Breaking

Pergeseran Nilai Karakter Anak Selama Pandemi Covid-19, Tanggung Jawab Siapa?

Oleh : Alda Marsya Ayudia
Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Medan. Tulisan ini dalam rangka penuntasan tugas mata kuliah Penulisan Kreatif yang diampu oleh Ibu Prof. Dr. Rosmawaty Harahap, M.Pd

***

Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Pendidikan sangat penting dalam pembentukan karakter dan budaya bangsa. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dapat mempersiapkan anak didik agar mampu menduduki perannya di masa yang akan datang. Artinya pendidikan adalah upaya untuk mewujudkan budi pekerti, pola piki, dan jasmani yang selasars dengan lingkungan dan masyarakatnya. Salah satu upaya dalam menciptakan dan mendukung cita-cita pendidikan ialah melalui pendidikan karakter.

Pendidikan karakter merupakan suatu cara yang dilakukan dalam rangka penanaman nilai-nilai karakter yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri, sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Pendidikan karakter dalam diri anak tidak bisa diwariskan begitu saja melalui gen keturunan. Karena sejatinya nilai karakter akan terbentuk dalam lingkungan tempat di mana ia meresap segala apa yang dibutuhkannya.

Umumnya pendidikan karakter anak dipengaruhi tiga faktor seperti rumah tangga, lingkungan sekolah, tempat bermain maupun masyarakat luas. Namun kita ketahui bahwa selama ini faktor yang paling penting dalam proses pembentukan karakter anak ialah melalui lingkungan sekolah. Mengapa demikian? Sekolah merupakan tempat di mana orang tua menitipkan anaknya dengan harapan bahwa anaknya akan memperoleh pengetahuan dan karakter yang baik untuk masa depannya.

Sekolah adalah tempat di mana pengetahuan, keterampilan, dan sikap seorang anak dibentuk. Di sekolah seorang guru harus mampu mentransfer baik pengetahuan maupun sikap yang mencerminkan karakter baik dalam diri anak didiknya. Sosok seorang guru merupakan cerminan yang diharapkan untuk membentuk kepribadian anak didiknya. Tetapi bagaimana jika saat ini sekolah tidak mampu melakukan hal yang demikian pentingnya? Saat ini kita sedang dihadapkan dengan masalah pandemi covid-19 yang hingga saat ini tidak dapat diprediksi kapan berkahir.

Pamdemi Covid-19 membawa perubahan atau dampak yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat dunia. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Tak dapat dipungkiri bahwa kualitas pendidikan yang dialami oleh peserta didik saat ini sangat memprihatinkan. Disadari atau tidak, perubahan proses pembelajaran selama pandemi telah menyebabkan pergeseran nilai-nilai karakter dalam diri peserta didik. Banyak nilai-nilai karakter yang hilang selama masa pandemi. Hal itu disebabkan karena guru tidak bisa secara langsung menanamkan nilai-nilai karakter yang sejatinya di dapat oleh anak didik selama di sekolah.

Jika kita lihat, fenomena yang timbul dalam karakter anak di masa pandemi cukup meresahkan terutama yang dirasakan oleh orang tua di rumah. Jika selama ini orang tua menggantungkan dan berharap penuh pada guru di sekolah. Maka, saat ini orang tua harus menghadapi anaknya sendiri dalam rangka membelajarkan anaknya di rumah. Tidak sedikit orang tua mengeluh menghadapi kelakuaan anaknya selama proses pembelajaran. Tidak hanya itu, karakter-karakter baik dalam diri seorang anak yang kian memudar membuat para orang tua cemas.

Menurut Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, banyak dampak negatif yang ditimbulkan selama proses pembelajaran masa pandemi covid-19. Mulai dari putus sekolah, stress akibat kejenuhan, sampai berujung pada tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Hal itu tentunya menjadi tantangan yang berat bagi masyakarat dan pemerintah terutama pada sektor pendidikan. Berimbasnya dampak pademi dalam bidang pendidikan ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Hal ini harus menjadi perharian bagi seluruh lapisan masyarakat.

Fenomena pergeseran nilai karakter yang terjadi pada anak selama pandemi covid-19 bukan menjadi suatu hal yang menimbulkan permasalah saling menyalahkan anatara satu sama lain. Sekolah tidak bisa disalahkan atas memudarnya nilai karakter, begitupun orang tua di rumah. Melainkan hal ini menjadi tugas bagi seluruh lapisan masyarakat. Keluarga, sekolah, dan masyarakat bertanggungjawab atas pembentukan nilai-nilai karakter anak yang hilang selama pandemi. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bertanggungjawab atas proses pembentukan nilai karakter. Maka dari itu, masa pandemi bukan menjadi asalan untuk tidak dapat membangun nilai karakter demi terciptanya generasi penerus bangsa yang cerdas juga berkarakter.  

1 thought on “Pergeseran Nilai Karakter Anak Selama Pandemi Covid-19, Tanggung Jawab Siapa?”

Leave a Comment