mencoba untuk mengejar ketertinggalan mereka sebagai negara eksportir durian.

Kendala Durian Indonesia

Consulate General of the People’s Republic of China in Medan Sun Ang saat perkenalan pameran Import Internasional Tiongkok Januari 2018 menyebutkan jika walau durian Indonesia sangat enak tetapi ada sedikit kendala.

Menurut Sung Ang, biasanya buah durian di Indonesia itu, matangnya dipohon. Sebab buah yang matang di pohon ini, tingkat daya tahan saat dilakukan pengiriman tidak bisa lama. “Di pasar Indonesia itu biasanya, duriannya matang di pohon. Sehingga ketika sampai di Tingkok duriannya sudah terlalu matang dan tidak enak lagi dikonsumsi,”ujarnya.

Berbeda dengan Thailand dan Malaysia mereka sistem panennya sudah menggunakan teknologi. Dimana durian dipanen sebelum matang. Sehinggga ketika sampai ke pasar Tiongkok, duriannya sudah matang. “Tapi sekarang ini di Indonesia belum ada teknologi seperti itu,”ujarnya.

Selain soal teknologi, persoalan utama ekspor durian Indoensia adalah jumlah produksi. Indonesia belum memiliki perkebunan dalam skala industri dalam jumlah yang besar beruapa kawasan khusus.

Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo), Khafid Sirotudin, seperti dilansir Detik pada 13 April 2016 lalu menyebutkan jika Thailand sudah sejak beberapa tahun lalu mengembangkan kawasan khusus puluhan ribu hektar yang mengembangkan buah durian yang sebenarnya berasal dari Indonesia.

“Durian Indonesia mereka kembangkan di kawasan khusus petani buah Thailand. Malaysia punya kawasan khusus mangga, petani Filipina punya kawasan khusus pisang di Davos. Memang di Indonesia ada, tapi itu milik perusahaan seperti nanas di Lampung. Kalau yang dikembangkan negara tetangga jelas untuk petani mereka,” ujar Khafid.

Leave a Comment