Breaking

Mengenal Upanat; Sandal Khusus Naik Ke Candi Borobudur

JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Candi Borobudur kini bersiap menyambut wisatawan. Rencananya, Borobudur akan mulai menerima kunjungan wisatawan 4.000 di pelataran dan 1.000 yang bisa naik ke candi. Seperti diketahui Candi Borobudur merupakan salah satu dari 5 kawasan wisata Super Prioritas disamping Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang Sulawesi Utara.

Berbeda dengan sebelumnya, kini pengelola Borobudur akan mewajibkan pengunjung untuk menggunakan sandal khusus. Lalu seperti apa sandal khusus ini?

1. Mencegah Kerusakan Borobudur

Salah satu fungsi penggunaan sandal yang diberi nama upanat ini adalah untuk mencegah aus pada batu yang dipijak pengunjung Borobudur. Alas sandal ini menggunakan bahan yang lunak, sehingga yang akan aus adalah alas sandalnya. Selain itu penggunaan sandal ini juga untuk mencegah kerusakan struktur bangunan candi.

2. Desain Sandal

Desain Sandal sesuai dengan yang ada di relief no. 150 di Karmawibhangga. Direlief tersebut tergambar Upanat yang merupakan persembahan Dewa, persembahan tersebut berwujud alas kaki.

3. Mengenal  Karmawibhangga

sumber : Adegan dan Ajaran Hukum Karma pada Relief Karmawibhangga oleh Balai Konservasi Borobudur 2012.

Dikutip dari Borbudurpedia yang dibuat oleh Balai Konservasi Borobudr, Karmawibhangga adalah cerita pada relief tersembunyi di dinding kaki Candi Borobudur yang menggambarkan sebab akibat dari perbuatan baik dan buruk.  Relief Karmawibhanga ini dipahat pada 160 panil.

Relief Karmawibhangga dipahatkan berdasarkan kitab Mahakarmawibhangga. Bernet Kempers (1976) berpendapat bahwa relief Karmawibhangga adalah gambaran yang sebenarnya dari kehidupan sehari – hari masyarakat Jawa Kuna khususnya pada abad VIII – IX. Adegan pada panil relief tersebut menyimpan banyak informasi. Informasi tersebut di antaranya mengenai flora dan fauna, lingkungan alam, bentuk pakaian dan status sosial, alat musik, alat upacara, alat transportasi, arsitektur bangunan, peranan wanita, senjata, payung. Kesemua informasi tersebut mengarahkan kita pada teknologi dan kearifan budaya masyarakat Jawa Kuna terhadap lingkungan.

4. Melibatkan UMKM

Sandal diproduksi UMKM menggunakan bahan yang ada di kawasan Borobudur. Pembuatnya terlebih dahulu mengikuti workshop Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan tekonogi, melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatkan Kebudayaan, kerjasama dengan Balai Konservasi Borobudur Melibatkan perwakilan 20 desa se Kecamatan Borobudur.

5. Membuka Lapangan Kerja

Membuka 1.200 lapangan kerja. “Dengan diproduksinya sandal ini diperkirakan akan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja. Kita akan pastikan bahwa ini adalah kebangkitan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat karena masyarakat sudah betul-betul membutuhkan kebangkitan ekonomi khususnya di kawasan Borobudur,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kepada media pada Jumat, (4/1/2022).

6. Ujicoba Pengunaan

Ujicoba penggunaan sandal upanat telah dilakukan sejak Oktober 2021, walaupun belum diwajibkan kepada pengunjung saat itu.

Leave a Comment