JAKARTA, ANALISA INDONESIA – Tak banyak orang bisa membayangkan jika perusahaan-perusahaan rintisan Asia Tenggara dibidang teknologi ternyata bisa meraup investasi milyaran dollar. Tetapi nyatanya dalam laporan Google-Temasek, startup Asia Tenggara semakin menarik perhatian investor.
Dalam laporan Google-Temasek, investasi yang ditanamkan para pemodal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara mencapai 9,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 132 triliun) pada paruh pertama 2018.
9 Startup Unicorn Asia Tenggara
Jumlah investasi yang besar tersebut, disuntikkan ke sembilan startup unicorn di Asia Tenggara.
Sembilan startup tersebut adalah Bukalapak, Go-Jek, Grab, Lazada, Razer, Sea Group, Traveloka, Tokopedia, dan VNG yang menyerap 16 miliar dollar AS (sekitar 231 triliun) dari 24 miliar dollar AS dana investasi yang masuk.
Dari sembilan startup tersebut empat diantaranya berasal dari Indonesia yaitu Bukalapak, Go-jek, Traveloka dan Tokepedia.
Grab, Startup Dengan Investasi Terbesar
Dari semua startup unicorn, Grab tidak lagi mendapat sebutan Unicorn tetapi Decacorn atau perusahaan dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 145 triliun).
Berdasarkan laporan Google-Temasek, Grab mendapat porsi yang paling besar, lebih dari 6 miliar dollar AS (sekitar Rp 87 triliun).
Seperti dilansir Tech Crunch, Jumat (9/11/2018) saat ini nilai valuasi Grab melebihi angka US$ 11 miliar atau Rp 161 triliun. Terbaru Grab mendapatkan dua pendanaan dari Goldman Sachs Investment Partner dan Citi Venue.
Menjadi Startup Decacorn
Managing Director Google Asia Pacific dan India, Rajan Anandan mengharapkan agar negara-negara ASEAN mau meningkatkan jenis startup baru. Maksudnya sudah tak lagi berbicara unicorn namun memikirkan bagaimana menciptakan decacorn.
Decacorn merupakan sebutan untuk perusahaan rintisan digital yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD 10 miliar. Sementara unicorn adalah rintisan digital company yang memiliki valuasi di atas USD 1 miliar.
Startup Decacorn Pertama di Indonesia
Adapun perusahaan di Indonesia, diprediksi Gojek dan Tokopedia menjadi dua perusahaan Indonesia yang lebih dulu menjadi perusahaan decacorn.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, memprediksi Indonesia akan memiliki perusahaan decacorn pada pertengahan tahun depan.
Crunchbase mencatat Gojek telah ujuh kali melakukan pengumpulan dana dan berhasil mengumpulkan dana sebesar US$3,3 miliar. Dan hingga 30 Oktober 2018, valuasi Go-jek sebesar US$7,8 miliar.
Sementara itu, Tokopedia memiliki valuasi US$3,5 miliar. Salah satu investor Tokopedia adalah Alibaba.














