Pinjaman modal usaha merupakan salah satu alternatif mendapatkan modal untuk kelanjutan bisnis. Pinjaman ini pada dasarnya bisa dilakuakn saat akan memulai usaha, atau justru digunakan untuk memperbesar skala usaha atau menambah aset usaha. Muaranya tentu saja potensi penghasilan usaha akan meningkat.
Pinjaman modal usaha lebih direkomendasikan untuk Anda yang ingin memperbesar skala usaha. Bukan saat baru akan memulai usaha. Jika untuk memperbesar skala usaha, kita sudah memiliki bayangan bagaimana prospek usaha tersebut, sehingga tahu bagaimana risiko pembayaran pinjaman modal usaha yang diajukan.
Pertimbangkan dengan matang tujuan mengajukan pinjaman. Jika niatnya ingin menambah modal usaha, maka saat pinjaman cair, pastikan dana tersebut digunakan untuk modal usaha. Bukan yang lain. Apalagi untuk membiayai pengeluaran pribadi.
Sumber pinjaman modal usaha ada banyak jenisnya, bisa pinjaman dari bank, pinjaman online resmi, pinjaman dari koperasi, atau bahkan pinjaman khusus yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu sektor usaha.
Pinjaman mana yang lebih baik, tentu saja sangat bergantung dengan usaha dan profil risikonya. Satu hal yang harus diperhatikan adalah tempat mengajukan pinjaman usaha tersebut haruslah lembaga resmi dan terdaftar otoritas jasa keuangan (OJK).
Perhatikan pula besarnya bunga yang dibebankan dan sesuaikan dengan kemampuan membayar. Kita bisa menghitung potensi penghasilan usaha yang dijalankan memiliki keuntungan yang jauh lebih besar dari beban angsuran pinjaman yang menjadi tanggungan kita. Ingat bahwa yang kita perhatikan adalah keuntungan, bukan omset.
Dalam banyak kasus, banyak pedagang yang merasa bisa membayar cicilan perbulan karena memiliki omset yang besar. Padahal dari omset tersebut margin keuntungannya sangat kecil. Alhasil, tanpa disadari bukannya bertambah, justru modal yang dimiliki semakin tergerus.
Agar tidak mengalami kendala dalam pembayaran cicilan pinjaman modal usaha, berikut beberapa tips yang layak diperhatikan saat akan melakukan pinjaman modal usaha:
1. Hitung Kebutuhan Pinjaman
Saat akan melakukan pinjaman, hitung dengan rinci berapa kebutuhan modal yang diperlukan. Dengan melakukan kalkulasi yang tepat diawal, maka kita bisa menghitung seberapa lama pinjaman tersebut dapat dilunasi, dan bagaimana pinjaman tersebut bisa berimbas menambah pemasukan usaha.
2. Pisahkan dana usaha dengan dana pribadi
Seperti yang telah diulas sebelumnya, gunakan dana pinjaman benar-benar untuk modal usaha. Untuk memastikan hal ini bisa dilakukan dengan tepat, maka pisahkan dana usaha dengan dana pribadi—termasuk memisahkan dana pinjaman dengan dana pribadi.
3. Catat arus kas
Untuk mencegah kebocoran arus kas, catat setiap arus kas usaha secara terperinci. Pencatatan arus kas yang baik juga bisa memberikan informasi sebagai bahan evaluasi struktur keuangan usaha. Kita bisa melihat pengeluaran apa yang menyita pengeluaran terbesar, dan juga bisa melihat bagaimana perkembangan usaha. Pada akhirnya, pencatatan arus kas ini penting untuk mengambil keputusan bisnis–termasuk apakah perlu untuk menambah modal atau tidak.
4. Siapkan Dana Cadangan
Cicilan pembayaran pinjaman harus senantiasa tersedia, karena itu pastikan untuk senantiasa memiliki dana cadangan yang bisa menutup pembayaran cicilan pinjaman jika terjadi hal-hal diluar kendali. Misalnya, seperti saat pandemi banyak yang tidak bisa membayar cicilan pinjaman, jika memiliki dana cadangan hal tersebut bisa sedikit teratasi.
Jika faktor diluar kendali tersebut sangat besar, sebaiknya berdiskusi dengan lembaga peminjam untuk menemukan jalan terbaik.
Manajemen keuangan merupakan hal penting yang harus dipahami pelaku usaha sebelum melakukan pinjaman. Tanpa manajemen keuangan yang baik, pinjaman usaha bisa jadi malah menjadi hal yang merugikan usaha tersebut. Perlu diingat, pinjaman modal usaha bertujuan agar bisa memperbesar pendapatan.
Jika penambahan modal tersebut, tidak berhasil menambah pendapatan, maka perlu ada hal mendasar yang harus dibenahi dari usaha tersebut.














