JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Potensi ekonomi ikan hias Indonesia sudah sejak lama jadi andalan ekspor. Walau demikian, ikan hias belum digarap secara maksimal. Nyatanya ada 4.730 jenis ikan air tawar dan 650 jenis ikan air laut yang potensial untuk dikembangkan tetapi baru beberapa jenis saja yang sudah digarap dan dikembangkan sebagai komoditas ekspor.
Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto menjelaskan, potensi ekonomi yang begitu besar dari ikan hias, memang akan bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat jika digarap serius. Salah satu dampak yang paling terasa, adalah penyerapan tenaga kerja dan peningkatan nilai ekspor.
Masih Kalah Dengan Singapura
Begitu besarnya potensi ikan hias Indonesia, sehingga harusnya indonesia bisa menjadi negara eksportir ikan hias nomor satu di dunia.
Berdasarkan data 2016, Indonesia masih menempati posisi kelima. Indonesia masih kalah jauh dari prestasi Singapura yang saat ini menempati urutan utama dunia sebagai negara eksportir ikan hias. Dengan kata lain, dalam pasar ikan hias dunia, Indonesia hanya mampu mengambil pangsa pasar maksimal 7,12 persen saja. Sementara, Singapura sudah mampu merebut 12,44 persen.
Eksportir utama ikan hias air tawar global 2017 adalah Singapura (15,03 persen), Jepang (12,96 persen), Myanmar (12,73 persen). Sedangkan Indonesia menempati urutan ke-5 dengan pangsa 8,11 persen atau senilai USD20,41 juta.
Jenis Ikan Hias Eksport
“Komoditas yang meningkat signifikan yaitu ikan hias seperti guppy, koki, cupang, corydoras, dan koi,” kata Slamet beberapa waktu lalu.
Jenis lainnya diantaranya, botia, arwana, discus, tiger fish, udang hias. Jenis ikan hias laut yang paling banyak diekspor seperti udang hias, angel fish, bintang laut, dan jenis invertebrata.
Negara Tujuan Eksport
Negara tujuan ekspor ikan hias Indonsia masih didominasi oleh Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Jerman, Prancis, dan Taiwan.
Jumlah Produksi Ikan Hias
Tahun 2015 Indonesia memiliki produksi ikan hias sekitar 1,3 miliar ikan hias dengan nilai produksi sekitar Rp 2,83 triliun, sedangkan untuk 2018 sementara perhitungan yaitu sekitar 1,8 miliar ikan hias dengan nilai produksi sekitar Rp 4,3 triliun. Target produksi ikan hias pada 2019 sekitar 2,3 miliar ikan hias.
Kota Penyuplai ikan hias di Indonesia
Berdasarkan data KKP, Lima provinsi pensuply ikan hias air laut terbesar tahun 2017 adalah Provinsi Jawa Timur (27,28 %), Nusa Tenggara Barat (21,32 %), Bali (19,04 %), Sumatera Barat (7,58 %) dan Sulawesi Selatan (6,40 %).
Kunci Perkembangan Eksport Ikan Hias Indonesia
Agar ikan hias Indonesia bisa berjaya di pasar Internasional, maka pemerintah fokus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi melalui kebijakan penerapan cara budi daya ikan yang baik (CBIB). Kebijakan tersebut adalah mengatur cara pengelolaan budi daya ikan yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, memperhatikan aspek sosial dan ekonomi, serta kesejahteraan hewan.














